
Bryan dan Bris memutuskan untuk menginap di rumah keluarga Laurent karena permintaan dari Anita.
" Ngapain sih ?" Tanya Bryan bingung melihat Bris menyusun Bantal guling di tengah kasur.
" Buat pembatas, biar kamu nggak modus." Ketus Bris.
" Lagian ini bukan pertakalinya untuk kita tidur bersama." Ucap Bryan menyingkirkan semua bantal dan baring di samping Bris.
" Bry... !" Teriak Bris marah namun Bryan tidak peduli . Justru Bryan menarik Bris membawanya ke pelukannya.
" Bry, lepas nggak, gue tonjok nih !" Peringat Bris berontak
" Udah kamu diam jangan banyak gerak, nanti si Jeki bangun " peringat Bryan karena gerakan Bris bisa membuat Jeki yang sudah tertidur lama Bagun.
Bris mendengar Bryan menyebut seseorang bingung,
" Jeki, siapa dia ?" Tanya bris bingung, karena yang dia tau dalam kamar ini hanya ada mereka berdua.
" Dia adikku." Ucap Bryan tersenyum misterius." Apa kau ingin kenalan ?" Tanya Bryan lagi.
Bris berpikir, tidak ada salahnya ia mengenal adik Bryan yang berarti adik iparnya.
Ia menjawab dengan menganggukkan kepalanya. Namun sesaat kemudian dia melototkan terkejut saat Bryan tiba tiba mengukungnya.
" Apa yang kau lakukan ha ?" Terik bris
__ADS_1
" Memperkenalkan adikku Jeki padamu " jawab Bryan melirik si Jeki seolah memberi tahu Bris,
Bris mengikuti arah pandang mata Bryan, kemudian ia melototkan matanya. Dan kini ia tahu siapa adik yang di maksud Bryan.
" Bryan menyingkirlah, sebelum gue memberikan kenangan yang tidak bisa di lupakan oleh adik kecilmu itu " ucap Bris sambil melirik kearah si Jeki. namun sepertinya Bryan tidak memperdulikan apa yang dikatakan oleh Bris.
" aku menunggunya " bisik Bryan membuat bulu kuduk Bris meremang dan
bugh
Aaargh0ppp
Bryan berteriak keras kesakitan karena adik kesayangannya di tendang oleh Bris, namun mulutnya segera di bekap oleh Bris
Bryan tidak dapat berbicara bahkan kini wajahnya memerah menahan rasa sakit. Bris melihat perubahan wajah Bryan melepaskan tangannya.
" apa itu sangat sakit ?" tanya Bris polos
namun sepertinya Bryan tidak sanggup hanya untuk bersuara terlihat dia hanya menutup matanya saat Bris bertanya.
Bris tidak tahu sesakit apa yang dirasakan Bryan, dia mencoba mencari tahu melalui Internet dan saat membacanya terkejut,
" lah kalau gini jadinya gue yang rugi dong, ini mah nggak boleh di biarin" gumam Bris segera membantu Bryan berbaring di atas tempat tidur.
" apa gue panggil ayah aja yha " gumam Bris yang masih di dengar oleh Bryan.
__ADS_1
" jangan.!" ucap Bryan parau
" kenapa, siapa tau ayah bisa bantu " jawab Bris
" jangan, kalau besok masih sakit kita langsung ke apartemen dan hubungi Zeyin." ucap Bryan yang masih terdengar parau menahan rasa sakit.
" baiklah, kalau gitu ayo kita tidur" ucap Bris kini memeluk Bryan
" hmm ada untungnya juga shi kalau gini, " batin Bryan karena Bris memeluknya tanpa paksaan
setelah beberapa saat kemudian terlihat Bris yang sudah tertidur pulas berbeda dengan Bryan yang merasakan ngilu pada sang adik.
Syhhhh
ringgis Bryan yang membuat Bris terbangun
" astaga Bry apa kau tidak tidur " tanya Bris melihat jam sudah 01.23 dini hari .
" aku tidak bisa tidur, ini sangat sakit Bris " ucap Bryan dengan suara tertahan
" apa yang harus kulakukan agar si Jeki itu tidak sakit lagi ?" tanya Bros merasa bersalah pada si Jeki .
" apa kau bisa membawa mobil ?" tanya Bryan tanpa menjawab pertanyaan dari Bris dan di balas anggukkan oleh Bris
" bawah aku kerumah sakit sekit sekarang " ucap Bryan terlihat wajahnya yang semakin pucat membuat Baris begitu khawatir dan segera membatu Bryan berjalan menuju mobil. tadinya Naina ingin meminta bantuan kepada sang ayah dan abangnya.
__ADS_1