
setelah mengambil motor kesayangannya di bengkel, kini Bris tengah mengendarai motornya menuju restoran yang belum pernah di datanginya, namun baru saja melangkah masuk ia melihat Bryan dengan seorang wanita yang sama dengan di kantor tadi. sehingga Bris memutuskan kembali dan melupakan rasa lapar yang di rasakan nya.
jam sudah menunjukkan pukul 10.35 malam, jika biasanya Bris sudah tertidur pulas lain halnya dengan sekarang.
" ahh kenapa gue nggak bisa tidur shi ?" kesal Bris, dan tak lama kemudian ia mendengar pintu kamar terbuka menandakan Bryan sudah pulang.
Bris memutuskan untuk berpura-pura tidur. setelah mendengar percikan air dari dalam kamar mandi, Bris kembali membuka mata, dia beranjak menuju sofa dia melihat jas yang di kenakan Bryan, ntah dorongan dari mana Bris mengambil jas tersebut dan mencium wangi parfum wanita menempel di sana, dan itu membuat dadanya sangat sakit, tadinya ia ingin menunggu Bryan selesai mandi untuk meminta izin, besok ia akan ke desa tempat dia penelitian. namun dia berpikir itu tidak perlu dan dia yakin Bryan juga tidak akan peduli.
kemudian ia pergi ke dapur, " ahh sial, kenapa gue lupa makan shi, karena memikirkan pria mesum sepertinya sampai gue melupakan anak anaku yang meminta makanan." ucap Bris sambil mengelus Elus perutnya.
sedangkan Bryan yang sudah selesai mandi dia terkejut saat tidak melihat Bris, karena seingatnya tadi Bris sudah tertidur.
" ke mana dia " gumam Bryan melangkah mencari Bris, dan tujuan utamanya saat ini adalah dapur, karena ia yakin Bris kedapur untuk mengambil air. namun saat sampai di didapur ia di kejutkan oleh kata kata Bris.
" apa kalian sudah kenyang anak anaku ?" tanya Bris pada cacing cacing perutnya sambil mengelusnya.
__ADS_1
" apa yang kau lakukan ha ?" bentak Bryan marah, ia tidak menyangka Bris kini tengah hamil namun bukan dengan dirinya karena kalian tau sendiri saat ini si Jeki sedang tertidur tidak mau di bangunkan.
" apa kau tidak lihat aku baru saja selesai makan ?" tanya Bris kesal karena Bryan membentaknya
" apa kau memiliki selingkuhan di luaran sana ?" tanya Bryan masih dengan membentak Bris.
" hey apa kau sedang mengatai diri sendiri ?" tanya balik Bris yang ikut emosi mendengar Bryan menuduhnya selingkuh.
" kau cukup menjawab pertanyaan ku saja nona Brisjia " ucap Bryan mencekram keras lengan dengan menatap tajam Bris dan perlakuan nya tersebut tanpa ia sadari telah menyakiti hati dan fisik Bris.
" sshttt sakit, lepas nggak ?" ucap Bris kesakitan.
" aku tidak selingkuh bangsat " teriak Bris kemudian ia memukul wajah Bryan namun dengan mudahnya Bryan menangkap tangan Bris. tidak sampai di situ Bris kembali menginjak kuat kaki Bryan dan saat itu juga Bris terlepas dari tangan Bryan.
Bris sangat marah dengan perlakuan Bryan padanya, ia keluar dari apartemen menggunakan motor kesayangannya, ia membela jalan dengan kecepatan tinggi, saat ini tujuan nya hanya satu yaitu rumah sahabatnya.
__ADS_1
tok tok tok
Indri, buka pintunya.
dan tak lama kemudian terlihat ibu paru baya yang diyakini ialah ibu dari sahabatnya.
" Tante apa Indri ada di dalam ?" tanya Bris
" loh Bris , Indri kan lagi penelitian di desa." ucap ibu Indri
" oh ya, Bris lupa Bu, Bris pinjam handphone nya ibu boleh nggak ? tanya Bris dan langsung di berikan oleh ibu Indri.
" makasih Bu. ucap Bris dan di balas anggukkan oleh ibu Indri
drrt drrt drrt
__ADS_1
" halo ndri....!!"
setelah berbicara dengan Indri Bris memutuskan untuk pergi dari sana karena ia yakin Bryan akan mudah menemukan nya jika ia tetap di sini.?