
" Bris kau tadi hebat sekali tau " ucap Indri kagum pada Bris sebab semua pertanyaan dari sang dosen pembimbing berhasil di jawabnya dengan lancar tanpa terkecuali.
" ya elah Santai aja kali, lagian semua pertanyaan nya pertanyaan umum semua." ucap Bris santai yang lagi lagi membuat Indri melongo tak percaya sebab ia mendengar semua pertanyaan yang di lontarkan oleh para dosen pembimbing dan itu tidak mudah baginya.
" kalau Lo kauak gini, gue yakin kita bisa wisuda barengan tau nggak " ucap Indri lagi.
" kalau yang itu mah mana mungkin, orang lu nya tinggal nunggu wisudanya doang lah gue skripsi ajha belom. " ucap Bris
" ah lu ngomong gitu macam Lo aja yang kerja tu skripsi, kan bisa gitu di kerja lagi sama suruhan suami Lo." ucap Indri lagi
" oh iya ya gue lupa " ucap Bris menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
" hmmm, ya udah nih kita photo dulu untuk isi album," ucap Indri . kemudian mereka ikut berfoto dengan teman yang lainnya.
setelah mereka puas berfoto, Bris mengajak Indri kepesta ulang tahun perusahaan Bryan, tapi sebelum itu mereka pergi ke rumah Indri terlebih dahulu sebab Bris ingin di rias oleh Indri sahabat nya. karena Indri cukup ahli di bidang itu.
###
sedangkan di sisi terlihat Flow sedang merencanakan sesuatu bersama dengan sang ayah.
__ADS_1
" Flow, sekarang giliran mu, dan semua rencana yang kita susun tergantung pada kamu " ucap Gozi pada Flow yang di yakini adalah ayah Flow.
'' iya dad, dan Flow yakin akan berhasil". ucap Flow lagi
dan setelah di rasa semua tamu undangan sudah datang acara di mulai tanpa adanya Bris di sana.
banyak sambutan sambutan dari para pengusaha pengusaha sukses, sampai kini tiba saatnya sang pemilik acara mengeluarkan sepatah kata pada para tamu undangan.
setelah Bryan mengucapkan banyak terimakasih atas kehamilannya tamu undangan dia juga sedikit memberikan sebuah kisih dari seorang pembisnis, dan dia juga memperkenalkan adiknya Babby yang selama ini mereka sembunyikan. namun banyak dari mereka tidak terkejut karena berita tentang kehadiran Babby sudah banyak di ketahui sejak seminggu sebelumnya. niat hati ingin memperkenalkan sang istri tapi sang empu tidak berada di tempat dan jujur Bryan sangat kecewa pada Bris, karena ia berfikir Bris sama sekali tidak menghargai nya.
baru saja Bryan ingin mengakhiri sambutannya tiba tiba ada salah seorang wartawan bertanya yang membuat Bryan makin kecewa akan ketidak hadiran Bris di sana.
" tuan Bryan apakah di balik kesuksesan anda ada seseorang istimewa yang mendukunmu, kekasih mungkin " ucap salah satu wartawan.
" jika Anda tidak memiliki kekasih, apa benar gosip yang sempat beredar beberapa hari yang lalu bahwa seorang pengusaha sukses tuan Bryan Dirga Thomson pria impoten dan alergi terhadap wanita." tanya wartawan yang lainnya yang mana membuat Bryan terkejut karena berita yang di katakan wartawan tersebut tidak sempat di liput sebab sudah terleb dahulu di tangani oleh Chiko.
dari sini ia bisa menduga sepertinya ada seseorang yang ingin menjatuhkan nya. ia melirik kearah Chiko dan Zeyin tanda ia memerintahkan sesuatu dan langsung di pamami oleh mereka.
" saya tidak perlu menjawab pertanyaan pertanyaan konyol yang tidak berarti ini " ucap Bryan dingin dan memandang tajam wartawan tersebut.
__ADS_1
" tuan, tapi kami ingin tahu mengapa seseorang Bryan Dirga Thomson pengusaha kaya dan terkenal tidak memiliki kekasih " ucap wartawan yang lainnya lagi.
" dan apa benar anda pria impoten dan alergi terhadap wanita " tambah wartawan yang lainnya lagi.
Bryan menatap tajam kearah mereka namun belum sempat Bryan menjawab, ada orang lain yang kembali bersuara.
" kenapa kita tidak langsung membuktikannya saja, dia alergi terhadap wanita atau tidak " ucap Flow yang langsung di setujui oleh semua orang di sana.
sedangkan tuan Bara dan Naina serta Babby juga terkejut dengan pertanyaan para wartawan dan berfikir apa benar Bryan begitu. bahkan saking terkejutnya mereka bahkan lupa kalau Bryan sekarang sudah menikah.
Flow melangkah mendekati Bryan, namun segera di hentikan oleh Babby.
" stop, berhenti di sana. siapa kau berani untuk menyentuh kakakku " ucap Babby, saat melihat raut wajah Bryan panik melihat Flow mendekati nya.
" kenapa, apa kau takut apa yang di ucapkan mereka benar ?" tanya Flow tersenyum licik.
" kenapa saya harus takut, kakak saya itu tidak seperti yang mereka katakan " ucap Babby lagi.
" kalau begitu, menyingkirkan dari hadapanku " ucap Flow kemudian kembali melangkah mendekati Bryan.
__ADS_1
namun tidak selangkah lagi ia mendekati Bryan terdengar suara dari belakang yang kembali menghentikannya.
" Berhenti di sana ".