
" Zeyin kau tahan wanita itu " teriak Chiko menunjuk Indri
sedangkan Indri kini bersembunyi dibalik punggung Bris.
" berhenti di situ " ucap Bris saat melihat Zeyin yang akan memegang tangan Indri. dan mau tidak mau Zeyin menuruti keinginan Bris
" nona, asal kau tahu wanita yang ada di belakang nona itu orang yang sudah membuat saya seperti ini " ucap Chiko membuat semua orang terkejut dan kini tatapan semua orang mengara padanya.
" Ndri bisa kau jelaskan " ucap Bris pada Indri dan pada akhirnya Indri menceritakan semuanya termaksud kesepakatan yang dibuatnya bersama Bris yang membuat Zeyin dan Chiko kini bergidik ngeri membayangkan kekejaman Indri sama dengan Bris.
" jadi seperti itu, tapi kamu harus tanggung jawab pada Chiko dengan merawatnya sampai sembuh " ucap Bris yang memanfaatkan situasi agar ada orang yang bisa merawat Chiko sampai sembuh dan itu semua sudah mendapatkan persetujuan dari Bryan lewat tatapan mata mereka.
" tanggung jawab, ?" ucap Indri kaget dan Bris mengiyakannya
" dan Lo fikir gue mau gitu " ucap Indri lagi dan memandang sinis Chiko
__ADS_1
" dan kau fikir saya mau gitu " ucap Chiko yang sejak tadi diam karena sempat terkejut karena Indri adalah cewek yang pernah menabrak mobilnya.
" ya mana gue tau dan lagian gue gak peduli," ucap Indri dan beranjak pergi dari sana. dan Bris yang melihat itu segera menyuruh Bryan untuk melakukan sesuatu.
" kalau kau ingin hidup tenang, turuti semua apa yang di katakan istri saya " ucap Bryan dingin membuat Indri berhenti dan berbalik menatap tajam kearah Bris sedangkan sang empu hanya tersenyum mengejek. dan Chiko yang mendengar ucapan Bryan Hanya terdiam dan pasrah apapun yang dilakukan oleh sang atasan
" kau teman terjahat yang pernah ada " ucap Indri menghentakkan kakinya.
" oh ya sayang, berhubung kak Chiki sudah ada yang menjaganya lebih baik kita pulang" ucap Bris membuat Bryan senang bukan main, bukan karena diajak pulang melainkan Bris yang memanggilnya sayang karena tidak ingin membuang-buang waktu Bryan langsung beranjak dan pulang bersama Bris. dan Indri yang mendengar Bris begitu lebay di matanya membuatnya serasa ingin muntah.
" yiiihhh awas ajah Lo nanti " ucap Indri dan kini berbalik Chiko dan dia sedikit terkejut ternyata di sana masi ada orang lain yang tersisa.
" kenapa kau diam di situ,? sana keluar " usir Indri kepada Zeyin membuat Zeyin geleng kepala melihat sifat Indri yang beda tipis dengan Bris dan karena tidak ingin kepalanya pusing meladeni Indri dia memutuskan untuk pergi dari sana.
" chik aku pulang ya, selamat menikmati hari hari berikutnya " ucap Zeyin yang membuat Chiko yang sejak tadi kesal bertambah kesal karenanya.
__ADS_1
setelah Zeyin pergi tinggallah mereka berdua di sana, dan terjadilah keheningan karena mereka yang sibuk dengan kegiatannya masing-masing
sedangkan di sisi lain di sebuah apartemen, terlihat seorang pria sedang memandang kota dan sedang menerawang jauh entah apa yang di fikirkannya.
" gue harus menemukan saudari gue bagaimanapun caranya " gumamnya
" apa gue tanya saja ke Daddy ya , tapi gue takut mom dengar perkataan gue dengan Daddy " gumamnya lagi.
dan tak lama kemudian terdengar notifikasi pertanda ada pesan masuk. ternyata seseorang yang telah di perintahkannya untuk mencari informasi tentang adiknya bersama ibunya dan alangkah terkejutnya ia saat melihat sosok gadis yang ada di dalam foto bersama dengan wanita paruh baya bersama sang Daddy.
" Indri Hapsari Maheswara, bukankah dia junior gue di kampus " ucapnya pada dirinya sendiri
" tapi bagaimana bisa, arghh sial " ucap Dika kembali menerawang jauh dan memikirkan bagaimana cara untuk mendekati dan mengatakan kalau dia adalah adiknya.
Dika adalah anak salah satu pengusaha terkenal di negaranya tuan Regar Maheswara dan bahkan keluarganya juga memperluas usahanya di beberapa negara walaupun tak seluas dan sekaya keluarga Thomson, grup Maheswara cukup misterius karena sang CEO yang tidak pernah mau di liput oleh media entah apa alasannya. dan itu sebabnya juga Indri tidak pernah mengetahui kalau ayah Dika adalah ayahnya juga.
__ADS_1