Terjebak Cinta Gadis Pemalas

Terjebak Cinta Gadis Pemalas
part 59


__ADS_3

dua bulan berlalu, dan Chiko telah keluar dari RS sejak satu Minggu sebelumnya dan sejak saat itu pula mereka tidak pernah bertemu lagi.


dan tak terasa hari ini adalah hari yang di tunggu-tunggu oleh kedua gadis yang akan merayakan hari kelulusan mereka, yang lebih tepatnya satu seorang gadis dan satunya lagi wanita.


" Ndri, gue nggak nyangka ahirnya kita bisa wisuda barengan, yaaa walaupun gue pake Orda, tapi tetap ajha gue senang " ucap Bris senang.


" yaaa, gue bahagia banget tau nggak, apa lagi sekarang gue udah punya keluarga yang utuh, bahkan aku punya dua ibu dan Abang yang tampan walaupun kadang juga ngeselin " ucap Indri yang tak kalah bahagianya karena kini keluarga nya memutuskan untuk berdamai walaupun ibu Indri tidak ingin tinggal serumah dengan ayahnya. dan bahkan kini Indri membagi waktunya untuk bersama sang ibu dan mommy.


" selamat ya untuk kalian berdua " ucap Dika yang baru saja tiba.


" ya, makasih " ucap Bris sambil tersenyum


" ya elah, Abang dari mana aja shi, telat banget tau nggak " ucap Indri kesal karena Dika datang terlambat dan tidak menyaksikan saat penerimaan toga wisuda nya.


dan perkataan Indri tersebut membuat Bris cemberut, karena sampai saat ini Bryan juga belum datang.


" tadi Abang ada urusan di kantor, kan tau sendiri sekarang perusahaan Abang yang handel " jelas Dika.


" Indri, kak Dika saya kesana dulu ya " ucap Bris menunjuk kedua orangtua dan mertuanya berada.


" mom, kita pulang sekarang aja, Bris capek " ucap Bris lesuh


" ya udah kalau gitu kita pulang " ucap Naina dan diangguki oleh semua nya.


" jeng, kami balik duluan ya !" Pamit Anita pada keluarga Indri.


" hati hati ya, kami juga udah mau balik kok " ucap mommy Dika.


sepanjang perjalanan Bris terlihat begitu tak semangat, bahkan ada raut kekecewaan di wajahnya dan itu sadari oleh Naina, sedangkan kedua orang tua Bris mereka memutuskan langsung pulang, sebab mereka ada undangan keluarga dari desa.


" sayang, kamu kenapa?" tanya Naina khawatir.


" nggak kok mom " ucap Bris namun sesaat kemudian ia kini terlihat meneteskan air mata.


hiks hiks hiks


" sayang kamu kenapa shi, " khawatir Naina lagi namun saat mendengar ucapan Bris,bara yang tadi juga ikut khawatir kini terlihat menetupi senyum nya.

__ADS_1


" apa perusahaan hiks lebih penting hiks dari akau istrinya hiks " ucap Bris sambil menangis sesenggukan


" sayang kamu jangan sedih gitu, ntar kalau bara pulang kamu marahin dia sampai puas " ucap Naina lagi sambil mengulum senyum geli


tak lama kemudian mereka sampai di mansion keluarga Thomson dan Bris terlihat masih sesenggukan.


dan baru saja Bris melangkah masuk ia dikejutkan dengan apa yang dilihatnya,


hiks


huwaaa hiks


" sayang, kamu kenapa " tanya Bryan khawatir. namun tidak mendapatkan jawaban dari Bris.


" apa kamu tidak menyukai kejutannya ?" tanya Bryan lagi namun Bris menggelengkan kepalanya.


" terus ?"..


" ،aku kira kamu, tidak peduli dengan ku lagi hiks " ucap Bris lagi membuat Bryan gemas dengan istrinya saat.


" apa bunganya kurang cantik ?" tanya Bryan bingung


" bunganya bagus, tapi aku tidak bisa membuat Indri iri denganku " cemberut Bris membuat tuan Bara dan Naina yang sejak tadi menyaksikan adegan bucin anak dan menantunya menggelengkan kepala.


" sayang dari pada menyaksikan kebucinan mereka lebih baik kita ke kamar aja " bisik tuan Bara dengan tatapan mesum membuat Naina memutar bola matanya malas.


" ingat umur Napa " ketus Naina meninggalkan mereka semua di sana dan diikuti oleh tuan Bara dengan senyum terpatri di wajahnya.


namun baru saja beberapa langkah melangkah Langkah Naina dan tuan Bara terhenti saat mendengar teriakkan Bryan.


" sayang~~.." teriak Bryan saat Bris tiba tiba terjatuh dan tak sadarkan diri.


" Bry, Bris ada apa dengan Bris " panik Naina.


" Bryan tidak tahu mom, tiba tiba saja Bris pingsan " ucap Bryan dan langsung menggendong Bris menuju kamar mereka.


" Chiko telpon dokter Zeyin sekarang " ucap tuan Bara

__ADS_1


" mohon maaf tuan, Zeyin saat ini ada di luar negri sebaiknya saya menelepon dokter Indra saja "ucap Chiko dan diangguki oleh tuan Bara.


30 menit berlalu dan dokter Indra baru saja sampai.


" paman tolong periksa istriku sekarang " ucap panik Bryan


" kalau begitu tolong tinggalkan kami berdua " ucap dokter Indra namun langsung mendapatkan bantahan dari Bryan.


" tidak " bantah Bryan dengan suara yang cukup tinggi dan hal itu membuat Bris yang sejak tadi pingsan kini tersadar.


" Bry,,,," panggil Bris membuat semua orang di sana menoleh kepadanya.


" sayang, kamu tadi kenapa bisa pingsan, apa ada yang sakit ?" tanya Bryan beruntun


" tidak ada yang sakit, aku hanya laper saja sejak pagi aku belum makan " ucap Bris namun Naina tidak yakin dengan itu, masa terlambat makan sehari bisa membuat Bris pingsan.


" nona, apa kamu memiliki penyakit lambung ?" tanya dokter Indra


" iya dok" jawab Bris


" kalau begitu saya akan memberikan obat pereda nyeri lambung, setelah makan kamu bisa langsung meminumnya " ucap dokter Indra dan diangguki oleh Bris.


dan setelahnya dokter Indra pamit pulang,


" sayang sebaiknya kamu makan dulu, biar mommy yang suapi " ucap mommy Naina membawa nampan makanan.


" Bris, mau pipis dulu mom " ucap Bris dan segera masuk ke kamar mandi,


belum ada satu menit di dalam terdengar suara benda terjatuh membuat Naina yang mendengarnya terkejut.


" sayang kamu baik baik ajah di dalam ?" ucap Naina khawatir namun tidak mendapatkan jawaban sama sekali


" Bris " panggilnya lagi namun nihil, akhirnya dia memutuskan untuk membuka pintunya dan alangkah terkejutnya dia saat melihat Bris terjatuh bahkan ia melihat Bris sedang menahan rasa sakitnya.


" mom, sakit " ucap Bris, dan Naina segera memanggil Bryan.


" ada mom, sayang!!!" panik Bryan saat melihat Bris di lantai sedang duduk menahan rasa sakitnya.

__ADS_1


__ADS_2