Terjebak Cinta Gadis Pemalas

Terjebak Cinta Gadis Pemalas
part 9


__ADS_3

" Chiki jika terjadi sesuatu pada gadis ini, kupenggal kamu". ucap Bryan dingin.


Chiko hanya diam dan menundukkan kepalanya dan tidak berniat untuk menjawab." ( perasaan tadi obat bius yang saya gunakan itu hanya obat tidur dengan dosis rendah yang hanya bertahan selama sejam doang deh )" batin Chiko yang bingung mengapa Bris sampai sekarang juga belum bangun.


###


2 jam kemudian di dalam kamar sebuah villa di Bali.


"Chiko , katakan obat bius apa yang kamu gunakan, mengapa sampai sekarang dia juga belum bangun ?" tanya Bryan pada Chiko dengan sorot mata tajam.


" mmm itu tuan, saya hanya menggunakan obat bius dosis rendah, yang hanya bertahan selama sejam doang tuan ". jawab Chiko dengan kepala menunduk.


" lalu mengapa sampai sekarang dia juga belum bangun? ". ucap Bryan marah dengan suara keras dan pastinya itu berhasil membuat sang putri tidur terbangun.


" eghh , tidak di rumah tidak di beskem , aku slalu tidak bisa tidur dengan puas, huh menyebalkan " Bris mengeliat sambil bergumam dengan posisi terduduk dan mata masih terpejam yang dapat di dengar dan di lihat oleh Bryan dan Chiko dan membuat mereka menjatuhkan rahang tidak menyangka kalau Bris sejak 4 jam yang lalu hanya tertidur.


" astaga, dia ternyata benar benar gadis urakan. yang tidur seperti kebo " gumam Bryan yang di dengar oleh Chiko. dan Chiko hanya mengangguk tanda sependapat dengan sang atasan.

__ADS_1


namun beberapa detik kemudian Bris kembali tertidur, melihat hal itu Bryan berniat mengerjai Bris.


" Chiki keluarlah, dan jangan kembali sebelum saya memanggilmu" titah Bryan pada Chiko


" baik tuan , saya permisi " pamit Chiko


setelah kepergian Chiko Bris mengunci pintu kamar dan segera mendekati ranjang. dan merebahkan tubuhnya di samping Bris.


" hey bangunlah, kalau tidak aku akan meciummu." bisiknya di telinga Bris, namun sang empu tidak terusik sama sekali. Bryan melihat menggelengkan kepalanya.


beberapa saat kemudian. niat hati untuk mengerjai Bris, Bryan malah ikut tertidur dengan posisi memeluk Bris.


jam sudah menunjukkan pukul 07.00 , terlihat sepasang manusia berbeda jenis sedang mengeliat menandakan akan terbangun dari tidurnya.


" kenapa gulingnya , nyaman banget melebihi guling di kamarku." gumam Bris


Bryan mendengar itu ingin mengerjai Bris, Bryan kembali mengeratkan pelukannya karena posisi mereka saat ini saling berpelukan.

__ADS_1


" eh.." Bris menyadari bahwa yang di peluknya bukanlah guling melainkan seorang pria, kemudia dia mengangkat kepalanya dan melihat siapa pria tersebut.


" ahhhh tampannya..." batin Bris , namun sesaat kemudian dia kembali berteriak saat menyadari siapa yang sedang memeluknya.


" kau..? " Bris segera melepaskan diri dari pelukan Bryan namun karena tenaga yang di keluarkan lebih besar Bryan, bahkan dia tidak bisa bergerak sama sekali.


" hey om, bisakah kau melepaskan pelukanmu, aku tau aku sangat nyaman jika di peluk. tapi aku tidak ingin om om yang memelukku." ucap Bris dengan narsisnya.


Bryan mendengar Bris mengatainya om om membuatnya emosi.


" hey bisakah kau tidak memanggilku om, aku masih mudah." kata Bryan


" aku tidak peduli, bagiku kau adalah om om mes.." ucapan Bris tergantung begitu Bryan mengecup singkat bibir Bris. Bris yang mendapatkan perlakuan seperti itu mengerjapkan matanya namun sesaat kemudian dia kembali tersadar dan melototkan matanya.


" hey berani sekali kau," Bris segera melayangkan pukulan pada Bryan namun semua serangan yang dilayangkan nya berakhir ke udara karena Bryan begitu lihai menghindar dari serangan Bris


Bris sadar bahwa dia tidak mampu untuk melukai Bryan terlihat semua serangan tidak mampu mengenainya. dia segera meninggalkan kamar dan mengambil kunci kamar kemudian menguncinya dari luar. dan tidak lupa mebawa handphone Bryan yang dia ambil di atas nakas. berharap Bryan akan terkunci dalam kamar seharian.

__ADS_1


__ADS_2