
saat perjalanan menuju rumah Bris, jalan yang di laluinya mengalami kemacetan . Bryan turun dari mobil dan bertanya pada seseorang yang ada di sana.
" permisi, apa di depan terjadi kecelakaan membuat jalan macet ? tanya Bryan
" tidak tuan, di sana ada perkelahian dan petugas kepolisian juga belum datang sampai saat ini. ucap orang tersebut dan pergi meninggalkan Bryan. Bryan yang penasaran berjalan mendekati keramaian di sana.
saat sampai di sana ia terkejut, karna perkelahian tersebut sangatlah tidak seimbang, satu orang melawan sekitar 20 orang,
Bryan menajamkan penglihatan nya, karena dia seperti mengenal seseorang yang sedang berusaha melawan pria pria yang bertubuh kekar, da sesaat kemudian dia kembali terkejut saat mengetahui orang tersebut dan segera menolongnya.
10 menit kemudian setelah Bryan ikut dalam perkelahian membantu orang yang di kenalnya, akhirnya mereka berdua berhasil melumpuhkan lawan dan tak lama kemudian polisi datang dan segera membereskan kekacauan di sana.
Bryan membawa Bris ke mobilnya tanpa mengucapkan sepatah kata pun dan segera melajukan mobilnya. ya orang yang terlibat perkelahian adalah Bris.
" motor gue gimana? " twnya Bris memecah keheningan
" mengapa mereka menyerangmu ? ucap Bryan dingin tanpa menjawab pertanyaan dariBris
" gue nggak tau " ucap Bris bohong
" jangan coba menipuku Bris , mereka dari kelompok gengster yang cukup di takuti di kota ini." ucap Bryan tajam, dia tidak suka Bris menyembunyikan sesuatu darinya.
__ADS_1
hufff
Bris menghela nafasnya panjang kemudian ia mulai menceritakan mengapa ia terlibat perkelahian dengan kelompok gengster.
" tadi pagi setelah gue telponan Ama Tante Naina, mama menelponku untuk datang ke kafe di mana mama Ama kerabat sekaligus sahabat nya yang anaknya di jodohkan Ama gue itu ketemuan. kan gue jadi kesal.. saat di perjalanan gue liat tu mereka tadi yha gue isengin aja, gue serempet tu motor salah satu dari mereka, tadinya gue pikir nggak bakalan jatuh ehh ternyata jatoh dong bahkan bukan cuma satu motor tapi tiga motor, terus gue teriaki mereka,( dasar banci gitu aja jatoh.) eh taunya mereka orangnya baperan , mereka marah langsung nyerang gue, ya karena udah terlanjur di serang ya gue lawan mereka. seru bagat tau " cerita Bris membuat Bryan melongo tak percaya.
" seru ???" tanya Bryan tak percaya
" iya, tapi sayangnya lu datang, kan jadi nggak asyik lagi." ucap Bris sedikit kesal karena Bryan mengganggu kesenangannya.
" apa kau yang kau lakukan itu bahaya, mereka bukan orang sembarang, mereka anggota gengster Bris." ucap Bryan penuh penekanan.
" mereka tidak akan menemukanku " jawab Bris santai
" di sana tidak ada CCTV." jawab Bris lagi
" mereka bisa melacak mu melalui DT motor yang pakai. " tegas Bryan
" aku sudah mencopotnya terlebih dahulu, tenang saja.
hufff
__ADS_1
Bryan mengembuskan napasnya kasar dan segera menghentikan mobilnya.
"hey kenapa kau berhenti, aku ingin menemui calon mer..." Bris tidak dapat melanjutkan kata-katanya,
Bryan mendengar Bris mengatakan calon mertua membuatnya kesal dan langsung mencium Bris kasar, ciuman yang awalnya kasar menjadi lembut yang mampu menimbulkan gelenyar aneh dari dalam tubuh mereka masing-masing. Bryan melepaskan tautannya dan kini yang terdengar detak jantung yang saling bersahutan.
" ( ada apa denganku ?)" batin keduanya saat merasakan detak jantung yang berdetak lebih cepat dari biasanya.
" kita menikah hari ini " ucap Bryan segera melajukan mobilnya
" tapi, " ucapan Bris terpotong oleh Bryan
" saya tidak peduli jika kamu sudah di jodohkan dan aku tidak menerima penolakan." ucap Bryan serius
" Baiklah, lalu sekarang kita mau kemana ? " pasrah Bris , lagian apa bedanya sekarang atau Minggu depan, toh dia tetap akan menikah dengan Bryan karena kecerobohannya sendiri.
" catatan sipil " ucap Bryan singkat
" kalau gitu gue mau tidur, kalau udah sampai bangunin." ucap Bris. namun baru saja dia mau menutup matanya. mereka sudah sampai.
" kita sudah sampai." kata Bryan kemudian membukakan pintu mobil untuk Bris.
__ADS_1
setelah menyelesaikan syara pranikah akhirnya mereka kini sah menjadi sepasang suami-istri dan mereka memutuskan untuk kembali ke apartemen Bryan, besok mereka akan memberi tau keluarga masing-masing.