
" Risha , kamu yakin kan orang tua aku itu ngga bakalan bisa ngelacak kita " tanya Babby setelah mereka sampai di apartemen Risha yang ada di Jepang.
" yakin, kalau kamu mengatakan pada mommy mu, kalau kita akan ke Swiss " ucap Risha yakin,
Babby sengaja mengatakan pada sang mommy dia akan berlibur di Swiss, untuk mengeconya.
huffff
" aku percaya padamu " ucap Babby menarik nafasnya panjang.
" jadi kapan kau akan memulainya ?" tanya Risha
" besok, " ucap Babby memejamkan matanya.
###
" Daddy, yang cepat dong Babby saat ini dalam bahaya " ucap Naina khawatir karena selama 22 tahun keberadaan Babby di sembunyikan, namun akhir akhir ini musuh keluarga Thomson tahu dan mulai mencari keberadaan Babby.
setelah menempuh perjalanan yang cukup lama akhirnya tuan Bara dan Naina sampai di Swiss dan langsung menuju apartemen yang telah di belinya sebelum berangkat.
" istrahatlah, besok kita mulai mencarinya " ucap tuan Bara dan di balas anggukkan kepala oleh Naina.
sedangkan di sisi lain apartemen, terlihat seorang pria yang sedang memarahi bawahannya melalui sambungan telepon membuat wanita yang sedang tertidur tidak jauh darinya terbangun.
__ADS_1
eugghh
lenguh Bris pertanda ia terbangun dari tidurnya dan Bryan yang mendengarnya segera mematikan sambungan telepon sepihak dan mendekati Bris.
" kau sudah bangun " ucap Bryan menghampiri Bris dan mencium keningnya membuat sang empu tersenyum.
" apa tidurmu puas ?" tanya Bryan dan diangguki Bris
ehh
" kita di mana?" tanya Bris kaget melihat pemandangan kota yang indah dan dapat dia pastikan itu bukanlah di Indonesia.
" kita sedang di Swiss " ucap Bryan lagi
" aku tidak membawamu berlibur, kita ke sini untuk menemukan keberadaan Babby. dan soal tugai judul dan proposal mu semuanya sudah di urus, " ucap Bryan membuat Bris mengembangkan senyumnya namun sesaat kemudian dia kembali mengerutkan keningnya
" memang ada apa dengan Babby ?" tanya Bris
Bryan menceritakan semua yang terjadi tentang Babby termaksud ketakutan keluarganya karena ada seseorang yang ingin mencelakai Babby.
" oh my God, apa kau sudah memiliki petunjuk tentang nya." tanya Bris lagi
" dia menggunakan pesawat umum dan tiket yang dia gunakan menuju ke sini (Swiss), namun semua CCTV yang kami lacak di sekitaran bandara tidak memperhatikan tanda-tanda kedatangannya." ucap Bryan senduh
__ADS_1
" hmmm ini sudah sangat larut malam, sebaiknya kau tidur dan pencarian Babby di lanjutkan besok saja." ucap Bris dan di angguki oleh Bryan.
Bryan berbaring sambil memeluk Bris dengan posisi Bris yang duduk bersandar di kepala tempat tidur.
saat Bryan tertidur Bris meraih handphonenya yang di letakkan di atas nakas di samping nya, lama ia mengutak Atik handphonenya sampai ia tidak sadar waktu sudah menunjukkan pukul setengah 5 dan Bryan kini sudah terbangun dari tidurnya.
" sayang apa kau tidak tidur ?" tanya Bryan saat melihat Bris masih di posisi yang sama seperti sebelumnya sambil memainkan ponselnya.
" ya, sepertinya kemarin aku terlalu lama tidur hingga membuatku tidak bisa tidur kembali " ucap Bris meletakkan handphonenya di atas nakas sedangkan Bryan pendengarannya hanya terfokus dengan satu kata yang di sebut Bris.
" aku ingin selalu kamu seperti ini padaku tapi tidak dengan yang lain." ucap Bryan memeluk Bris
" emang apa yang aku lakukan " tanya Bris yang mana lagi lagi membuat Bryan senang dan mengecup singkat bibir Bris.
" kamu harus menggunakan aku-kamu denganku sekarang dan selamanya." ucap Bryan lagi memeluk erat Bris sedangkan Bris yang tersadar menjadi salah tingkah sendiri.
" emmm Bry kalau gitu aku mandi dulu " ucap Bris meninggalkan Bryan yang terpaku dan sedikit terkejut akan yang di katakan oleh Bris.
" apa tadi aku salah dengar'mandi katanya ' oh ini pertama kalinya dia mau mandi sendiri tanpa di suruh di pagi hari selama kami menikah." gumam Bryan namun sesaat kemudian dia kembali mengerutkan keningnya saat melihat Bris kembali seperti sebelumnya tidak seperti orang yang habis mandi.
" apa kau sudah selesai mandi ?" ucap Bryan bingung, kerena seingatnya belum ada sepuluh menit Bris berada di dalam kamar mandi.
" tidak, aku malas" ucapnya dan kembali masuk dalam selimut hangatnya.
__ADS_1
" kalau begitu tidurlah, aku tidak ingin kamu sakit " ucap Bryan mengelus rambut Bris dan beranjak menuju kamar mandi.