Terjebak Cinta Gadis Pemalas

Terjebak Cinta Gadis Pemalas
part 30


__ADS_3

" ada yang bisa saya bantu ?" tanya pak kepala desa


" iya, di dalam mobil saya ada dua anak kecil yang tersesat di hutan, untungnya istri saya menyelamatkan mereka dari terkaman harimau." ucap Bryan panjang lebar


"ibu, ayah." teriak Rey dan Qeela berlari memeluk kedua orang tuanya. dan ternyata mereka adalah anak kembar yang sangat nakal, bukan hanya sekali mereka lari dari rumah, dan bermain ke hutan, namun baru kali ini mereka bertemu dengan hewan buas dan seperti nya akibat kejadian tadi akan membuat mereka jerah.


" hiks hiks ayah ibu Rey sama Qeela minta maaf, kita janji ini terakhir kalinya." ucap Rey dan Qeela .


" kalau begitu saya permisi, istri saya terluka karena bertarung dengan harimau dan saya harus segera membawanya ke rumah sakit." ucap Bryan


" tuan, apa tuan sempat bertemu dengan seorang gadis berbaju hitam, rambut di kuncir di dalam hutan ?" tanya Indri khawatir


" apa kamu Indri sahabat Bris ?" tanya Bryan tanpa menjawab pertanyaan dari Indri


" iya, apa tuan sempat bertemu dengannya ?" tanya Indri antusias.


" dia ada di dalam mobil, dan oh ya di mana korlap kalian saya ingin berbicara dengannya" ucap Bryan

__ADS_1


" saya tuan," ucap Dika mendekati Bryan


" saya ingin membawa Bris kerumah sakit, karena dia mendapatkan beberapa luka cakar dari harimau " ucap Bryan


" tidak perlu tuan, saat ini Bris adalah tanggung jawab kami, biar kami yang membawa Bris ke RS, kami tidak ingin merepotkan Anda dan terimakasih sudah menolong teman kami" ucap Dika tak enak hati


" Bris adalah tanggung jawabku jadi sudah sepantasnya saya menolongnya di saat ia butuh pertolongan " ucap Bryan


" tapi Bris adalah bagian dari kami, mungkin jika yang membawanya adalah keluarga nya atau kerabatnya mungkin kami akan membiarkan mereka membawa Bris pergi, tapi tuan ???" ucap Dika kekeh tidak mau membiarkan Bryan membawa Bris pergi.


" saya tetap akan membawanya dengan atau tidaknya persetujuan dari kalian" ucap Bryan menatap tajam Dika , Bryan dapat melihat Dika yang begitu menginginkan Bris untuk tidak di bawah nya, namun Bryan tidak tau itu sebagai pertanggungjawaban sebagai koerlap disini atau karena yang lain.


" tuan, bukankah istri mu juga terluka karena menolong anak pak desa, sebaiknya anda segera membawa nya, tidak perlu mengkhawatirkan teman kami Bris," ucap Dika yang sebenarnya sedikit takut karena Bryan terus menatap tajam kearah nya.


" tuan, yang di katakan nak Dika mungkin ada benarnya sebaiknya tuan segera membawa istri tuan kerumah sakit, biar nak Bris kami yang mengurusnya." pak Desa menengahi mereka.


" pak kepala desa, Bris adalah istri saya jadi biarkan saya membawanya sekarang." ucap Bryan dingin dan segera pergi meninggalkan teman teman Bris yang terkejut mendengarnya

__ADS_1


deg


"Bris aku tidak percaya ini '' batin Dika menatap kepergian mereka


" Bris , kau menikah tanpa mengundangku " batin Indri sedih, dia akan menuntut Bris nanti


#


"bagaimana keadaan istri saya dok, kenapa sampai sekarang dia belum juga bangun ?" tanya Bryan khawatir dan saat ini semua keluarganya ada di sana termaksud Babby.


" saat ini kondisi pasien sangat lemah dan sepertinya sejak kemarin pasien belum makan di tambah adanya luka luka di sekitar tubuhnya akibat cakaran hewan buas dan yang membuat pasien dalam bahaya adanya gigitan ular di bagian kaki, dan saat ini racun dari ular tersebut sudah menjalar ke bagian organ penting dalam tubuhnya." ucap dokter yang mana membuat Bryan marah.


" terus apa yang kau lakukan di sini cepat hentikan racun ualarnya dan jika kau tidak berhasil nyawa jamu taruhannya" bentak Bryan membuat sang dokter takut.


" Bry kamu tenang, jangan membuat dokter takut yang ada dia tidak bisa konsentrasi dengan pekerjaannya " uacap Naina menenangkan sang putra.


sedangkan yang lain juga sama halnya dengan Bryan, marah dan sedih bercampur aduk.

__ADS_1


__ADS_2