
"(anak gadis ko seperti itu, sangat urakan)." batin Bry sambil menajamkan pandanganya.
tiba tiba pandangan mereka bertemu.
Deg
Bryan kembali menajamkan matanya, namun tiba tiba di kagetkan dengan berkataan gadis tersebut.
" Napa lu, ada utang.?" tanya Bris ketus, namun tatapan pria tersebut makin intens membuat Bris berpikiran yang tidak-tidak.
sontak hal itu membuat Bryan kembali melototkan matanya, belum selesai dengan itu.
" heh dasar om om mesum, lupa umur loh.? dah tua juga matanya masi kelayapan mencari mangsa. dasar." kata Bris sebelum melajukan motornya dengan kecepatan tinggi karna lampu merah sudah berlalu.
"sial.,,," umpat Bryan emosi karena belum sempat membalas tapi gadis tersebut sudah keburu menjauh.
__ADS_1
sedangkan sang asisten sedang tertawa terbahak-bahak, yang tentunya hanya dalam hati doang.
"(mampus loh.... hahah makanya siapa suru ngeselin. tapi btw gadis tadi siapa ya, emang dia ngga tau seorang Bryan Dirga Thomson, pengusaha kaya, dingin dan kejam.siapapun yang mengusiknya akan di hempaskan.)" batin Chiko yang bingung dengan gadis tadi.
"Chiki,,, kau tau apa yang harus kau lakukan .?" suara Bryan yang membuyarkan lamunan Chiko,
tapi bukan itu yang membuat Chiko merinding, tpi suara yang dingin dan tegas serta penuh penekanan di setiap kata yang di ucapkan, menandakan bahwa saat ini sang atasan sedang emosi.
"iya boss.." sepertinya gue harus siapin mental nih.batin Chiko
"gue nggak mau tau, besok siang gadis itu harus sudah kalian temukan dan bawa di hadapanku." ucap Bryan kepada bawahan nya.
"baik tuan." jawab mereka serentak sambil menundukkan kepalanya karena takut kepada sang atasan yang sangat kejam.dan langsung meninggalkan ruangan setelah mendapatkan kode dari sang sekertaris untuk pergi.
"Chiki, apa sja jadwal saya setelah ini..?" tanya Bryan kepada asisten
__ADS_1
"tidak ada Tuan, hanya menanda tangani berkas yang ada di meja tuan." jawab Chiko seadanya.
" kosongkan jadwal satu pekan kedepan, dan siapkan jet keberangkatan ke Bali lusa." Bryan
" maaf tuan, besok ada kunjungan di salah satu universitas negeri, untuk memberi motivasi kepada mahasiswa, dan tuan sudah menyetujuinya .apakah harus saya batalkan ? Chiko.
" tidak perlu, kita ke sana besok." Bryan
" baik tuan, permisi." Chiko
dan hanya di balas dengan lambaian tangan tanda mengusir nya.
namun konsentrasi nya kembali terganggu mengingat tatapan mata gadis urakan di lampu merah," apakah gadis itu gadis yang sama dengan gadis 7 tahun yang lalu." pikirannya kembali menerawang di mana ada gadis SMP yang terlibat tawuran dengan anak SMA , dan saat itu ada nenek nenek yang terjebak diantara mereka, niat hati untuk menolong, namun saat mendekat tiba tiba gadis yang mengenakan seragam SMP terjatuh dan menimpa dirinya, ntah bagai mana caranya dia terjatu sampai membuat bibir keduanya bertemu,sontak hal itu membuat keduanya terkejut dan terjadi aksi Padang padangan, namun tak lama kemudian , sang pria tiba tiba merasa panas dan gatal seluruh tubuhnya, sehingga dia mendorong gadis tersebut dan pergi meninggalkan TKP melupakan tujuan nya menolong nenek nenek. dan sejak saat itulah dia menjadi alergi terhadap wanita, selain keluarganya sendiri.
"sial, kalau memang itu dia, akan kuberi dia pelajaran yang membuatnya tersiksa dan tidak ada satu orangpun pria yang mau dengannya." ucap Bryan dengan senyum misteriusnya.
__ADS_1
dan kini waktu cepat berlalu jam menunjukkan pukul 5 sore, seorang pria tampan mengentikan pekerjaan nya dan bersiap untuk pulang. dia memutuskan untuk pergi sendiri tanpa sang asisten, karena dia memberikan tugas lembur sebagai hukuman tidak becus mencari gadis urakan itu dalam waktu singkat.