
Bryan yang sedang mengawasi dari kejauhan kelompok mahasiswa yang melakukan penelitian, namun sosok yang di awasi hilang dari pandangan,
" kemana dia, kenapa dia tidak ikut makan siang ?" gum Bryan. namun tak lama kemudian ia melihat teman teman Bris panik, dan terus memanggil nama Bris.
"sial , apa Bris hilang ?" gumamnya lagi setelah nya ia masuk ke dalam hutan mencari Bris.
sedangkan teman teman Bris juga panik, dan Terus mencari Bris
Bris kau di mana
Bris ..... teriak mereka terus memasuki hutan makin dalam, lama mereka mencari namun tidak menemukan tanda tanda adanya Bris.
" Adik adik, hari sudah semakin gelap, sebaiknya kita kembali ke desa terlebih dahulu dan meminta bantuan dari masyarakat desa yang sudah tau seluk beluk hutan ini." ucap Dika sebagai pembimbing mereka.
" tapi bagaimana dengan Bris, hutan ini gelap dan banyak hewan buas di dalam kalau Bris kenapa Napa gimana ?" ucap Indri menangis.
" jika kita tetap melanjutkan pencarian kita tanpa ada orang tua desa kita bisa ikut tersesat di hutan ini." ucap Dika lagi, dan Indri diam saja, akhirnya mereka memutuskan untuk pulang ke ke desa.
#
Bris ...
teriak Bryan mencari Bris
Bris..
teriaknya sekali lagi
__ADS_1
Bryan mencari Bris sendiri, karena saat ia akan menelpon anak buahnya, ia tidak menemukan signal sama sekali.
Brisjia.... teriak Bryan frustasi,
"di mana kau Bris ," gumam Bryan, namun sesaat kemudian ia mendengar Auman harimau tak terlalu jauh darinya, ia terus mengikuti sumber suara sampai ia melorotkan kedua bola matanya saat menemukan Bris sedang bertarung melawanseekor Harimaumu dan dua anak kecil di belakangnya.
Bryan yang panik segera mengambil pistol yang ada di sakunya dan membidik harimau tersebut tepat di bagian jantungnya. dan
Dor
sekali tembakan mampu membuat harimau tersebut mati karena tepat mengenai jantungnya.
Bris yang mendengar suara tembakan mengedarkan pandangannya dan
Deg
Bryan tak banyak berbicara, dia segera berlari dan memeluk Bris sambil berkata.
" maaf, maafkan aku " ucapnya sambil menangis, sedangkan Bris yang menyadari Bryan menangis bingung..
" Bry,, kau kenapa ?" tanya Bris bingung
" aku minta maaf sudah kasar dengan mu " ucap Bryan
Bris yang sebenarnya masih marah sama Bryan, hanya diam, kemudian dia teringat dua anak laki laki dan perempuan yang di tolongnya tadi.q
Bris segera melepaskan pelukan Bryan padanya dan mendekati dua bocah yang tengah menangis dalam diam di belakangnya.
__ADS_1
" hey kalian, jangan takut lagi harimau nya sudah mati" ucap Bris menenangkan kedua bocah tersebut.
" tapi kak, Rey sama qeela tak tau jalan pulang." ucap Ray takut.
" kalian tenang saja kakak sudah memberi tanda di setiap jalan yang sudah kita lewati, jadi kita tidak akan kesasar lagi "ucap Bris membuat kedua bocah tersebut tenang.
" Bry apa kau, tau jalan pulang ?" bisik Bris pada Bryan. ya Bris berbohong jika ia memberi tanda di setiap jalan nya, karena kenyataannya dia tidak sempat memberi jejak karena ia harus mengejar kedua bocah itu. dan Bryan menganggukkan kepalanya.
" kalau begitu, ayo kita pulang ?" ucap Bris semangat di ikuti Rey dan qeela.
Bryan yang melihat Bris berjalan pincang, segera berjongkok dihadapan Bris .
" apa yang kau lakukan ?" tanya Bris melihat Bryan jongkok
" naiklah kakimu pasti sakit." ucap Bryan dan Bris segera naik ke punggung Bryan.
sedangkan Rey dan Qeela berada di depan Bryan.
setelah mereka keluar dari hutan, Bryan membawa mereka kemobilnya.
"kalian berdua naiklah di kursi belakang, kakak akan mengantarkan kalian di rumah pak desa." ucap Bryan dan di patuhi oleh Rey dan Qeela
Rey yang baru sampai di rumah pak kepala desa, bingung karena di sana ada banyak orang bahkan mahasiswa juga berada di sana dan ada beberapa yang menangis.
sedangkan Bris,Rey dan Qeela mereka tertidur karena kelelahan.
saat Bryan keluar, dia menjadi pusat perhatian semua orang di sana bahkan sudah tak terdengar lagi suara orang menangis.
__ADS_1