
" Babby, mommy tidak mau tau besok kamu harus pulang ke Indonesia." ucap Naina melalui sambungan telepon
" No mom Babby masih harus mempersiapkan ujian akhir aku " ucap Babby beralasan
" jangan kamu pikir mommy tidak tau kalau kamu menyelesaikannya Babby? , mommy tau semua nya sebelum kedepan kamu free " ucap Naina
" mommy........, Babby ingin refreshing sama temen-temen di Swiss " ucap Babby kini jujur
" Babby itu bahaya buat keselamatanmu sayang, mommy nggak setuju " ucap Naina lagi
" tapi Babby tetap akan pergi mom ". Tut. Babby mematikan sambungan telepon sepihak membuat Naina khawatir akan kekeras kepala Babby
" maafkan Babby mom, tapi Babby ingin memastikan sesuatu di sana " ucap Babby segera menarik kopernya dan menuju bandara di mana teman teman nya menunggu.
" Hay apa kalian sudah lama menungguku ?" tanya Babby setelah sampai di sana.
" tidak kami baru saja sampai, ayo kita langsung saja berangkat." ucap salah satu teman Babby
" tunggu dulu, apa kau yakin mommy dan Daddy ku tidak bisa melacak keberadaan ku ? " tanya Babby pada Shira salah satu sahabat setianya.
__ADS_1
"tenang saja ini jet pribadi keluarga ku dan paspor yang kau gunakan sudah ku palsukan jadi tenang saja keluarga mu tidak akan bisa melacak mu kecuali kalau mereka setan" ucap Shira diakhiri dengan candaan.
" baiklah, kalau gitu kita GO " ucap Babby semangat.
###
" mas lacak Babby sekarang, sebelum dia berangkat ke Swiss " ucap Naina khawatir
dan tanpa banyak bertanya tuan Bara segera melacak keberadaan Babby melalui handphone yang di gunakannya.
" sayang, kamu tenang dulu , Babby masi ada di apartemennya dia tidak ke mana mana " ucap Bara menenangkan hati Naina
" sayang, telpon Bryan, cepat !" ucap tuan Bara sambil mencoba meretas CCTV di sekitaran apartemen Babby
drrt drrt drrt drrt
setelah telponan ke empat baru Bryan mengangkat panggilan Naina.
" hallo Bry, Babby pergi ke Swiss tanpa pengawasan dari bodiguard Daddy, mommy takut Babby kenapa Napa " ucap Naina khawatir melalui sambungan telepon
__ADS_1
" mommy tenang , Bryan akan menemukan Babby secepatnya " ucap Bryan segera mematikan sambungan telepon nya. sedangkan Naina menarik napasnya panjang.
#
" Chiki siapkan jet untuk keberangkatan ke Swiss sekarang " ucap Bryan melalui sambungan telepon.
karena tidak ingin membangunkan Bris, Bryan menggendong dan membawanya ke bandara menggunakan mobil.
sesampainya di bandara Bryan turun dari mobil dengan Bris di gendongannya. Chiko dan Zeyin menganga dan tidak percaya melihat Bryan begitu hati hati menggendong Bris takut sang empu terbangun.
" Bry biar saya saja yang membawa Bris ke dalam pesawat." tawar Zeyin refleks yang mana membuatnya menelan ludah dengan susah saat menyadari ia telah salah bicara' karena saat ini Bryan sedang menapnya seolah akan membelanya hidup hidup.
" saya bisa membawa istriku sendiri dan kau jangan pernah berani menyentuh istriku jika tidak di perlukan," ucap Bryan dingin dan segera berlalu.
" Zeyin, apa kau juga berfikir Bryan sudah menjadi CEO bucin ?" ucap Chiko dan di angguki oleh Zeyin.
" apa kalian ingin berlari menuju Swiss " ucap Bryan membuyarkarkan lamunan Chiko dan Zeyin
" Baik boss " ucap Zeyin dan Chiko secara bersamaan.
__ADS_1