
" kok gue nggak di ikat shi ?" tanya Bris merasa di remehkan.
" ohh nona kenapa kau begitu bego, sudah bagus tak di ikat malah minta di ikat." batin Chiko heran
"dasar gadis aneh " umpat Zeyin dalam hati
" oh sayang, tangan mu terlalu di sayangkan untuk di ikat, lebih baik tangan kecil kamu itu di gunakan untuk melayaniku " ucap Kenzo menatap penuh nafsu kearah Bris sedangkan Bryan kini menatap tajam kearah Kenzo.
ingin sekali Bryan menghajar Kenzo saat itu juga namun ketika melihat gelengan kepala dari Bris membuat Bryan mengurungkan niatnya.
sebenarnya ikatan tali pada Bryan, tuan Bara, Chiko dan juga Zeyin sudah terlepas sejak beberapa pria yang membawa mereka keluar. mereka hanya mengikuti permainan dari Bris saja.
" apa yang harus kulakukan, apa saya harus memijatmu ?" tanya Bris pura pura takut
" oh sayang kau begitu menggemaskan " ucap kenzo mendekati Bris.
" stop , aku mengunci pintu dulu, agar tidak ada orang luar yang masuk saat mendengar suara kita " ucap Bris membuat semua orang di sana melotot kan matanya tidak percaya dengan kata kata Bris.
" apa kau gila ?" bentuk Bryan marah.
__ADS_1
" oh Bry, aku bingung harus bagaimana. tangan dan kaki kalian terikat dan aku tidak ingin berakhir seperti kalian " ucap Bris membuat semua orang di sana terkejut.
" kak Bris aku tidak menyangka kau seperti ini " ucap Babby sedih dan sedikit kecewa
" diam kalian semua " teriak kenzo marah
" Bris sayang ayo kita mulai " ucap Kenzo lagi
" apa kau tidak ingin mengikat tangan ku juga, saya takutnya anda menyesal nantinya " ucap Bris lagi membuat yang lainnya mengumpat Bris dalam hati.
" tidak, aku tidak akan menyesal " ucap Kenzo meraih tangan Bris, namun baru saja ingin menyentuh Bris, tangannya di pelintir dan kemudian di banting oleh Bris
" UPS , apa hanya segitu kemampuan dari ketua gengster Reliable Disguise ?" ucap Bris meledek Kenzo.
'' ahhhishhh beraninya kau '' Ringgis Kenzo marah
dan terjadilah aksi baku pukul antara Bris dan kenzo yang mana di menangkan oleh Bris. membuat orang orang di sana terkejut melihat kekuatan dan kejamnya seorang Bris, yang mana telah membuat ketua gengster Reliable Disguise takapar tak berdaya bahkan dapat di pastikan kedua kaki dan tangannya telah patah dan tak bisa normal kembali.
" oh astagah aku berjanji tidak akan pernah menyinggung nona Bris lagi " batin Chiko bergidik ngeri
__ADS_1
" ternyata dia bukanlah gadis gila, melainkan seorang psikopat " batin Zeyin dan ia berjanji pada dirinya sendiri tidak akan menyinggung Bris lagi.
" ternyata menantuku tidak sesederhana kelihatan nya " batin tuan Bara takjub terhadap Bris.
" kakak kau hebat " teriak Babby senang.
namun sesaat kemudian mereka kembali terkejut saat melihat Bris menangis tersedu-sedu. seolah ia sedang menyesali perbuatannya.
" sayang kamu kenapa ?" tanya Bryan melepaskan ikatan tangan dan kakinya segera mendekati Bris
" kau kenapa " tanyanya lagi saat tidak mendapatkan Jawaban dari Bris sedangkan yang lainnya menunggu jawaban dari Bris.
" apa kau merasa bersalah karena sudah melukai pria itu, kau tidak perlu merasa bersalah begitu. apa yang kau lakukan itu sedah benar." ucap Bryan mencoba untuk menenangkan Bris. tapi bukannya diam Bris kembali menangis sambil menggelengkan kepalanya, membuat orang orang di sana bingung, apa sebenarnya yang membuat Bris menangis.
" a.ku pikir..hiks. de.ngan melawan ke.ketuanya a.aku hiks akan puas ternyata dia begitu lemah, hiks bah.bahkan dia ti.. tidak bisa memba.lasku walau hanya sekali.. huuuuu huaaaaa" ucap Bris sambil menangis sedangkan yang lainnya kini berfikir, dan berjanji dalam hati mereka tidak akan pernah mencari masalah lagi.
" apa di luar masih ada musuh di luar ?" tanya Bris pada Bryan namun mendapat gelengan kepala dari sang empu membuat Bris makin mengeraskan suara tangisnya.
" apa yang harus aku lakukan tidak mungkin aku akan mengorbankan anggotaku untuk di jadikan samsaknya " batin Bryan pusing, karena sebenarnya musuh mereka sudah habis takapar di buatnya dan yang membawa mereka masuk tadi adalah bawahan Bryan.
__ADS_1
" astaga, apa yang kulakukan selama ini, " ucap Zeyin bergidik ngeri melihat Bris dan menyesal telah mencari gara gara pada Bris selama ini.