
setelah beberapa panggilan tak di jawab akhirnya panggilan ke 4 diterima.
" hallo mba.?'' sapa Anita pada sang sahabat
" ya, ada apa Nita ?, apa putri mu mau di jodohkan dengan putra ku ?" tanya sahabat Anita antusias
" mmm maaf ya mba, putri ku tidak mau di jodohkan dan dia sudah punya kekasih pilihan nya sendiri" ucap Anita tak enak hati.
" ngga apa apa Nit, !" balas sahabat Anita terdengar ingin mengatakan sesuatu dan hal itu membuat Anita makin tak enak hati
" Skali lagi maaf yha.." ucap Anita sekali lagi
" mm Nita, sebenarnya anak mba juga menolak perjodohan ini, bahkan dia akan melamar kekasihnya besok. bahkan tadi mba ingin menelponmu dan mengatakannya padamu, tapi keburu kamu yang menelpon lebih dulu". jelas sahabat Anita yang juga tak kalah merasa bersalah.
" iya mba. sejauh apapun usaha kita menyatukan anak anak kita, kalau mereka memang di takdirkan tidak bersama, mereka tidak akan bersama, begitupun sebaliknya." jelas Anita
" iya Nit, ya udah mba tutup yha telponnya" ucap sahabat Anita.
hufff
__ADS_1
" mungkin mereka memang bukan jodoh." gumam Anita menghembuskan nafasnya kasar.
" udah mah, lebih baik kita tidur. " ucap Antonio membawa sang istri ke kamar karna jam sudah menunjukkan pukul 11.37 malam.
sedangkan di sisi lain kamar, terlihat Bris yang tidak bisa tidur, jika biasanya dia tertidur dengan mudah, lain halnya dengan saat ini, dia sedang di Landa ketakutan akan yang terjadi besok hari.
" moga aja Tante Naina , tidak mengatakan apa yang kukatakan tadi siang. bisa mati gue di amuk masa" gumam Bris mendramastis.
" ah sial, kenapa gue nggak bisa tidur sih " kesal Bris.
2 jam kemudian, terlihat Bris sedang menghitung bintang agar ia bisa tertidur, namun nihil dari dia menghitung domba sampai nama hewan darat habis dan kini sedang menghitung bintang namun matanya tak bisa juga tertutup.
"daripada gue tersiksa sendiri mending gue gangguin aja si Bryan," gumam Bris marai handphone nya dan segera menelpon Bryan
sedangkan disisi lain terlihat Bryan yang sedang menonton TV dengan pikiran yang melayang entah kemana.
Drrt drrt
Bryan mendengar suara Handphone nya bergetar, segera mengangkat panggilan tersebut saat melihat siapa yang tengah menelponnya.
__ADS_1
" apa kamu merindukan ku ?" tanya Bryan
" apa kau tidak tidur ?" tanya Bris tanpa menjawab pertanyaan dari Bryan.
" tidak, aku tidak bisa tidur jika tak ada kamu di samping ku." jawab Bryan yang dianggap gombalan untuk Bris
" Ck Lo pikir gue anak kecil yang digombal dikit Baper ?" ucap Bris jengkel
" saya tidak sedang menggombal,! , saya serius. tapi kenapa kamu menelpon ku dini hari seperti ini, apa ada yang ingin kamu sampaikan.?" tanya Bryan, karena tiga kali tidur dengan Bris, Bryan tau kalau Bris akan tidur cepat jika sudah berada di kasur, bukan hanya kasur bahkan di semua tempat .
Bris mendengar pertanyaan Bryan bingung harus menjawab apa, dia tidak mengkin mengatakan kalau dia tidak bisa tidur karena memikirkan Bryan.
" mmm, gue hanya mau ngomong, Lo nggak perlu menikahku karena gue udah di jodohkan !" ucap Bris mencari alasan.
" dan kau menerimanya ?? x tanya Bryan serius
" iya " jawab Bris bohong
" apa kau gila ???" bentak Bryan dan segera membanting handphone nya ke lantai dan sambungan telepon terputus.
__ADS_1
" berani sekali dia mempermainkan ku..?, seperti nya saya terlalu baik dengan nya" ucap Bryan marah.