
" Bry , siapa wanita yang membuat mu seperti ini ?" tanya Bris kini serius.
" itu tidaklah penting, nanti Chiki yqng akan mengurusnya" ucap Bryan kembali memeluk Bris.
" apa kau mencoba melindungi nya dariku ?" tanya Bris menatap tajam Bryan.
" tentu saja tidak, aku hanya tidak ingin kau melakukan hal yang bisa melukai dirimu." ucap Bryan
" kalau kau tidak mau memberitahu ku, tidak apa aku sendiri yang akan mencari nya sampai ketemu." ucap menatap
" berani sekali dia menyentuh milikku " batin Bris posesif
" lama mereka berbincang sampai akhirnya mereka tertidur tanpa menyadari, gejala alergi yang ada di tubuh Bryan perlahan menghilang. padahal sebelumnya alerginya akan hilang jika ia mengonsumsi obat dari Zeyin dan membutuhkan beberapa hari menghilangkan ruam di tubuhnya.
###
21.30
" di mana Bryan ?" tanya Zeyin yang baru sampai dari Bali.
" dia ada di dalam bersama nona Bris " jawab Chiko
" kenapa pintunya tidak bisa di buka, " tanya Zeyin lagi sambil menggedor-gedor pintu kamar dengan keras
" lebih baik kau berhenti sebelum pemiliknya terbangun." ucap Chiko memperingati Zeyin.
" Bryan sedang tidak baik-baik saja di dalam, kenapa kau begitu tenang saat Bry..an " ucapan Zeyin terhenti saat melihat sosok Bris yang terlihat sangat marah.
__ADS_1
" apa kau tidak memiliki pekerjaan lain selain menggedor pintu kamar orang lain dokter Zeyin !" tanya Bris datar dan menatap tajam ke arah Zeyin.
" a..a. aku..." Zeyin menjadi gugup dan Takut saat melihat sosok Bris yang terlihat sedang menahan amarahnya.
" aku apa ?" tanya Bris lagi dingin.
" Bryan sedang sakit, saya harus mengobatinya" ucap Zeyin
" dia tidak memerlukan dokter gadungan sepertimu " ucap Bris lagi
" kau,," ucapan Zeyin terpotong
" berani sekali kau meninggikan suaramu padanha " ucap Bryan dingin menatap tajam Zeyin.
" Bry dia menghalangiku untuk memeriksa mu" ucap Zeyin mengadu.
" jika dia melarangmu untuk memeriksa ku kau harus mematuhinya, dan apapun perintah nya kedepan kau harus mematuhinya tanpa terkecuali. " ucap Bryan lagi
" Zeyin, dengarkan baik-baik dia adalah nyonya Thomson, nyonya Bryan Dirga Thomson " ucap Bryan penuh penekanan sedangkan Zeyin semakin di buat bingung dia melirik ke arah Chiko meminta penjelasan namun sang empu hanya mengerutkan bahunya malas dan dia merasa ia tidak perlu menjelaskan nya, Zeyin sendiri bisa memahami apa yang di katakan Bryan.
" emmm Bry bukankah Chiko menelponku karena alergimu kembali " ucap Zeyin mengalihkan pembicaraan karena Bryan terus memandang tajam dirinya. dan sontak hal itu membuat Chiko menoleh ke arah Bryan dan mengerutkan keningnya.
" Boss, bukankah tadi kau '," ucap Chiko terputus
" Bryan tidak memerlukan dokter gadungan sepertinya " ucap Bris memotong ucapan Chiko.
" terus kalau aku dokter gadungan kenapa di telpon untuk mengobatinya.!" tanya Zeyin lagi
__ADS_1
" kau di telpon untuk membantu Chiki menyiapkan pesta ulang tahun perusahaan Minggu depan." ucap Bryan dan kembali membawa Bris ke dalam kamar tanpa mempedulikan jawaban dari Zeyin.
" Bry ruam di tubuhmu hilang ?" tanya Bris heran
,
" iya, dan sepertinya aku sudah tidak memerlukan obat dari Zeyin lagi untuk mengatasi alergiku " ucap Bryan memeluk Bris
" terus obat apa yang kau mau makan ?" tanya Bris
" kau, kau obat ku " bisik Bryan di telinga Bris membuat sang empu merinding.
" Bry gue serius " ucap Bris mendorong dada bidang Bryan agar mereka ada sedikit jarak.
" aku serius, kau tahu obat yang diberikan Zeyin membutuhkan waktu seminggu untuk menghilangkan ruam di tubuhku, tapi hanya dengan memelukmu saja saya hanya membutuhkan waktu kurang dari sejam untuk menghilangkannya." ucap Bryan dan langsung mencium singkat bibir Bris
" apa kau serius ?" tanya Bris lagi
" ya dan hentikan pertanyaan mu lagi karena aku ingin makan " ucap Bryan menatap Bris
" kalau begitu, gue pesan makanan lewat online saja " ucap Bris meraih handphone nya namun segera di tahan oleh Bryan.
" aku tidak ingin makanan yang lain " ucap Bryan memegang pundak Bris
" Terus apa yang kau inginkan " tanya Bris malas.
'' aku hanya mau dirimu " ucap Bryan membuat pipi Bris merona tau maksud Bryan.
__ADS_1
" dasar om om mesum " ucap Bris berbalik namun segera di tahan oleh tangan Bryan
Bryan segera mencium bibir Bris tanpa memberikan kesempatan pada Bris untuk protes, ciuman yang makin lama makin menuntut sampai makanan yang di nantikan oleh Bryan dia dapatkan.