
terlihat seorang gadis yang sedang merapikan pakaian nya kedalam tas ransel, bersiap untuk berangkat ke desa terpencil untuk melakukan penelitian kelembaban tanah, dia sudah menerima izin dari keluarga nya semalam, dan kegiatan penelitian ini juga diadakan secara mendadak selama 40 hari.
" pah, mah, bang, Bris berangkat yha. mungkin Bris akan jarang memberi kabar karena jaringan di desa sedikit sulit di temukan". pamit Bris kemada keluarga nya.
" ya, hati hati yha nak, jangan ngebut, jangan jauh jauh dari rombongan." jawab ibu Bris khawatir.
" ya Bu " jawab Bris kemudian meninggalkan pekarangan rumah.
Bris melajukan motornya dengan kecepatan tinggi karna 15 menit lagi rombongan nya berangkat. namun tiba-tiba ada beberapa motor yang menghadangnya.
" wah siapa lagi sih ini, apa mungkin suruhan si tua mesum itu yah." gumamnya dan memberhentikan motornya.
" hey mau kalian apa, cepat katakan gue ngga ada waktu nih,!? buruan katakan! ucap Bris turun dari motor nya.
" kami ingin nona ikut bersama kami secara baik baik, jika tidak kami akan melakukan kekerasan" ucap salah satu diantaranya mereka
__ADS_1
" wah kayaknya nggak ada jalan lain nih, ya udah ayo maju lawan gue." ucap Bris memasang kuda-kuda.
dan terjadilah aksi baku pukul lima lawan satu dan pemenangnya dimenangkan oleh Bris .
" lah gitu doang kemampuan kalian, Cemen lo pada." ucapnya terhenti karena ada yang menelpon dan baru ia mau mengambil handphone di sakunya tiba tiba dari belakang ada orang membekap mulutnya menggunakan sapu tangan, dan sesaat kemudian dia pingsan.
" bawah dia ke mobil." titah Chiko kepada anak buahnya, ya orang tersebut adalah Chiko. namun sebelum itu ia mengambil handphone di saku celana Bris yang berdering ada yang menelpon dan segera ia menggeser ikon hijau.
" Bris tidak jadi mengikuti penelitian" ucap Chiko tanpa menunggu jawaban dari sang penelepon. dan segera melajukan mobilnya menuju bandara dengan Bris yang sedang pingsan.
" siapa yang menyuruhmu mengendong gadis itu Chiki..?" tanya Bryan pada Chiko dengan tatapan mata yang tajam seolah akan menelan hidup hidup Chiko.
Glek
Chiko menelan ludah dengan susah payah, takut dengan Bryan saat ini, seolah-olah ia melakukan kesalahan yang sangat fatal.
__ADS_1
" maaf boss, apa saya harus membangunkan nya dulu.? tapi dia sedang pingsan boss." tanya Chiko pada Bryan bkarna tidak mungkin sang boss yang menggendong Bris, karena dia tau sang boss alergi terhadap sentuhan wanita, jangankan bersentuhan berdekatan saja dengan jarak kurang dari 1 meter dia akan merasakan hawa panas dan-gatal gatal di sekujur tubuhnya.
" apa...? pingsan ???. Chiko apa yang kau lakukan padanya" marah Bryan mencekram kerah baju Chiko .
" tuan tadi nona Bris memukul kelima anak buah saya, karna saya tidak ingin melukai nona Bris dan membuat boss menunggu lama. ucap Bryan gugup dan juga bingung tidak seperti biasanya Bryan seperti ini.
namun kebingungan nya itu hilang dan di gantikan dengan keterkejutan nya saat melihat Bryan mengendong Bris membawanya kedalam jet pribadi milik Bryan." apa saya sedang bermimpi..?" batin Chiko bertanya tanya.
" Chiko, apa perlu saya menyertmu ?" tanya Bryan pada Chiko membuyarkan lamunan Chiko.
" ah tidak tuan" jawab Chiko bergegas masuk kedalam mengikuti sang atasan dengan segala pertanyaan dalam hatinya.
selama perjalanan 2 jam Bris juga tidak siuman membuat Bryan kwartir dan Chiko takut, taku dengan amukan sang atasan.
" Chiki jika terjadi sesuatu pada gadis ini, kupenggal kamu". ucap Bryan dingin.
__ADS_1