Terjebak Cinta Gadis Pemalas

Terjebak Cinta Gadis Pemalas
part 50


__ADS_3

" Bry, apa orang yang sudah membuat Chiko masuk RS sudah di temukan ?" jawab yang tengah berada di dalam pelukan Bryan.


" pelakunya belum juga di temukan, CCTV di sana hanya di perlihatkan 2 pria yang masuk yaitu Zeyin dan Chiko sendiri selebihnya wanita semua." ucap Bryan.


" siapapun yang melakukannya pasti dia orang yang memiliki dendam kepada keluarga Thomson atau dia sendiri " ucap Bryan lagi.


" kalau pelakunya udah ketemu buat dia merasakan apa yang di rasakan sama Chiki yha " ucap Bris menatap Bryan


" itu sudah pasti bahkan dia akan menerima lebih dari apa yang dia sudah lakukan pada Chiki." ucap Bryan yang juga ikut menatap Bris.


lama mereka saling menatap dan kini jarak antara mereka tinggal 2 cm lagi namun semuanya di buyarkan saat bunyi handphone dari Bris berdering.


" Hallo, ada apa Ndri?" sapa Bris melalui telepon saat melihat nama kontak yang menelponnya adalah sang sahabat.


" ha..hallo " ucap Indri dengan terseduh menandakan ia sedang menangis.


" hey, kau kenapa, ada apa ,?" tanya Bris beruntun tanda khawatir saat mendengar suara sang sahabat seperti orang yang sedang menangis.


" aku,.. aku aku huaaa aaaaa " Indri yang terseduh dan kini ia mengencangkan suara nya.


" kau di mana, kirim lokasimu sekarang " ucap Bris Kemudian langsung bergegas mengambil kunci motor kesayangannya dan menuju lokasi yang di kirimkan sang sahabat. namun sesaat kemudian ia kembali dan mencium singkat bibir sang suami yang tadi sempat cemberut karena di abaikan.

__ADS_1


Cup


" aku ke Indri sekarang, kalau kamu mau ke RS bagi tau aku biar aku langsung ke sana " ucap Bris dan langsung bergegas pergi setelah berpamitan pada Bryan


sedangkan Bryan saat ini sedang di liputi dengan kebahagiaan yang ganda, lain halnya dengan Chiko yang saat ini sudah sadar.


dia terus terusan meringgis kesakitan sebab adik kecilnya terasa sakit dan keram sekaligus karena sebelumnya dokter sempat memberikan suntik keram.


" astagh dokter mana yang merawatku kenapa rokci sesakit ini" teriak Chiko frustasi.


" hey tenanglah, kenapa kau begitu cengeng " ucap Zeyin jengah melihat tingkah Chiko.


" dia sudah pulang, karena takut padamu yang selalu akan membunuhnya." ucap Zeyin karena ia sudah cape berdiri kini ia memilih duduk di kursi dekat ranjang Chiko.


Chiko yang sibuk dengan handphone nya dan Chiko yang selalu meringgis kesakitan dan mengeluarkan umpatan tidak jelas.


" hey tenanglah, setelah kau sembuh kau bisa membalas orang itu melebihi apa yang kau rasakan " ucap Zeyin menenangkan Chiko.


" sepertinya pelakunya sangat profesional, karena semua CCTV yang ada di hotel telah di lihat namun tidak ada tanda-tanda orang yang mencurigakan, selain tuan Gozi dan anak serta bawahannya, tapi mereka tidak mungkin melakukannya karena mereka semua sudah diamankan terlebih dahulu" ucap Bryan yang baru masuk dalam kamar Rawat Chiko.


" saat itu dia pasti melewati CCTV dekat toilet cowok " ucap Chiko namun mendapat gelengan kepala dari Bryan.

__ADS_1


" pada jam dimana saat kau di pukul Hanya ada dua pria yang ke sana dan itu hanya kau dan Zeyin " ucap Bryan lagi dan di balas anggukkan dari Zeyin.


" kalau saja pria yang memukulku mungkin saya tidak seperti ini" ucap Chiko membuat Bryan dan Zeyin mengerutkan keningnya


" maksud kamu, orang yang membuatmu seperti ini itu seorang wanita " ucap Zeyin speacles begitu pula dengan Bryan.


" ya dia seorang wanita, dan lihat saja aku akan membuat dia tidak tenang " ucap Chiko menggebu.


sedangkan Bryan mendengarnya kini terdiam, karena ia juga sudah merasakan bagaimana dulu seorang gadis menendang adiknya sampai membuat ia harus berada di rumah sakit beberapa hari.


berbeda dengan Bryan, Zeyin kini tertawa terbahak-bahak tidak menyangka sahabatnya yang memegang sabuk hitam beberapa bela diri kini masuk rumah sakit hanya karena seorang wanita.


tawa Zeyin berhenti saat melihat sosok Bris yang berdiri di depan pintu kini menatap tajam dirinya.


" apa yang membuatmu begitu bahagia saat ada sahabatmu yang sedang terbaring lemah " ucap Bris memandang tajam Zeyin. jika sebelumnya Zeyin akan menjawab seadanya pada Bris Namun kali ini berbeda karena ia sudah melihat bagaimana kejamnya seorang Bris.


" tidak ada, saya tertawa karena tadi Chiko membuat lelucon, iyakan Bry ?" ucap Zeyin meminta pembenaran dari Bryan dan mendapat anggukan kepala dari Bryan membuat Zeyin bernafas lega.


" Bris gue lelah mau duduk " ucap Indri yang lelah menangis dan memutuskan untuk ikut dengan Bris untuk menjenguk Abang Bris, sedangkan Chiko yang seperti mengenal sosok suara dari Indri kini menoleh. dan begitu terkejutnya dia saat melihat siapa sosok itu.


" KAU..???"

__ADS_1


__ADS_2