
" ya udah kamu tidur saja, ntar kalau sudah sampai saya bangunin." jawab Bryan yang dibalas anggukan oleh Bris.
setelah melewati perjalanan kurang lebih 1 jam, akhirnya mereka sampai di apartemen Bryan. namun bukannya membangunkan Bris, dia justru membawa Bris masuk kedalam apartemen nya.
" setelah meletakkan Bris diatas tempat tidur, Bryan segera masuk kamar mandi untuk membersihkan diri, kemudian dia menyusul Bris diperaduannya.
30 menit kemudian terlihat Bris bangun terlebih dahulu.
" eugghh gue lapar banget dah," gumamnya sambil menggeliat. sesaat kemudian dia tersadar kalau dia tidur di kasur Bryan bersama sang pemilik.
" heh dasar om om mesum,! seharusnya tadi gue nggak usah percaya, katanya mau bangunin, ujung ujungnya apa ini ? , dasar mesum." ujar Bris beranjak dari tempat tidur, awalnya dia ingin mencari kehidupan yang ada di dapur Bryan, tpi saat melihat kunci motor kesayangannya ada diatas nakas di dekatnya. dia memilih pulang kerumahnya.
"apa setelah nikah nanti kebebasan yang gue punya, akan hilang .?" tanya nya pada diri sendiri. hal inilah yang paling ditakutkan Bris kalau ia nikah muda.
hufff
Bris menghela nafas panjang," kira kira ayah Ama ibu setuju nggak yah..?" tanyanya pada diri sendiri
__ADS_1
###
" mah jika Bris menolak perjodohan ini, tolong jangan paksa dia ya.!? " pinta Antonio, ayah Bris kepada istrinya yang berniat menjodohkan Bris dengan anak sahabat nya.
" iya pah, mama tidak akan memaksa Bris untuk menerimanya, tapi setidaknya dia terlebih dahulu menemui anak sahabat mama." jawab Anita
" Cris,, coba kamu telpon adikmu, barang kali tersambung.!" ucap Anita menyuruh Cris untuk menelpon Bris , namun baru saja Cris mau menelpon, terdengar suara teriakan Bris dari arah pintu.
" yuhuu Bris anak kesayangan kalian pulang..!!" teriak Bris mengalihkan perhatian semua orang.
" ahhhh sepertinya hanya diriku yang merindukan kalian sedangkan kalian...??" jawab Bris mendramastis
" jangan bilang kamu bolos lagi Jia ??" tanya Cris curiga
" aku tidak bolos bang. tapi aku memang tidak ikut ke desa itu.!!" jawab Bris enteng
" apa ???,, terus selama 2 hari ini kamu kemana ha ?" teriak Antonio marah mendengar anaknya tidak mengikuti penelitian, tapi selama 2 hari dia tidak pulang ke rumah.
__ADS_1
" aku kesasar, iya aku kesasar karena ketinggalan rombongan." jawab Bris berbohong, iya kali dia jujur yang ada kalau jujur malah tamba berabe.
" astaga, apa kamu baik baik saja sayang..?" tanya Anita khawatir.
" tenang saja aku baik kok, oh yha katanya tadi mau nelpon Bris, emang mama mau bilang apa ? tanya Bris, karena tidak biasanya sang ibu mau menelpon kalau itu bukan suatu hal yang penting, apa lagi dia baru pergi dua hari, bisanya seminngu nggak pulang baru ia di telpon.
" ohh itu mama mau ngomong sesuatu Ama Bris !" ucap Anita membawa Bris duduk di sofa yang ada di ruang tamu.
" gini sayang, mama mau menjodohkan menjodohkan kamu dengan anak sahabat mama, lagian kamu kan nggak punya pacar." ucap Anita yang mana membuat Bris terkejut.
" ya nggak bisa gitu dong mah, lagian siapa bilang Bris nggak punya pacar?, Bris itu punya pacar mah, dan Bris nggak mau di jodohin!! titik tak pake koma " ucap Bris kemudian meninggalkan mereka semua menuju kamarnya.
Anita yang mendengar jawaban Bris, sedikit kecewa namun dia tidak ingin egois mengutamakan keinginan nya daripada kebahagiaan putrinya.
" udah mah, lebih baik telpon sahabat kamu, dan katakan kalau putri kita tidak mau di jodohkan karena sudah memiliki kekasih." ucap Antonio menasehati istrinya.
" iya pah." jawab Anita lesuh.
__ADS_1