Terjebak Cinta Gadis Pemalas

Terjebak Cinta Gadis Pemalas
part 51


__ADS_3

" Indri kau kenapa ?" tanya Bris yang baru saja sampai di sebuah taman Kota. telat di lokasi yang di kirimkan oleh Indri.


" hiks hiks, kau tau Bris ternyata selama ini ibu berbohong padaku, ayahku ternyata masih hidup dan tadi gue liat dia jalan dengan seorang wanita yang seumuran dengan ibu." ucap Indri menangis, namun saat melihat reaksi dari sang sahabat kini dia mengerutkan keningnya.


" kenapa Lo nggak terkejut " ucap Indri menghapus air matanya dan menatap penuh selidik pada Bris.


hhhuff


" apa kau sekarang marah pada ibu ?" tanya Bris menghela nafasnya panjang


" iya, aku kecewa padanya " ucap Indri


" apa kau sudah tahu semua ini ?" selidik Indri lagi


" iya, dan satu hal yang harus kau tahu, ibu tidak pernah berbohong " ucap Bris yakin sedangkan Indri mengetahui Bris tahu semuanya kini ia terlihat amat kecewa


" ibu berbohong kalau ayah sudah meninggal dan kini gue kecewa Ama Lo " ucap Indri dengan tatapan kecewa pada Bris.


" ibu pernah bilang padamu bahwa ayahmu sudah meninggal dan saat itu gue juga berada di sana, kamu melihat ibu menangis karena ayahmu sudah meninggal aka Mati tapi gue bisa melihat ibu menangis karena kekecewaan yang amat dalam pada ayahmu dan saat itu juga aku memutuskan untuk mencari kebenarannya, setelah semua informasinya gue dapet gue kembali ke ibumu dan bertanya kenapa ibu harus berbohong padamu dan kau tahu apa ibu bilang ?, ibu bilang kepadaku bahwa ayahmu pergi dengan istrinya yang lain dan pergi meninggalkan kalian, awalnya ibu berpikir kalau dia telah di selingkuhan dan ternyata ibu salah dan justru ibulah yang menjadi orang ketiga dalam rumah tangga orang lain, dan setelah ibu mengetahui semuanya ibu memberikan dua pilihan kepada ayahmu, ibu dan kau atau istri pertamanya. tapi ayahmu justru memilih istri pertamanya bahkan dengan teganya dia mengatakan ibu adalah orang yang tidak tahu malu, sebab sudah menjadi simpanan masih juga berharap ayahmu memilihnya. dan itu sebabnya ibu mengatakan bahwa ayahmu sudah meninggal yang artinya telah meninggalkan kalian dan memili keluarga yang lainnya." jelas Bris membuat Indri yang mendengarnya kini kembali menangis dan merasa begitu bodoh serta merasa bersalah kerna tidak bisa memahami perasaan ibunya.


"Bris ini sangat sulit ku mengerti , bahkan aku tidak bisa percaya bahwa ayah akan melakukan itu " ucap Indri senduh

__ADS_1


" masih ada berita yang lainnya yang akan membuatmu lebih terkejut " ucap Bris menatap Indri


" apa itu masih tentang ayahku !" ucap Indri dan Bris menganggukkan kepalanya.


" katakan, aku ingin tahu semua tentang dia " ucap Indri menggebu.


" kau tahu kan akhir nama kamu dengan kak Dika itu sama Indri Hapsari Maheswara dan Dika Ananda Maheswara '' ucap Bris dan mendapatkan anggukkan kepala dari Indri.


" ya gue tau tapi apa hub," ucapan Indri terhenti saat ia mengerti maksud dari Bris


" apa Dika sodara se Ayah gue " ucap Indri tidak percaya


" iya dia adalah saudara mu dia kakakmu " ucap Bris membuat Indri semakin speacles dengan kenyataan ini


" gue mau pulang " ucap Indri yang ingin beranjak dari duduknya namun di tahan oleh Bris.


" kau tidak akan pulang dan Malam ini kau harus tidur di apartemen ku." ucap Bris namun Indri menolak


" tidak, aku tidak ingin mengganggu malam kau dan suamimu " ucap Indri


" tenang saja malam ini Bryan akan tidur di RS menemani kak Chiko " ucap Bris dan mau tidak mau Indri setuju.

__ADS_1


" sekarang Lo ikut gue ke RS " ucap Bris dan mereka segera berangkat ke RS menggunakan motor masing-masing.


###


Bris dan Indri yang baru saja tiba mengerutkan keningnya saat melihat ada seseorang yang tertawa begitu bahagia sedangkan di dalam ada orang sakit


" apa yang membuat dokter gadungan itu tertawa seperti itu ?" gumam Bris yang masih di dengar oleh Indri dan memutuskan untuk bertanya langsung saat melihat Zeyin melotot terkejut karena melihatnya.


" apa yang membuatmu begitu bahagia saat ada sahabatmu yang sedang terbaring lemah " ucap Bris memandang tajam Zeyin. jika sebelumnya Zeyin akan menjawab seadanya pada Bris Namun kali ini berbeda karena ia sudah melihat bagaimana kejamnya seorang Bris.


" tidak ada, saya tertawa karena tadi Chiko membuat lelucon, iyakan Bry ?" ucap Zeyin meminta pembenaran dari Bryan dan mendapat anggukan kepala dari Bryan membuat Zeyin bernafas lega.


" Bris gue lelah mau duduk " ucap Indri yang lelah menangis dan memutuskan untuk ikut dengan Bris untuk menjenguk Abang Bris, sedangkan Chiko yang seperti mengenal sosok suara dari Indri kini menoleh. dan begitu terkejutnya dia saat melihat siapa sosok itu.


" KAU..???" Chiko terkejut saat melihat sosok orang yang telah melukainya ada di sana.


sedangkan Indri yang mendengar suara yang begitu familiar kini menoleh ke sumber suara dan alangkah terkejutnya ia melihatnya.


" KAU..???" Ucap Indri kini juga terkejut


Indri kini dilanda ketakutan, dia sudah salah mencari lawan ternyata orang yang di pukulinya bukanlah orang sembarang, dia merupakan asisten seorang tuan Bryan Dirga Thomson yang berarti tuan Lorens Chikolanz Browdi. anak satu satunya dari seorang pengusaha terkenal tuan Browdi.

__ADS_1


" Zeyin kau tahan wanita itu " teriak Chiko menunjuk Indri


sedangkan Indri kini bersembunyi dibalik punggung Bris.


__ADS_2