Terjebak Cinta Gadis Pemalas

Terjebak Cinta Gadis Pemalas
part 31


__ADS_3

di sebuah ruangan rumah sakit ternama, terlihat Bryan sedang memandang wajah pucat Bris, lama ia memandanginya sampai ia merasakan ngantuk dan memutuskan tidur bersama dengan memeluk Bris.


tepat pukul 04.00 pagi Bris mulai menggerakkan jari jarinya dan mengerjapkan matanya..


" haus..." ucap Bris lemah


Bryan samar samar mendengar suara Bris ia segera membuka matanya,


" Bris kau sudah sadar " tanya Bryan senang.


"haus.." ucap Bris lagi


" sabar ya, saya panggil dokter dulu" ucap Bryan segera menekan tombol di dekat Bris yang terhubung langsung dengan dokter. karena ia sudah di peringatkan oleh dokter, saat Bris sadar segera memanggil dokter. dan tak lama kemudian terdengar pintu di ketuk menandakan dokter akan masuk.


ceklek


" dokter istri saya sudah sadar !" ucap Bryan antusias


" biar saya periksa dulu". ucap dokter." nona Bris sekarang baik baik saja bahkan jauh dari prediksi dokter sebelumnya dan agar racun di dalam tubuhnya keluar sepenuhnya jangan mengonsumsi apapun sebelum ia buang air kecil terlebih dahulu" ucap dokter lagi.


" baik dok, apa setelahnya istri saya boleh makan apa saja dok ?" tanya Bryan

__ADS_1


"boleh, kalau sudah tidak ada pertanyaan lagi saya permisi" ucap dokter dan di angguki oleh Bryan.


setelah kepergian dokter Bryan mendekati Bris kembali.


" kau dengar tadi, kamu tidak boleh mengonsumsi apapun sebelum pipis termaksud minum " ucap Bryan


" kalau gitu gue mau pipis dulu" ucap Bris namun baru saja bergerak sedikit, tubuhnya terasa remuk sema dan Bryan melihat itu segera mengendong Bris.


" eh apa yang kau lakukan ? " kaget Bris Karena Bryan tiba tiba menggendongnya, namun Bryan tak menjawab nya


" pipislah aku menunggumu," ucap Bryan mendudukkan Bris di atas kloset.


" terus Lo ngapain masih di situ, mau liatin gue pipis ?" ucap Bris melihat Bryan tak kunjung keluar.


setelah Bris selesai dengan urusan toiletnya, kini Bris tengah menikmati minuman dan makanan kesukaan nya.


" saya minta maaf, tidak seharusnya saya menyakitimu malam itu " ucap Bryan setelah Bris selesai makan.


" kau memang harus minta maaf padaku, seharusnya kan gue yang marah kenapa jadi Lo, bingung dah gue." ucap Bris kesal saat teringat dengan Bryan saat itu.


"tapi emang anak anak siapa yang kau tanya malam itu ?" tanya Bryan menatap Bris

__ADS_1


" ahahahahahahahaha" sontak hal itu membuat Bris tertawa terbahak_bahak


" hei kenapa kau tertawa, apa ada yang lucu ?" tanya Bryan heran


" hhhhm anak anak yang gue maksud tu cacing cacing perutku hahha" ucap Bris lagi lagi tertawa sedangkan Bryan merasa konyol di hadapan Bris


" oh ya harusnya tu gue yang marah, beraninya kau selingkuh selagi kau menjadi suamiku " ucap Bris serius tak lagi tertawa.


" aku selingkuh ?" tanya Bryan bingung


" dengarkan baik baik, kau boleh selingkuh tapi setelah kita bercer " uacapan Bris menggantung ke udara ketika Bryan nenciunya dengan kasar. awalnya Bris hanya diam tanpa membalas ciuman dari Bryan namun Bryan yang lihai memancing gairah Bris membuat Bris membalas ciuman Bryan.


" ingat tidak ada perceraian diantara kita dan tidak ada pula namanya perselingkuhan" ucap Bryan setelah melepas tautannya


" tapi aku tidak suka di selingkuhi ataupun menjadi selingkuhan " ucap Bris menatap Bryan berusaha menyembunyikan degup jantung yang tidak karuan begitu pula dengan Bryan


"tidak ada yang selingkuh atau pun jadi selingkuhan" ucap Bryan


" tapi aku melihat semuanya Bryan "ucap Bris marah


brak

__ADS_1


" apa kau cemburu denganku ?"


__ADS_2