Terjebak Cinta Gadis Pemalas

Terjebak Cinta Gadis Pemalas
part 33


__ADS_3

setelah Bris menjalani perawatan di rumah sakit, kini ia sedang menikmati hari akhir kebebasannya karena besok dia akan kembali di pertemukan dengan dosen kesayangannya yaitu pak Tarno.


ingin sekali Bris loncat kedalam kolam, Hanya saja Bryan melarangnya dan saat ini di apartemen tidak ada siapa siapa selain dirinya saja.


" mandi ajha lah lagian mana mungkin Bryan bisa tau " ucap Bris segera melepas pakaian luar menyisakan pakaian dalam saja. Bris mengira Bryan berangkat ke kantor pagi sekali padahal Bryan hanya bekerja di ruangan kerja dalam apartemennya.


" sial,," umpat Bryan saat melihat Bris mandi di kolam renang hanya menggunakan pakaian dalam membuat si Jeki kembali memberontak.


" jangan salahkan diriku nantinya " ucap Bryan segera melangkah menuju kolam renang di mana Bris tengah asyik berenang.


Bryan berjalan kearah Bris dan


grep


Bryan memeluk Bris dari arah belakang, membuat sang empu terkejut.


'' Bryan, tutup matamu" ucap Bris menutup mata Bryan menggunakan telapak tangannya.


Bryan tidak terkejut karena Bryan memeluknya hanya dengan menggunakan boxer, dia sudah terbiasa dengan itu karena sudah menjadi kebiasaan nya saat tidur.


tapi yang membuat dia terkejut dia hanya menggunakan pakaian dalam saja.

__ADS_1


" hey kenapa kamu menutup mataku ? , ini tidak adil rasanya " ucap Bryan tidak terima


Bris segera melepaskan tangannya, " biarlah, lagian cepat atau lambat dia akan tetap melihat nya bahkan mungkin tanpa sehelai benangpun." batin Bris


Bris segera menuju pinggir kolam dan duduk di sana. dan Bryan yang melihat itu juga mengikuti Bris dan menggendong Bris membawanya ke air.


" tetaplah di air, jika tidak aku mungkin bisa memakanmu di sini" ucap Bryan, dan Bris yang mengetahui maksud Bryan mengernyitkan dahinya.


" apa dia lupa ?" batin Bris langsung tertawa terbahak-bahak saat mengingat si Jeki adik kesayangan Bryan yang mati suri.


" emang kau bisa ?" tanya Bris dengan tatapan yang meremehkan.


Bryan yang melihat tatapan meremehkan dari Bris membuat nya marah, ia segera mencium bibir Bris kasar dan Bris menerima nya dengan senang hati karena dia sudah terbiasa dengan itu bahkan dia menyukainya.


ahh


desah Bris saat Bryan membuat karya pertamanya di sana dan ******* Bris tersebut membuat Bryan makin bersemangat untuk menjelajahi tubuh Bris, bahkan kini tangannya beralih pada dua pegunungan yang masih dilapisi oleh kain kacamata.


Bryan


desah Bris memanggil nama Bryan karena ia merasakan sesuatu yang aneh dalam tubuhnya namun Bryan tidak peduli, bahkan kini kain kacamata milik Bris hilang entah kemana di gantikan dengan kedua tangan Bryan.

__ADS_1


Bry hen,,ti,,kan " ucap Bris tak kuat, namun Bryan tidak peduli bahkan kini kembali berkarya di daerah lereng pegunungan Bris.


ssstt


Bris menggigit bibirnya saat merasakan bibir Bryan menyapu seluruh bagian atas tubuhnya, bahkan kini tangan Bryan mulai menelusup ke bagian lembah milik Bris.


licin, itulah yang di rasakan Bryan. sedangkan Bris melorotkan matanya saat merasakan tangan Bryan menelusup di balik kain segitiga Bermuddanya.


Bry,


desah Bris membuat si Jeki makin tak sabar untuk bertempur dan Bryan yang sudah tak tahan lagi


segera mencium bibir Bris dan membawanya keluar dari kolam. dia ingin pertama melakukan nya di kasur empuknya, ia membawa Bris tanpa melepaskan tautan nya.


Bryan meletakkan Bris diatas tempat tidur dengan perlahan tanpa melepaskan ciumannya dan kini Bryan dengan leluasa menyapu seluruh tubuh Bris menggunakan tangan , bibir dan lidahnya dan Kini mereka berdua sudah tidak menggunakan sehelai benangpun.


sedangkan Bris kini hanya pasrah bahkan ia menginginkan yang lebih dari ini. tanpa bertanya Bryan memulai permainan inti membuat Bris merasakan rasa sakit saat si Jeki memasukinya.


ssstttt ahhh,


bukan Bris yang berdesis melainkan Bryan yang merasakan sakit dan nikmat bersamaan, nikmat saat berhasil menjebol gawang Bris dan sakit saat merasakan kuku kuku tajam Bris menancap di punggungnya.

__ADS_1


, Bryan yang tak kenal lelah menggempur Bris sampai sore dan kini mereka tertidur karena kelelahan melewati perjalanan yang cukup menguras tenaga.


__ADS_2