Terjebak Cinta Gadis Pemalas

Terjebak Cinta Gadis Pemalas
part 49


__ADS_3

Na Na Na Na


Indri bersenandung senang karena sudah puas membalas kekesalannya pada Chiko.


" hey lu dari mana saja, dari tadi gue cariin tau nggak " ucap Bris membawa Indri untuk bergabung dengan keluarganya.


" gue dari toilet, " ucap Indri


" dad Mom, ini teman sekaligus sahabat Bris dan dia juga yang sudah merias Bris." ucap Bris memperkenalkan Indri kepada keluarganya lebih tepatnya kepada tuan Bara dan Naina sebab Bryan, Chris dan kedua orang tua Bris sudah mengenal Indri.


" owhh sayang ayo duduk, terimakasih ya kamu sudah mendandani menantu mommy dengan sangat cantik bahkan mommy sampai tidak mengenalnya " ucap Naina dan di angguki oleh semua nya.


" ah iya Tante, " ucap Indri


dan kemudian mereka melanjutkan obrolan mereka dengan santai.


" eh Bris gue mau cerita nih " ucap Indri pada Bris dengan berbisik.


" cerita apaan ?" tanya Indri


" tadi gue udah ketemu dengan cowok yang pernah gue ceritain " ucap Indri menggebu namun masih dengan berbisik

__ADS_1


" harusnya Lo nonjok dia dong " ucap Bris lagi


" gue udah nonjokin dia sampai gue puas bahkan gue.." ucapan Indri terhenti saat mendengar suara Bryan terkejut saat mengangkat telponnya.


" apa ?" ucap Bryan dengan suara meninggi membuat semua orang kini menoleh kepadanya termasuk beberapa tamu undangan yang berada di dekat mereka.


" terus sekarang dia di mana ?" ucap Bryan lagi pelan saat menyadari banyak pasang mata mengarah kepada nya.


" saya kesana sekarang " ucap Bryan lagi dan segera menutup telponnya.


" ada apa Bry ?" tanya tuan Bara penasaran begitu pula yang lainnya menunggu jawaban dari Bryan


" dad, Bryan akan ke RS sekarang, pestanya Daddy yang hendel saja yha." ucap Bryan lagi dan di angguki oleh tuan Bara.


" Bry aku ikut, aku ingin melihat kondisi kak Chiko " ucap Bris yang begitu khawatir karena dia sudah menganggap Chiko sebagai kakaknya karena sudah sering menolongnya.


" aku juga ikut " ucap Indri yang ingin menemui Bris. dan Bryan menyetujuinya karena tidak ingin membuang-buang waktu.


di dalam perjalanan menuju RS Indri terus menenangkan Bris, ia juga penasaran siapa yang sakit sampai membuat sahabatnya yang tidak peduli dengan orang lain selain keluarganya ini begitu khawatir.


" Ndri dia itu sudah kayak Abang gue tau, bahkan orang yang susunin proposal gue itu dia " ucap Bris sedih tapi seperti biasa dia tidak mengeluarkan air matanya karena air matanya terlalu mahal untuk di keluarkan.

__ADS_1


" ya Lo tenang saja, lagian tadi gue denger dia hanya di pukulin doang kan kaga di tusuk atau di tembak " ucap Indri yang mana membuat Bryan kini yakin kalau Bris dan Indri memang sahabat yang sangat klop, sama sama tidak berperasaan.


" gitu yha ?" tanya Bris pada Bryan meminta kepastian dan mendapat anggukan kepala dari Bryan membuat Bris merasa tenang.


setelah beberapa saat kini mereka sudah sampai di RS dimana Chiko di rawat. dan tepat mereka sampai di depan ruang rawat Chiko terlihat Zeyin yang baru saja keluar.


'' Zeyin, bagaimana keadaan Chiko di dalam " tanya Bris


" biarkan dia istirahat, sejak tadi ia terus mengerang kesakitan dan baru bisa tertidur setelah di berikan obat penenang." ucap Zeyin.


" siapa dalang dari semua ini " gumam Bryan yang masih terdengar oleh mereka.


" sepertinya masih ada musuh yang bersembunyi, selain keluaga tuan Gozi " ucap Zeyin dan di angguki oleh Bryan.


" tapi siapapun pelakunya saya tidak akan membiarkan nya hidup tenang " ucap Bryan


" kalau orangnya udah ketemu ajak aku yha " ucap Bris membuat Zeyin menatap heran pada Bris.


Zeyin berfikir Bris merupakan seorang psikopat yang menyamar menjadi seorang gadis lugu. membayangkannya saja Zeyin bergidik ngeri.


" setelah sadar, Chiko bisa di jenguk untuk sekarang sebaiknya jangan dulu " ucap Zeyin dan di angguki oleh Bryan dan mereka memutuskan untuk kembali ke mansion dan akan datang setelah Chiko sadar.

__ADS_1


__ADS_2