Terjebak Cinta Gadis Pemalas

Terjebak Cinta Gadis Pemalas
part 53


__ADS_3

23.30


terlihat Indri yang sedang mencari posisi ternyamannya untuk tidur namun sejak tadi ia lakukan ia tidak bisa juga menutup matanya,


ia menoleh ke arah Chiko, terlihat Chiko sedang tidur tapi sesekali ia meringgis saat merasakan rasa sakit pada adiknya rokci.


" apa sesakit itu yah ?" tanya Indri pada dirinya sendiri


" kasian juga dia, abisnya shi dia ngeselin banget tapi bagaimanapun juga gue harus merawat nya sampai sembuh " ucapnya lagi kemudian pergi mendekati Chiko.


" tuan ada yang bisa saya bantu " tanya Indri pada Chiko karena saat ini Chiko sedang menatapnya.


" iya kali saya ngomong ke dia kalau saya mau pipis " batin Chiko


" tuan " panggil Indri lagi saat tidak mendapatkan respon dari Chiko.


" iya , iya ehmmm bisakah anda mengantar saya ke toilet saya ingin buang air kecil " ucap Chiko menahan malu, karena semakin lama rokci semakin sakit rasanya kalau tidak keburu di keluarin airnya.


" baiklah itu tidak masalah " jawab Indri dan langsung ingin memapah Chiko namun baru saja Chiko bergerak sedikit ia sudah teriak kesakitan membuat Indri panik.


aaawwwssssss


" apa itu sangat sakit ?" tanya Indri saat mendengar Chiko meringgis kesakitan dan mendapat anggukan kepala dari sang empu.


Indri mengelilingkan matanya sampai padangannya tertuju pada sebuah benda yang berbentuk cetek dan segera di ambilnya.


" nih, tuan pakai ini saja " ucap Indri memberikan benda tersebut pada Chiko

__ADS_1


" ini buat apa ?" tanya Chiko bingung


" tuan mau pipis kan, yha pipisnya di situ aja " ucap Indri lagi


" emang ini apaan ?" tanya Chiko cerewet membuat Indri mulai kesal


" itu tempat buat pasien pria membuang keminya " ucap Indri yang tahu kegunaan dari benda tersebut.


dan karena Chiko tidak ingin membuang-buang waktu lagi ia segera memerintahkan Indri untuk keluar terlebih dahulu. dan di turuti oleh Indri


setelah beberapa saat Indri kembali masuk


" mana pispotnya ?" tanya Indri


" maksudnya termos tadi ?" tanya Chiko


" ya udah mana ?" tanya Indri lagi


" di bawah, emang buat apaan sih ?" tanya Chiko lag


" ya untuk di buang lah, iya kali di simpan. yang ada kalau di simpan tuh buahnya Pesing bangat " ucap Indri dan segera mebuangnya ke toilet juga membersihkannya.


" ko dibalikin lagi shi tu pispotnya, bukannya di buang ya ?" tanya Chiko saat melihat Indri yang keluar dari toilet dengan membawa pispotnya lagi.


" yang di buang tuh air kencingnya bukan pispotnya dan ini itu sudah ku bersihkan jadi nggak bau " ucap Indri lagi membuat Chiko melototkan matanya


" Anda yang membersihkannya ?" tanya Chiko

__ADS_1


" iyalah, emang di sini ada orang lain selain gue ?" ucap Indri membuat Chiko kini memerah malu.


" lain kali di buang saja nggak usah di bersihkan nanti beli yang baru saja " ucap Chiko memerah menahan malu.


" heh lu pikir beli barang pakai daun " ucap Indri kesal.


" uangku banyak dan saya tidak akan miskin hanya karena membeli 1000 pispot " ucap Chiko yang mana membuat Indri semakin kesal.


" udah ahh, gue ngantuk mau tidur geseran dikit dong gue nggak bisa tidur di sofa soalnya " ucap Indri santai dan juga ranjang yang di miliki Chiko bisa di gunakan untuk dua orang dewasa.


" Anda akan tidur bersama saya di sini, saya ini pria loh dan anda wanita?" tanya Chiko speacless


" bodoh amatlah, intinya gue mau tidur di sini lagian Lo nggak bisa macam macam ma gue " ucap Indri membuat Chiko kesal dan pada akhirnya ia mengalah. tidak butuh waktu lama kini keduanya tertidur.


###


" Bry , aku ingin makan cilok yang ada di depan kampus aku dan aku ingin kamu yang pergi beli " ucap Bris pada Bryan dan saat ini mereka masih berada dalam selimut tanpa menggunakan sehelai benangpun karena mereka baru saja melakukan kegiatan suami istri.


" sayang ini sudah malam, mana mungkin masih ada yang jual cilok di jam segini " ucap Bryan heran


" kamu mau beliin atau nggak ?" ucap Bris menatap Bryan


" ini udah larut malam sayang " ucap Bryan lagi


" ya udah kalau kamu nggak mau " ucap Bris dan langsung membelakangi Bryan.


" oke, aku beliin sekarang " ucap Bryan mengalah saat melihat Bris membelakanginya dan terlihat seperti orang yang sedang menangis tanpa suara.

__ADS_1


" ya udah ayo," ucap Bris semangat dan langsung turun dan memakai bajunya dan tidak lupa juga dia menghapus air matanya.


__ADS_2