Terjebak Cinta Gadis Pemalas

Terjebak Cinta Gadis Pemalas
part 56


__ADS_3

" Indri, kakak senang kamu sudah tahu semuanya, tapi kamu tenang saja kakak tidak akan memaksamu untuk menerima kakak, kakak tau itu cukup sulit untukmu " ucap Dika senang.


dan ingin sekali memeluk adiknya saat itu juga namun saat melihat Indri yang menghindarinya saat didekatinya dia kembali mengurungkan niatnya.


" apa kak Dika tidak marah ?, secara kan ibuku adalah orang ketiga dalam keluarga kak Dika" tanya Indri takut


" kakak sama sekali tidak marah padamu dan juga ibumu" ucap Dika yang berusaha meyakinkan Indri


" apa mommy mu tidak akan membenciku saat tau kalau saya adalah anak dari istri kedua ayah ?" tanya Indri lagi


" mommy tidak pernah membenci ibumu apa lagi membencimu, bahkan jika di bandingkan besar rasa sayangnya mommy yang di berikan padaku itu tidak sebanding denganmu, dia sangat mengagumi " ucap Dika membuat Indri mengerutkan keningnya bingung begitu pula dengan Bris.


" kenapa bisa begitu ?" tanya Bris bingung


" saat umurku 3 Tahun, mommy mengalami kecelakaan dan pada saat itu dia sedang mengandung adikku namun karena kecelakaan itu membuat mommy keguguran bukan hanya itu rahimnya juga di angkat karena terdapat benturan keras di bagian itu. setelah tersadar mommy sangat terpukul dengan kenyataan yang terjadi padanya bahkan selama beberapa Minggu ia mengurung dirinya didalam kamar, sampai akhirnya ia mengetahui sebuah fakta penghianatan dari Daddy, sehingga ia memerintahkan beberapa bawahannya untuk menyelidiki siapa selingkuhan Daddy,


" apa mommy mu tau sejak lama tentang keberadaan ibuku ?" tanya Indri


" ya, saat mommy ingin ke rumah selingkuhan Daddy mommy menemukan seorang wanita yang akan melahirkan, dia memutuskan untuk membawa wanita itu terlebih dahulu, namun saat di rumah sakit tidak ada keluarga yang bisa mandapingi wanita itu untuk melahirkan, mommy memutuskan mendampinginya dan saat bayi itu lahir, mommy yang pertama menggendongnya, dia sangat bahagia dan juga sangat menyayangi anak itu sejak dulu sampai sekarang.


saat mommy asyik dengan bayi tersebut mommy terkejut, tiba tiba laki laki menerobos masuk yang di yakini itu adalah suami dari wanita itu tapi yang membuat mommy terkejut ia sangat mengenali suara pria tersebut dan saat ia menoleh mommy sangat hancur pria tersebut adalah Daddy, dan karena mommy tidak ingin merusak kebahagiaan ibumu dia memutuskan untuk pergi dari sana." jelas Dika lagi


Indri tidak bisa berkata-kata lagi, bahkan untuk marah pun ia tidak ada hak, hingga ia hanya mampu meneteskan air matanya


" dek, kamu tidak perlu merasa bersalah karena semua ini sudah jalan takdir yang telah di berikan, kita hanya mampu menerimanya saja " ucap Dika beranjak memeluk Indri untuk menenangkannya.


setelah beberapa saat Indri mulai tenang dan berusaha menerima semuanya, hanya saja ia masih marah pada sang ayah dan tetap menganggapnya sudah meninggal.

__ADS_1


drrt drrt drrt


bunyi handphone Bris bergetar, membuyarkan keheningan di sana.


" Indri gue ke RS sekarang Bryan pingsan " ucap Bris dan segera berlari menuju parkiran, begitu pula dengan Indri dia ikut berlari mengikuti Bris.


###


" sejak kapan kamu seperti ini ?" tanya Zeyin pada Bryan


" pagi tadi , sepertinya saya masuk angin " ucap Bryan lagi karena sejak sepeninggalnya Bris ia mulai merasa mual, dan saat ini pikiran hanya pada Bris, ingin Skali Bris berada di dekatnya saat ini.


" apa kita panggil dokter saja untuk memastikannya " ucap Zeyin, walau ia tahu pasti Bryan menolaknya.


" tidak perlu, hubungi saja istri ku" ucap Bryan membuat Zeyin meliriknya malas dan mau tidak mau ia harus menelponnya.


drrt drrt drrt


" apa Bris akan percaya kau pingsan di sini ?" tanya Zeyin pada Bryan karena yang ia tahu Bris orang yang tidak mudah di tipu, apalagi hal sepele seperti ini. namun bukannya menjawab Bryan malah menaikkan bahunya seolah ia juga tak tahu membuat Zeyin mengerutkan keningnya dengan Bryan yang saat ini.


Brak.


Brak.


suara pintu di dobrak dari luar pertanda ada seseorang yang akan masuk membuat Bryan dan Zeyin kalang kabut sampai mereka tidak sadar saat ini mereka bertukar tempat, Bryan berdiri di depan Zeyin yang kini sedang berpura-pura pingsan.


dan hal itu di saksikan oleh dua orang yang baru saja masuk, dan terlihat ia begitu Bingung melihat Tingkah Bryan dan Zeyin

__ADS_1


" hey, apa yang sedang kalian lakukan ?" tanya Chiko yang baru saja masuk di bantu oleh perawat yang mendorong kursi rodanya karena saat ini ia belum mampu untuk berjalan, karena sang adik masih begitu terasa ngilu.


suara Chiko membuat Bryan dan Zeyin seketika mengalihkan pandangannya ke arah Chiko.


" hey, apa yang kalian lakukan dan kamu Zeyin kenapa kamu berpura-pura sakit bukankah Bryan yang sakit ?" tanya Chiko lagi membuat Bryan dan Zeyin menyadari posisi mereka saat ini


" hey, kenapa kau berdiri di situ ?" tanya Zeyin heran sedangkan Bryan kini menatap tajam kearah Zeyin.


" menyingkirlah dari situ sebelum istriku tiba " ucap Bryan dingin membuat Zeyin melongo tidak percaya karena beberapa saat yang lalu Bryan tak sedingin saat ini.


" Chiki, apa yang kau lakukan di sini, bukankan saya melarangmu untuk banyak gerak Agar kau cepat pulih " ucap Bryan masih dengan nadanya yang dingin


" aku hanya ingin menjenguk sahabatku yang begitu lemah terkena angin malam sebentar saja jadi sakit seperti ini " ucap Chiko memandang remeh terhadap Bryan, membuat suasana di sana tersa dingin karena Bryan saat ini sedang mengeluarkan aura mengintimidasi.


" berani sakali kau memberikan tatapan seperti itu " teriak Bryan menggema, namun Chiko hanya menganggapnya angin lalu karena saat ini ia datang sebagai sahabat bukan bawahan.


" hey, pelankan suaramu itu akan menggangu ketenangan pasien lain yang ada di sini" ucap Chiko santai yang lagi lagi membuat Bryan kini akan siap meledak namun semeua itu tidak terjadi saat ia mendengar suara yang sangat di rindukannya.


" Bry , kamu baik-baik saja ?" tanya Bris khawatir pada Bryan


" aku pusing " ucap Bryan manja membuat Chiko dan Zeyin melongo tak percaya melihat sosok Bryan yang baru saja akan meledak terlihat begitu manja seperti anak kucing pada induknya


Bris yang tidak tega melihatnya langsung memberikan asupan pada Bryan dengan cara memeluknya. sedangkan Zeyin, Chiko dan Indri memilih pergi dari sana meninggalkan pasutri itu. sedangkan suster yang datang bersama Chiko sudah kembali setelah mengantarkan Chiko ke dalam ruangan Bryan.


" sayang, aku ingin pulang " ucap Bryan manja


" ya udah kalau gitu kita pulang sekarang " ucap Bris menuruti keinginan Bryan.

__ADS_1


__ADS_2