
pagi hari kini tiba, Bryan yang terlihat begitu lelah sebab sejak tadi ia terus bolak balik kamar mandi untuk memuntahkan isi perutnya.
" Bry , kita ke dokter sekarang . kamu sudah sangat pucat aku takut " ucap Bris untuk pertama kalinya sedih dan takut seperti ini.
" nggak usah, aku hanya masuk angin ajha karena semalam " ucap Bryan membuat Bris merasa bersalah sebab semalam mereka Mutar Mutar mencari cilok sebab cilok yang ada di depan kampus sudah tutup semua dan untung di pinggir kota ada pasar malam sehingga ada banyak penjual cilok keliling ada di sana.
" maaf, " ucap Bris pelan.
" kamu nggak salah sayang dan lagian apa sih yang tidak buat kamu " ucap Bryan dan setelahnya ia merasakan mual lagi.
dan karena Bryan yang terus terusan mual akhirnya Bris memutuskan untuk membawanya ke RS tanpa menerima bantahan.
dalam perjalanan menuju RS Bryan sudah tidak merasakan mual lagi, sehingga mereka memutuskan untuk menjenguk Chiko terlebih dahulu terlebih lagi di sana ada Indri yang membuat Bris semangat untuk kesana .
__ADS_1
ceklek
" Indri, kak Chiko " gumam Bris terkejut saat melihat Indri dan Chiko yang sedang tidur sambil berpelukan dan semua itu tidak lupuk dari penglihatan Bryan
ehmmm
dehem Bryan membangunkan mereka namun deheman pertama mereka tidak terusik sama sekali sampai deheman ke tiga terlihat Chiko mulai membuka matanya dan pertepatan pula dengan kedatangan Zeyin yang melototkan matanya tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
" kalian,,?" ucap Chiko yang belum menyadari posisinya saat ini sedang berpelukan dengan Indri
" wah wah wah, saya pikir selama ini kau tidak memiliki kekasih ternyata kau begitu tertutup sampai tidak mengenalkan kekasih mu pada kami sahabat mu " ucap Zeyin lagi dan di angguki oleh Bris lagi.
dan karena Chiko yang brisik membuat Indri terusik dari tidurnya dan tanpa sengaja pergerakan lututnya mengenai si rokci membuat Chiko teriak dan saat itu pula Indri terbangun dan refleks meniup niup ke arah si rokci membuat semua orang di sana semakin yakin bahwa mereka adalah sepasang kekasih.
__ADS_1
" maaf maaf maaf, gue nggak sengaja " ucap Indri panik sambil meniup niup si rokci.
'' Indri, Lo harus jelasin ke gue " ucap Bris membuat Indri terkejut saat melihat sosok Bris dan Bryan juga Zeyin ada di sana dan kini ia memerah malu saat menyadari apa yang di lakukannya.
" mmmmm lain kali aja ya Bris, gue mau ke kampus dulu sekarang dan tolong ya jagain tuan Chiko selama gue pergi." ucap Indri dan segera berlari keluar karena tak sanggup menahan rasa malunya namun baru beberapa menit ia kembali untuk mengambil tasnya yang ia taruh di atas sofa.
" gue lupa tas " ucap Indri sambil menyengir dan kembali berlari keluar.membuat mereka yang di sana merasa lucu dengan tingkah Bris.
" Cewek Lo lucu juga " ucap Zeyin pada Chiko.
" terserah kamu mau bilang apa yang jelas dia bukan pacar saya, lagian tipe cewek saya itu tidak seperti dia " ucap Chiko dan Zeyin hanya tersenyum simpul mendengarnya.
kemudian Zeyin memeriksa keadaan Chiko sebab dokter yang menangani Chiko menyerahkan tanggung jawabnya kepada Zeyin karena takut pada Chiko yang selalu mengancam akan membunuhnya jika membuat rokci kesakitan.
__ADS_1