
setelah Bryan berhasil menyusul Bris, dia segera mengandeng tangan Bris, awalnya Bris menolak namun karena Bryan yang kekeh tidak mau melepaskan tautannya, dan pada akhirnya Bris mengalah, toh hanya pegangan tangan.
" Lo mau bawah gue ke mana shi "? tanya Bris kepo
" udah ikut saja,,? ucap Bryan tanpa mau menjawab pertanyaan Bris .
30 menit kemudian, mereka sampai di danau yang cukup dalam dengan air yang berwarna biru.
" wow, bukankah di daerah sini daera pantai,?, mengapa disini ada danau..?" tanya Bris pada Bryan
" iya, dan danau itu danau pribadi keluarga Thomson, hanya keluarga Thomson yang memiliki izin datang kemari."
" orang kaya memang bedah ya." gumam Bris dan masih didengar oleh Bryan, dan Bryan menanggapi itu dengan senyuman.
" apa kau tidak ingin mandi.?" tanya Bryan
" nggak malas " jawab Bris yang memang malas untuk mandi.
namun baru saja Bris ingin mendudukkan bokongnya di kazebo di dekat danau , tiba tiba tubuhnya melayang dan..
byurr
__ADS_1
Bryan sengaja melempar Bris ke air. dan dia sendiri sedang malas untuk mandi, karena sebelum Bris mandi dia sudah mandi terlebih dahulu.
Bris melihat Bryan hendak duduk di kazebo, ingin mengerjai balik Bryan.
" to.. tolong..gue.. gue nggak bisa berenang.." teriak Bris seolah dia sedang kesulitan bernafas.
dan benar saja Bryan yang melihat itu segera lompat ke air dan segera mendekati Bris, namun baru saja ia menarik tangannya, Bris ketawa karena sudah berhasil mengerjai Bryan.
Bryan yang menyadari Bris tengah mengerjainya, menghembuskan nafasnya kasar. kemudian ia memegang kedua pundak Bris dan menatap nya begitu dalam dan berkata.
" lain kali jangan berbohong mengenai keselamatan mu" setelah itu ia meninggalkan Bris yang terdiam dan menuju rumah kecil yang ada di dekat danau dengan fasilitas yang cukup memadai. yang sengaja di buat jika sewaktu-waktu mereka kesana.
Bris masih terdiam di tempatnya, bingung dengan reaksi Bryan yang menurut ada yang salah, dia dapat melihat sorot matanya yang menampilkan kesedihan mendalam.
" Bry,, kau Ok ?." tanya Bris kemudian mendekati Bryan. saat ia menyentuh pundak Bryan. Bris terkejut melihat Bryan yang menangis. " ada apa dengannya" batin Bris. segera membawa Bryan kepelukanya.
setelah dirasanya Bryan mulai tenang, dia segera menuntun Bryan menuju sofa yang ada di dekat mereka.
Bris mengambil handphone Bryan yang terdapat di atas nakas dekat sofa. Bris membuka pin handphone Bryan menggunakan sidik jari.
setelah nya ia mencari kontak sang asisten yang bernama Chiki, karna dia ingat saat di apartemen Bryan mengatakan kalau asisten nya bernama Chiki. kemudian Bris mengirimkan pesan untuk segera kedanau dekat villa.
__ADS_1
setengah jam kemudian, terdengar pintu di ketuk.
ceklek ( bunyi suara pintu di buka).
Bris segera membuka pintu, karena dia yakin itu Chiki yang datang.
" nona apa tuan Bryan ada di dalam.?" tanya Chiko
" iya, tapi kakak ini siapa ?" tanya Bris kepo, karena seingatnya dia mengirimkan pesan pada sekertaris Chiki , kenapa yang datang kakak tampan yang di hadapannya ini.
" saya asisten tuan Bryan nona. tuan Bryan menyuruhku datang kemari." jawab Chiko, namun dibuat bingung karena Bris tertawa terbahak-bahak.
" apa ada yang lucu nona ? " tanya Chiko bingung.
" kak, ganteng ganteng kok namanya Chiki shi.? pufff ahahahah tanya Bris yang tidak bisa menahan tawanya.
" nona, nama saya Chiko, bukan Chiki " ucap Chiko kesal mendengar ucapan Bris.
" tapi kenapa Bryan memanggilmu Chiki, tapi aku setuju shi dengan Bryan, ?. ucap Bris lagi, membuat Chiko jengkel namun baru ia mau bicara sudah keburu kepotong oleh.
" udah, cepat masuk Bryan sedang tidak baik baik saja di dalam." ucap Bris membuat Chiko segera menerobos masuk.
__ADS_1
" astaga boss.".