
"Santi, Rendi kalian mau kan ikut bibi ke Jakarta. kalian bisa melanjutkan sekolah dan sekalian buat temani adik adik kalian di sana". bujuk bibi Ina
"bagaimana Santi, Rendi kalian mau ikut bibi kalian? ucap ibunya dari kakak beradik ini
"di sana sekolahan sudah terjamin bagus di dukung dengan fasilitas lengkap dan canggih canggih beda dengan di sini yang serba kekurangan." sahut bibi Ina
"Bu pak kami mau ikut bibi" jawab Santi dan Rendi dengan sesama
bayangan Santi dan Rendi untuk tinggal di kota sangat menyenangkan apalagi bisa melanjutkan sekolah dengan baik di sana.
"kalo kalian sekolah di sana harus nurut sama bibi dan sekolah yang benar" timpal bapak dari Santi dan Rendi
"iya pak" jawab Santi dan Rendi
sebenarnya sang ayah sudah tau kalo anak anaknya adalah anak yang baik dan penurut jadi tidak susah untuk di arahkan.
bibi Ina adalah adik dari ibunya Santi dan Rendi. dia seorang singleparents yang di tinggal suaminya meninggal dunia delapan bulan yang lalu. dia mempunyai tiga anak dari mantan suaminya. anak yang pertama bernama Nisa kedua bernama Reri dan yang terakhir Rohman.
keberangkatan mereka pun sudah di siapkan dari sekarang karena besok pagi mereka sudah harus segera berangkat ke kota Jakarta. perjalanan di tempuh dua hari satu malam lamanya. karena selama ini keluarga dari Santi tinggal di sebuah desa terpencil di Sumatra Selatan.
malam harinya Santi dan Rendi melakukan perbincangan di balkon rumahnya
__ADS_1
"Dek bagaimana ya rasanya tinggal di kota dan bersekolah di sana"ucap Santi membayangkan sambil berimajinasi
"iya ya kak, pasti sangat seru" ucap Rendi
"hmm.. tapi klo kita kangen sama bapak dan ibu gimana ?😢 " timpal Santi
" iya juga ya kak, jangankan bertahun sehari aja tanpa mereka rasanya.." gantung
"huhuuhuuuu"kakak beradik itu menangis dan berurai air mata
setelah obrolan panjang yang terjadi antara Kaka Adek itu akhirnya berhenti saat waktunya untuk makan malam, di lanjut dengan obrolan obrolan keluarga hingga semuanya tertidur.
dari rumah menuju terminal bus mereka menaiki angkutan umum terlebih dahulu. mereka menempuh perjalanan sekitar 2 jam an lebih. bapak dan ibunya Santi ikut serta dalam mengantarkan anak anaknya ke terminal.
sesampainya di terminal semua berpelukan untuk salam perpisahan. entah kapan lagi mereka akan bertemu dan bersatu kembali. semua berlinangan air mata. terutama Santi sampai sesegukan.
"Santi, Rendi jaga diri baik-baik ya nak" kata ibu
"ayah dan ibu akan selalu mendukung kalian, semangat terus dalam belajar. insyaallah setiap hasil panen kami akan mengirimkan uang ke bibi untuk semua biaya kalian selama di sana" timpal ayah
"iya ibu, bapak. doakan aku dan juga Adek" ucap Santi
__ADS_1
"iya bapak, Bu. aku dan kakak akan semangat terus dan akan menjadi anak yang baik. kami pasti merindukan kalian" kata Rendi
"kak kami berangkat dulu ya, jangan khawatir mereka pasti akan baik baik saja di sana" bibi Ina
akhirnya bus berlalu meninggalkan bapak dan ibunya Santi. sepanjang perjalanan Santi dan Rendi lebih banyak tertidur. jadi tidak terlalu memperhatikan perjalanan. lautan pun telah di seberangi menggunakan kapal. setelah bus memasuki kota Jakarta barulah Santi dan Rendi tidak bisa tidur lagi, karena takjub memandang indahnya ibu kota itu. dengan pemandangan gedung gedung yang menjulang tinggi beserta banyak sekali poster terpajang sepanjang jalan di tambah banyak nya kendaraan berlalu-lalang.
wah... ternyata ibu kota yang selama ini aku lihat di foto keindahannya tidak ada bedanya dengan yang aku lihat sekarang. aku bisa menginjakkan kaki di sini, apalagi untuk menuntut ilmu rasanya seperti mimpi.. gumam Santi
setelah melakukan perjalanan panjang yang melelahkan, kini mereka telah tiba di rumah bibi Ina. rumah yang sederhana dan dengan perabotan yang seadanya. kedatangan kami di sambut oleh anak anaknya dan pengasuh dari anak-anak bibi Ina. selama bibi Ina ke kampung anak anaknya tinggal bersama pengasuhnya.
"ibu...mbk Santi mas Rendi" ucap Nisa sambil memeluk kami satu persatu begitupun dengan Reri yang gak mau ketinggalan
sedangkan Rohman anak terakhir bibi Ina masih tertidur di dalam kamar.
" mbak Reni gimana dengan anak anak? semua baik baik aja kan selama saya tinggal?" tanya bibi Ina
"baik Bu... Alhamdulillah tidak ada kendala apapun." jawab Bi Reni
"baguslah klo gitu" timpal bibi Ina
kemudian satu persatu saling bergantian untuk mandi, karena rumah itu cuman tersedia satu kamar mandi. setelah itu lanjut dengan makan siang kemudian beristirahat untuk melepas penat.
__ADS_1