
Sesampainya di ruangan UKS Santi langsung di tangani oleh gurunya dan satu siswi mendampingi.
setelah mengantarkan Santi dan meletakkannya ke atas brankar, Metandra pergi begitu saja, tanpa mau tahu yang terjadi dengan Santi.
setelah beberapa menit akhirnya Santi sadarkan diri. dia merasakan kepalanya sedikit sakit. akibat tadi terbentur tempat sampah di saat dia sudah tidak bisa menyeimbangkan dirinya.
Santi merasa hatinya sangat hancur saat mengingat kejadian tadi. air matanya mengalir begitu saja dan tidak bisa di hentikan.
saat Santi merasa sedikit tentang, barulah dia ke luar dari ruangan UKS menuju kelas.
"Santi Lo sakit apa?, tadi gue dengar dari anak-anak Lo di bawa ke UKS?" tanya Ahmad
"kepala gue sedikit pusing, sekarang udah baikan"
"kirain Lo kenapa-napa, jidad Lo biru ya?" Ahmad mencondongkan mukanya.
"iya sedikit, tadi pas gue pingsan kayaknya kebentur deh." ucapnya santai
"Lo ada apa si San?" Ahmad penasaran karena dia melihat Santi seperti memiliki masalah dan sengaja menghindar darinya.
"nggak ada apa-apa kok, seriusan. gue cuman ngersa cape aja.
"beneran?" sambil tersenyum
__ADS_1
"benaran" jawab Santi dengan senyuman terpaksa.
bukan cuman Ahmad yang ikut mengintrogasi teman temannya yang lain juga ikut bertanya.
*
setelah hari kelulusan tiba, semua bergembira. terkecuali Santi yang tidak ada semangat dalam merayakan hari kelulusannya. dia merasakan resah karena takut akan jauh dari Metandra, sehingga semakin sulit baginya untuk meminta pertanggung jawaban. selama beberapa hari sebelumnya juga Metandra sempat menghindar darinya tapi Santi tidak patah semangat.
di tengah keseruannya bersama teman temannya Santi menyelinap pergi meninggalkan mereka yang sedang asyik bersenang senang. Santi berusaha mencari keberadaan Metandra. tidak lama akhirnya dia menemukan orang yang dia cari. yang sedang bersenang-senang bersama teman temannya. dia tanpa rasa takut dan malu malu segera menghampiri Metandra.
"Metandra, bisa kita bicara berdua sebentar saja." ucap Santi, Metandra dan teman temannya seketika menoleh.
"mau bicara apa? gue nggak ada waktu." sahut Metandra
"bicara di sini aja."
"nggak bisa Metandra"
"ya sudah kalau nggak bisa, nggak usah bicara" jawabnya acuh.
"Metandra please"Santi berusaha memegang tangannya Metandra.
"gue sibuk, nggak bisa di ganggu." sambil menepis tangannya Santi.
__ADS_1
mendengar ucapan dan sikap Metandra Santi akhirnya pergi dengan perasaan kecewa dan sedih.
di rumah bibi Ina, dimana orang tuanya Santi telah tiba dari tadi pagi. semua kesedihan Santi hilang seketika saat dia melihat mereka berdua. sosok yang selama ini Santi rindukan, banyak sekali perubahan. berbeda sekali di saat dia lihat pada saat terakhir mereka bertemu. sekarang dia melihat keduanya terlihat sangat lemah dan terlihat lebih tua.
"bapak, ibu" Santi dan Rendi bergantian memeluk keduanya.
"nak, bagaimana keadaan kalian?" ucap keduanya setelah berpelukan
"baik baik saja, Bu, pak" ucap Santi dan Rendi
"bagaimana apa kalian betah di sini?" tanya ibunya. Santi dan Rendi saling pandang tanpa memberikan jawaban apapun. sedangkan bibi Ina mengawasi dengan pandangan yang tajam ke arah Santi dan Rendi.
Selama orang tuanya ada di Jakarta Santi dan Rendi selalu bermanja kepada keduanya. dan perlakuan bibi Ina pun seketika berubah saat orang tuanya ada, Bibi Ina tidak seenaknya lagi dengan mereka. dan teman teman Santi pun sering main dan bercanda tawa bersama di rumah bibi Ina.
setelah beberapa hari, sebelum orang tuanya Santi pulang ke kampung. di ruang tamu semua pada kumpul kecuali bibi Ina dan anak anaknya, mereka sedang tidak ada di rumah.
"Santi, Rendi apa kalian betah di sini?" tanya ibunya
"ya sebenarnya sih betahan juga kami di kampung bisa kumpul sama ibu dan bapak." jawab Santi
"iya Bu, kalo bisa kami mau pulang lagi aja." ucap Rendi dari sudut mata meneteskan air mata. kemudian Santi seketika memeluk ibunya dan menangis sejadi-jadinya.
๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ
__ADS_1
Hallo guys... minta dukungannya ya untuk memberikan like, komen dan vote nya. biar author semakin semangat๐ช๐ Terima Kasih ๐