
Tangan Metandra telah berjabatan dengan tangan penghulu. ijab Kabul terucap dengan lantang hanya sekali lafadz. Metandra dan Santi kini sudah sah menyandang gelar sebagai suami-istri.
Setelah acara selesai mereka segera mengganti pakaian pengantinnya. sekarang keduanya sudah berada di pelataran gedung hendak pulang.
"Sudah selesaikan" di balas anggukan kepala oleh Santi "ya udah gue mau pulang."ucap Metandra sambil melangkah.
"T-tunggu"ucap Santi mencegat tangan Metandra agar tidak pergi.
"apalagi? gue mau pulang ke rumah, terserah Lo mau pulang kemana. ingat Lo nggak bisa ngatur gue apalagi untuk menuntut hak sekalipun." ucap Metandra
Santi melepaskan genggamannya dan merelakan Metandra pergi. saat Metandra telah hilang dari pandangannya, dia hanya bisa menangis sejadi-jadinya untuk melepas kesedihan di hati. dia meratapi nasib pernikahannya saat ini. entah pernikahan seperti apa sekarang dia hadapi.
Umurnya masih sangat muda, tapi dia telah terikat dengan pernikahan yang tidak pasti. dia hanya bisa berharap semoga Metandra menggubah segala keputusannya.
__ADS_1
bulan telah berganti, selama ini Santi menjalani kehidupan seperti biasanya. bahkan setelah menikah dia tidak pernah bertemu dengan orang yang menyandang status sebagai suaminya itu.
ketika di rumah, bibi Ina sengaja mengumpulkan semua anak anaknya dan Santi di ruang tamu.
"Nisa, Reri, Rohman ibu benar-benar meminta maaf sama kalian. untuk Santi bibi juga minta maaf atas segala kesalahan dan perilaku bibi selama ini sama kamu. mulai Minggu depan kita sudah tidak bisa lagi tinggal di rumah ini. dalam dua tahun ini tidak ada lagi pemasukan dari toko. selama ini ibu sudah berusaha agar toko kita tetap stabil dan akhirnya hanya bertahan selama satu tahun saja. dari tahun lalu toko sudah bukan milik kita lagi, ibu sudah menjualnya . selama ini kita bertahan karena ibu menggadaikan rumah ini. sebagian duitnya juga untuk menutupi hutang toko yang masih ada. saat ini ibu sedang di kejar oleh pihak Bank jika dalam seminggu tidak melunasi hutang maka rumah ini akan di sita." bibi Ina menjelaskan sambil menangis dan memeluk anak anaknya.
"terus kita harus tinggal di mana Bu" sahut Nisa menampilkan wajah sedihnya.
"ibu sudah cerita semua masalah ini kepada nenek dan bude (ibunya Santi), dan mereka menginginkan kita untuk pulang ke kampung. ibu sudah menyetujui itu kita sudah tidak ada alasan lain lagi untuk bertahan di sini."
"terus sekolah kita bagaimana Bu?" ucap Nisa
"kalian bisa melanjutkan sekolah di kampung."
__ADS_1
mendengar penjelasan bibi Ina Santi menjadi sedih karena bagaimanapun sikap Bi Ina kepadanya selama ini, dia tetap menganggap mereka adalah keluarga. Santi juga merasa cemas, apa memang saat ini sudah tidak ada lagi harapan baginya untuk bersama Metandra.
Walaupun seperti itu keadaannya, dia tidak mungkin ikut bibi Ina pulang kampung karena sebentar lagi ujian kelulusan sekolah akan di adakan sekitar tiga bulan lagi. jika dia pindah rasanya tidak mungkin dengan waktu sesingkat itu sekolah mau menerimanya. dia memiliki tekad untuk bertahan di Jakarta sendirian paling tidak sampai kelulusan sekolah di umumkan.
Waktu sudah berjalan selama lima hari, Bibi Ina dan anak anaknya pulang kampung hari itu juga. terkecuali Santi dia tetap berada di Jakarta. dia berhasil meyakinkan orang tuanya bahwa dia tetap berada di Jakarta sampai menunggu kelulusan tiba. dia juga berusaha meyakinkan orang tuanya agar tidak mengkhawatirkan dirinya. dia akan menjaga diri dan akan baik baik saja hidup di Jakarta walau tanpa bibi Ina.
Untuk sementara waktu dia tinggal di rumah Ana, dia sedang berusaha mencari pekerjaan untuk mengisi waktu setelah pulang sekolah. setelah mendapatkan pekerjaan Santi akan mencari kos-kosan untuk di tinggali. padahal keluarga Ana tidak keberatan sama sekali jika Santi tinggal di sana kapanpun Santi mau. tapi Santi tidak ingin merepotkan keluarga itu lebih jauh lagi.
.
๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ
Hallo guys... minta dukungannya ya untuk memberikan like, komen dan vote nya. biar author semakin semangat๐ช๐ Terima Kasih ๐
__ADS_1