
Awww
Metandra memegangi kepalanya yang terasa sakit, dia segera mengambil posisi duduk di sofa.
"Kenapa gue dalam keadaan seperti ini" Metandra bingung melihat dirinya yang polos dan hanya tertutup oleh selimut. dia mencoba mengingat ingat semua kejadian di saat dia kembali ke apartemen.
"Sialll" Metandra teriak sembari mengacak acak rambutnya. "bodohhh..mana mungkin, apa yang gue lakuin" ucapnya prustasi kala mengingat kejadian tadi malam. "perempuan itu rupanya dia juga memanfaatkan kondisi gue. awas Lo ya!" umpatnya kesal
Metandra menuju ke kamar yang dia tempati, dia bersiap siap untuk ke sekolah karena hari sudah pagi. sedangkan Santi dia telah berangkat duluan di saat Metandra berada di kamarnya. ketika dia melewati sofa sudah tidak menemukan Metandra di sana.
Sesampainya di sekolah Ana menghampiri Santi yang hendak memasuki kelas.
"San tunggu, jangan masuk dulu." ucap Ana sambil berjalan mendekat.
"Ada apa Na?"
"Semalam ibu nelpon, nanyain kabar Lo. ibu juga bilang mau ke Jakarta sama bapak tapi nunggu kelulusan."
"iya makasih ya Na, gue udah kangen banget sama mereka." ucap Santi dengan muka sendunya.
"Sabar, sebentar lagi hari kelulusan tiba kok."
__ADS_1
"iya, benar."
"gue balik ke kelas ya San."
"iya, thanks ya."balas Ana dengan anggukan dan senyuman.
Saat pulang kerja Santi mendapati seluruh ruangan apartemen gelap tidak ada cahaya sedikitpun.
"Me-tan-dra... Metandra....."Santi terus terusan memanggil Metandra sambil meraba-raba. ketika dia menjangkau sofa dan hendak mendudukkan dirinya tiba tiba lampu menyala. seketika pandangannya tertuju ke arah Metandra yang sedang berdiri di pojokan sofa.
"Metandra.. Lo dari tadi di situ? kenapa pas gue panggil Lo nggak nyaut." Santi merasa bingung karena Metandra menatapnya dengan tatapan tajam. "Emm gue..gue.. ke kamar dulu ya."Santi seketika menjadi salah tingkah dan kikuk atas sikap Metandra. ketika Santi ingin membuka handle pintu tiba-tiba dia di buat kaget oleh Metandra yang ternyata sudah berdiri di belakangnya sambil memegang pundak Santi. seketika itu juga Santi berbalik menatap Metandra.
"Kenapa?"jawab Metandra dingin.
"Ada apa? bukanya kamar Lo-..."belum sempat Santi mengangkat tangannya untuk menunjuk ke arah kamar sebelah. tangan Metandra sudah mencegatnya.
"Ya terus kenapa kalo gue mau kesini, bukannya ini kamar gue." Metandra membuka pintu kamar lalu melangkah, mengiring Santi masuk menuju tempat tidur. Santi terlihat gugup dan takut atas aksi Metandra terhadapnya.
Kini badan Santi telah terjatuh ke tempat tidur, dia sudah tidak bisa mengelak lagi.
"Metandra Lo mau apa?"Santi menitihkan air mata dari sudut matanya. dia terlihat sangat ketakutan.
__ADS_1
"Lo tanya mau apa? bukanya seperti ini yang Lo mau? gue tunaikan sekarang!"
"Metandra tapi-..."
"Tapi apa hahh?" suara Metandra terdengar meninggi. Santi hanya bisa menggelengkan kepalanya.
Metandra merebahkan tubuhnya di atas tubuh Santi. " bukanya sudah menjadi tanggung jawab mu melayani ku." bisik Metandra seperti seorang psikopat yang mendapatkan musuhnya. Santi semakin ketakutan, air matanya semakin menganak sungai. Metandra tidak mempedulikannya.
Metandra mengga*uli Santi tanpa belas kasihan apalagi tanpa kasih sayang. dia menjalankan aksinya dengan sangat kasar persis seperti seorang psikopat.
Setelah selesai menjalankan aksinya Metandra meninggalkan Santi dan menuju kamarnya. melihat Metandra keluar dari kamarnya Santi meringkuk kan tubuhnya yang tertutupkan selimut. dia menangis sejadi-jadinya, trauma mendalam yang dia rasakan, seluruh badannya terasa sangat sakit terutama di bagian intimnya.
Malam berikutnya Santi dan Metandra tidak pernah bertemu begitu juga di siang hari. sampai di hari ke delapan dimana hari kelulusan telah tiba. selesai merayakan hari kelulusan Santi langsung menuju apartemen hari itu dia izin tidak bekerja. Santi menemukan Metandra di balkon apartemen.
Santi melangkahkan kakinya untuk mendekat tiba tiba saja keberaniannya hilang. Santi mencari cara bagaimana agar dia bisa berbicara dengan Metandra. dia ingin menyampaikan bahwa orang tuanya akan ke Jakarta. saat langkahnya sudah dekat lagi lagi nyalinya menciut akhirnya dia mengurungkan niatnya. Santi langsung menuju ke kamar untuk mengganti pakaian terlebih dahulu.
.
๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ
Hallo guys... minta maaf sebelumnya karena baru bisa up lagi ๐ tetap minta dukungannya ya untuk memberikan like, komen dan vote beri hadiah juga boleh๐ biar author semakin semangat๐ช๐ Terima Kasih ๐
__ADS_1