
AWw...
Darah segar mengalir dari ujung telunjuk Santi, serpihan vas yang pecah menusuk cukup dalam di sana. akhirnya Santi mencari kotak p3k dan mengobatinya setelah itu dia membersihkan kembali sisa serpihan vas yang masih berserakan.
Di luar Metandra masih mencari keberadaan Lita, bahkan dia sempat ke rumah Lita tapi tidak menemukannya di sana. Metandra terus berusaha menghubungi Lita tapi nomor nya tidak aktif. akhirnya Metandra memutuskan untuk pulang karena hari sudah sangat larut malam.
Sedangkan Santi telah tertidur pulas di tempat tidurnya. dari tadi dia menunggu kedatangan Metandra yang tidak kunjung muncul. dia tidak bisa menahan lagi rasa kantuknya dan akhirnya tertidur.
Keesokan paginya, ibu mengetuk pintu kamar dan memanggil manggil Santi.
"Santi sudah bangun belum nak" Santi terbangun dan segera membuka pintu kamar.
"Iya Bu, ada apa?"
"Nak maaf ibu mengganggu, ibu mau meminta tolong."
"Minta tolong apa Bu?"
"Itu bapak sama ibu mau mandi tapi bingung, ngidupin airnya. tadi bapak sudah sempat mencoba tapi keluarnya air panas."
"ya Allah, terus bapak terkena Bu?"
"Iya, untungnya cuman dikit. nak Metandra kemana?"
"Sudah keluar Bu, ada urusan." Santi pun bingung kemana perginya Metandra karena dari semalam belum pulang juga.
__ADS_1
"Sepagi ini, apa sangat penting?"
"Mungkin Bu, Santi juga kurang tau. ya udah ayo Bu ntar bapak kelamaan nunggu."
"O..iya, ayo nak." saat Santi ingin menutup pintu.
"Tungguu.. ini luka apa? perasaan kemaren belum ada." tanya ibu khawatir.
"Oh, bukan luka serius kok bu, cuman tergores pisau saat semalam Metandra minta di potongin buah.
"Ohh kirain kena apa"
"luka kecil aja kok Bu" ucap Santi
Akhirnya Santi dan ibunya menemui bapak, dan menuju ke kamar mandi. Santi mengajarkan semua, cara penggunaan yang ada di kamar mandi. setelah selesai Santi keluar dari sana.
Setelah selesai berbelanja, Santi mengajak orang tuanya untuk makan di salah satu restoran yang ada di sana. hari ini Santi khusus kan untuk menemani orang tuanya. karena besok Santi tidak bisa menemani orang tuanya untuk kemana mana. dia harus kembali bekerja, masa cutinya telah selesai jadi kesempatan bersama orang tuanya hanyalah hari ini.
Setelah selesai Santi membawa orang tuanya ke konter handphone. Santi membeli salah satu handphone yang sudah modern hanya saja budget yang Santi keluarkan tidak terlalu tinggi. dia mengepaskan dengan kocek, lagipula itu adalah tabungan nya selama ini dia bekerja.
"Ini Santi beli buat bapak dan ibu, biar sewaktu waktu Santi ingin menghubungi kalian lebih gampang." ucap Santi sambil menyerahkan handphonenya.
"Ini buat kamu aja Santi, lagian kamu sendiri aja nggak megang Hp kok." balas bapak
"Iya nak ini buat kamu pegang aja, kalau kami gampang tinggal minjam di tetangga aja. kami juga tidak terlalu penting megang beginian palingan cuman buat menghubungi kamu doang."
__ADS_1
"Jangan pak Bu, ini buat kalian nanti kalau ada rezeki Santi bisa beli lagi. biar Santi lebih gampang menghubungi ibu sama bapak. kan di sini ada Hp Metandra lagipula Santi juga bisa minjam dimana aja. gampang kalau di sini."
"ya sudah kalau begitu ibu terima." ibu mengambil handphone nya.
"Iya Bu, hp nya ibu simpan dulu. setelah itu kita pulang ya."
"Iya nak."sahut ibu, setelah selesai menyimpan handphone nya. mereka keluar dari mall hendak pulang. menunggu angkutan umum sebentar lalu mereka pulang.
Sesampainya di apartemen Santi belum juga melihat keberadaan Metandra. Santi sedikit was was takut orang tuanya bertanya lagi kenapa Metandra belum juga pulang.
"Nak Metandra belum pulang, apa urusannya belum selesai ya" ucap ibu, benar saja apa yang Santi takutkan akhirnya terjadi.
"Emm..Santi juga nggak mengerti Bu." jawabnya sambil duduk di sofa dan di ikuti oleh orang tuanya.
"Apa selama ini sering dia keluar seperti ini nak?" tanya bapak
"nggak kok pak, dia seperti ini, karena sibuk mengurus urusan perkuliahannya."
"Kamu sendiri gimana nak, apa tidak ingin melanjutkan pendidikan mu?"
"Emm.. belum tau buat sekarang Santi belum minat. Metandra juga menginginkan Santi untuk kuliah bersama tapi Santi masih belum kepikiran." Santi mengarang cerita agar orang tuanya tidak terlalu memikirkan dirinya. padahal sebenarnya dia ingin sekali untuk melanjutkan pendidikannya. hanya saja biayanya tidak punya. mau meminta kepada orang tuanya tapi nanti apa kata mereka karena sekarang dia sudah berkeluarga. buat sementara Santi hanya perlu bersabar siapa tahu nanti ada rezeki.
.
๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ
__ADS_1
Hallo guys... minta dukungannya ya untuk memberikan like, komen dan vote nya. biar author semakin semangat๐ช๐ Terima Kasih ๐