
"terus?"
Santi merasakan ada yang aneh dari tatapan Metandra dan memintanya untuk tetap dengan posisinya.
kini Metandra semakin mendekat hingga tidak terlihat jarak diantaranya. Metandra memegang pipi Santi dengan sangat lembut. saat hendak mendaratkan ci*uman tiba tiba saja Santi mendorong tubuh Metandra dengan kuat di akibatkan refleks.
"Mmetandraa" teriaknya
"kenapa San?" tersentak kaget atas serangan Santi
"L Lo mau ngapain?" suara Santi gemetar
"ayo lah San" Metandra mendekat kembali
"Enggak Metandra" seketika tubuh Santi gemetar dan lemas "gue mohon ja-..." Santi tidak lagi dapat mengeluarkan suara karena Metandra telah melu*mat bibirnya. Metandra memainkan lidahnya di dalam mulut Santi, merasakan hangatnya di dalam sana. membuat Santi kekurangan oksigen karena menahan nafas terlalu lama. Metandra melepasnya sebentar untuk memberi kesempatan Santi untuk bernafas. dia mulai mengukung tubuh Santi di atas sofa dan semakin membuat Santi susah untuk bergerak.
Santi menitihkan air matanya dia hanya bisa pasrah dengan keadaan. badannya menjadi lemas tidak memiliki tenaga untuk memberi perlawanan. sedangkan Metandra tetap menjalankan aksinya. dia sudah di penuhi hasrat birahinya sehingga tidak mempedulikan keadaan Santi. dia dengan gampang melucuti pakaian Santi karena Santi menggunakan dress. sehingga keduanya sudah sama-sama polos tanpa sehelai benangpun. Santi merasakan kesakitan yang teramat pada bagian intimnya. di saat Metandra menyatukan kepemilikannya dengan milik Santi.
"Mett-tan-draa Yuu-daa" jeritan dan deraian air mata yang keluar begitu saja karena menahan sakitnya. Metandra tetap tidak menghiraukannya.
"Aaaah Saaa kiiiitt" Santi terkulai lemah dan tidak sadarkan diri.
__ADS_1
Setelah pergulatan panas itu Metandra membiarkan tubuh Santi di atas sofa dia hanya menambahkan selimut di tubuh polos Santi.
Metandra membersihkan dirinya, setelah selesai dia membuat kopi susu hangat. dia duduk di sofa dekat Santi berada sambil menyeruput kopi bikinannya. sambil menunggu Santi tersadar sesekali dia memandang ke arah Santi.
Santi akhirnya tersadar tapi dia tidak langsung menggerakkan tubuhnya. dia memandang ke langit langit ruangan itu sambil menitihkan air mata.
nggak kenapa jadi seperti ini, aku memang mengagumi serta menginginkan Metandra tapi tidak harus mengorbankan harga diri ku seperti ini. aku masih belum siap, aku harus apa?
pada akhirnya dia mencoba untuk bangkit dan mengambil posisi duduk.
"AWw sakit" Santi menekan inti tubuhnya di bagian bawah.
"Metandra" lagi lagi Santi menatap Metandra dengan linangan air mata.
"udah bersihin diri Lo" ucapnya santai seolah tidak terjadi apapun.
"Metandra (dengan suara parau nya), apa yang Lo lakuin?"
"ya memang apa?" tanpa rasa bersalah
"Metandra gue nggak mau kayak gini."
__ADS_1
"ya mau gimana lagi, semua sudah terlanjur."
"gimana dengan gue" Santi menangis histeris
"udah sekarang Lo bersihin diri Lo dulu ya" ucap Metandra tetap dengan posisi awal
Santi bergegas mengenakan pakaian yang semula dia kenakan.
"itu gue bikinin minuman, Lo minum dulu mumpung masih hangat." sambil menunjukkan segelas susu di atas meja.
"nggak, gue mau pulang" ucap Santi
"minum dulu, biar tenaga Lo terisi." akhirnya Santi patuh.
"Lo pulang di antar sama taxi, karena di luar lagi hujan deras. gue nggak mungkin nganterin Lo pake motor." ucap Metandra. tidak ada sahutan apapun dari Santi.
Santi meninggalkan tempat terkutuk baginya itu, tanpa bicara sepatah katapun. dia berjalan dengan menahan rasa sakitnya, kini Santi sudah berada di dalam taxi yang di pesan oleh Metandra. dia hanya menyandarkan kepalanya di pintu kaca mobil, sambil memperhatikan sekitaran jalan yang di lewati. tapi pikirannya saat itu melayang meratapi nasibnya dan kedepannya dia harus apa.
๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ
Hallo guys... minta dukungannya ya untuk memberikan like, komen dan vote nya. biar author semakin semangat๐ช๐ Terima Kasih ๐
__ADS_1