
kemana Metandra, kenapa dia keluar nggak bilang dulu. Hmmm...apartemen ini sungguh megah dan mewah tapi sepi penghuni. aku belum pernah liat keluarga Metandra selama ini. apa suatu saat nanti Metandra mau mengenalkan ku dengan keluarganya.
Santi merasakan perih pada perutnya, karena terakhir kali makan nasi tadi malam. dia pergi ke dapur siapa tau ada makanan yang bisa di olah. sampai di dapur dia membuka kulkas, dia menemukan ada daging, ayam dan beberapa sayur mayur. dia berniat untuk mengolah bahan-bahan mentah tersebut. ketika dia menuju ke arah kompor dia di buat bingung cara menggunakannya. karena di sana dia hanya melihat kompor listrik yang tidak memiliki tungku. Santi menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Santi mengurungkan niatnya untuk masak. Santi kembali ke kamar dan membaringkan tubuhnya di kasur, tanpa di sadari dia tertidur lelap dengan menahan rasa laparnya.
di mall Metandra sedang menemani Lita yang sedang asyik shopping.
"sayang menurut mu bagus yang mana?" sambil menunjukkan tas branded di tangan kiri dan kanannya.
"bagus semua sayang" jawab Metandra dengan ekspresi bete, karena dari tadi hanya menemani Lita belanja yang nggak habis habis.
"ihhh sayang yang paling bagus yang mana?" ucapnya manja.
"udah kalo kamu suka dua duanya ambil aja."
__ADS_1
"beneran sayang?"
"Hmmm"
"terima kasih sayang" sambil memeluk pinggang Metandra.
Setelah selesai berbelanja Metandra mengantarkan Lita pulang ke rumahnya. Lita sampai kesusahan membawa hasil shopping nya. tangannya di penuhi paper bag berisi barang belanjaan. entah berapa juta Metandra mengeluarkan kocek untuk Lita shopping hari ini. itu sudah yang kesekian kalinya Metandra menemani Lita shopping. setiap kali mereka jalan, Lita selalu mengajak Metandra ke mall untuk makan dan shopping.
Setelah mengantarkan Lita pulang Metandra bergegas pulang ke apartemennya. sampai di apartemen hari sudah sore Metandra langsung masuk ke dalam apartemennya. dia merebahkan tubuhnya di atas sofa sambil menyecroll handphone. dari tadi dia melupakan seseorang yaitu Santi.
di kamar Santi terbangun dari tidurnya, dia merasa sangat lemas karena terlalu lapar.
Santi menuju ke dapur untuk mengambil minuman. Santi melewati sofa dia tidak sadar bahwa di sana ada Metandra.
Sedangkan Metandra hanya melihat gerakan Santi. dia baru sadar bahwa dia telah meninggalkan Santi di apartemen dengan waktu yang lama. dia merasa bersalah dan iba melihat Santi. dalam benaknya selama dia meninggalkannya di apartemen itu, apakah Santi telah makan. Metandra bangkit dari sofa dan menghampiri Santi.
__ADS_1
"Hmmm" Metandra mengagetkan Santi yang sedang meneguk air minum dari botol.
"uhuk uhukk" Santi terbatuk dan membelalakkan matanya. dia sangat kaget melihat Metandra yang sedang berdiri di dekatnya. "Mmetandra" sambil mengelap mulutnya yang basah.
"udah makan?" tanya Metandra datar. Santi menelan salivanya sambil menggelengkan kepalanya.
"Lo dari mana aja?"
"ayo ikut"Metandra mengabaikan pertanyaan Santi.
Metandra membawa Santi ke restoran yang ada di apartemen tersebut. Santi sangat bersemangat melihat makanan yang Metandra pesan memenuhi meja. dia langsung melahapnya tanpa mempedulikan Metandra. Metandra yang sedari tadi melihat Santi makan hanya menelan salivanya.
apa dia sangat lapar? bisa menghabiskan makanan sebanyak ini! apa perutnya itu tidak menolak makanan sama sekali? dia seperti belum makan selama seminggu.
.
__ADS_1
๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ
Hallo guys... minta dukungannya ya untuk memberikan like, komen dan vote nya. biar author semakin semangat๐ช๐ Terima Kasih ๐