Terjebak Di Kota Metropolitan

Terjebak Di Kota Metropolitan
episode 15


__ADS_3

Santi sudah tidak sabar untuk menunggu momen yang selalu dia impikan. sampai saat ini pun Santi masih tidak percaya bahwa dirinya akan sedekat ini dengan Metandra. rasanya saat ini tubuhnya sedang melayang layang di atas awan. tadi malam dia sampai kurang tidur karena selalu terbayang bayang Metandra dan rencana kencan pertamanya dengan pujaan hatinya.


saat tiba harinya, Santi merasakan jantungnya berdetak tidak normal tidak seperti biasanya. dia merasa sangat gugup, dia merasa bahwa penampilannya selalu belum sempurna. entah sudah berapa kali dia memperhatikan penampilannya di depan cermin.


"kakak cantik banget, apa kakak yakin mau pergi sama dia?" Rendi sudah mengetahui yang sebenarnya. karena Santi tidak pernah menutupi apapun dari Rendi apalagi soal hubungannya dengan siapapun itu.


"Terima Kasih Adek ku sayang(senyum manis), jadi dong. penampilan kakak gimana? sudah keren belum?" memperlihatkan penampilannya


"sudah kak, kakak hati hati ya."


"iya, maaf ya jadi kamu yang harus mengerjakan tugas kakak."


"ih santai aja kali kak, cuman sehari doang mah gampang" ucapnya meyakinkan


"Ok deh, makasih ya" Santi mengelus pundaknya Rendi sebagai salam perpisahan


sebelum berangkat Santi tidak lupa untuk berpamitan dengan bibi Ina. dia langsung menuju ke kamar bibi Ina yang tidak tertutup itu.


"Bi Santi keluar dulu ya"


"iya, hati hati, inget pulang jangan terlalu malam, kalau tugasnya sudah selesai langsung pulang." walaupun bibi Ina terlihat galak dan tegas dia masih memiliki perhatian kepada Santi dan Rendi.

__ADS_1


"iya Bi, Santi pamit ya" Santi mengeluarkan tangannya lalu mencium telapak tangan bibi Ina


"iya" sahut bibi Ina


maafkan Santi Bi sudah berbohong, semoga tuhan tidak mengutukku. lirih Santi


"Mbak ntar pulangnya bawa oleh oleh ya" sahut Reri


"emangnya mbak mau kemana?"tanya Nisa


"iya, mau belajar kelompok"jawab Santi sambil melangkah pergi


sesampainya di gang rumah Santi di buat terpesona dengan ketampanan seorang. dia semakin terlihat tampan saat menggunakan baju casual.


"nggak si baru nyampe, ayo naik"


setelah Santi naik ke atas motor tiba tiba saja tangan Metandra mengarahkan tangan Santi ke pinggangnya.


"pegangan, ntar jatoh lagi" badan Santi seketika menjadi dingin seperti batu es dan jantungnya berdetak sangat kencang. mukanya juga ikut memerah seperti kepiting rebus beruntung Metandra tidak melihatnya.


"kita mau kemana?"

__ADS_1


"udah ikut aja"


Metandra melajukan motornya menyusuri jalanan ibukota. akhirnya motor memasuki sebuah taman yang cukup luas dan indah di tengahnya memiliki danau yang hijau. di sana juga cukup ramai pengunjung. sebelum mereka duduk Metandra membeli beberapa jenis jajanan yang di dapat dari pinggir taman, di sana banyak sekali deretan jajanan. setelah itu mereka duduk di kursi panjang yang ada di pinggir danau.


kenapa dia duduknya sangat mepet sekali, apa nanti akan seperti ini terus. kalau seperti ini aku takut nanti dia bisa mendengar detak jantung ku..hihihii


"Santi, Lo suka tempat ini?"


"I-iya, tempatnya nyaman sekali" Santi menghirup udara segar lalu mengeluarkannya. "apa Lo sering ke sini?" tanya Santi


"nggak juga, aku ke sini kalau lagi bosan"


"iya tempat ini memang pas untuk menghilangkan kejenuhan" Santi mengedarkan pandangannya ke sekeliling danau. "indah sekali ya tempatnya."ujar Santi


"iya, nggak salahkan kalau gue ajak Lo kesini." tegas Metandra, sambil mengunyah makanannya. "ini sambil di makan, jajanan di sini walaupun murah tapi enak." sambil menyodorkan jajanan ke arah Santi


"I-iya" sahut Santi sambil memakan jajanan tanpa rasa ja'im.


mereka sangat menikmati suasana sekitaran. sambil menghabiskan jajanan, di selingi dengan perbincangan dan tidak lupa ada canda, tawa di dalamnya.


๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ

__ADS_1


Hallo guys... minta dukungannya ya untuk memberikan like, komen dan vote nya. biar author semakin semangat๐Ÿ’ช๐Ÿ˜† Terima Kasih ๐Ÿ™


__ADS_2