Terjebak Di Kota Metropolitan

Terjebak Di Kota Metropolitan
episode 26


__ADS_3

Kenapa gue gak denger suara alarm, apa karena gue tidur terlalu larut makanya alarm bunyi pun nggak kedengaran.


Santi mengecek alarmnya, tetapi masih berfungsi dengan baik. dia segera mandi dengan terburu-buru, bisa di bilang mandi bebek. selesai mandi Santi mengenakan seragam sekolah kemudian mengambil tas dan memakai sepatu. siap untuk berangkat, ketika membuka pintu dia di buat kaget. ada sosok yang tidak asing baginya berdiri tegap di depan pintu.


"mau kemana?"pertanyaan mengintrogasi


"Mmau kee sekolah" Santi gugup dan menatap heran


"di hari Minggu?"


"Hehh" seperti orang bodoh


"iya Lo mau ke sekolah di hari Minggu?" tegasnya


"Astaga" Santi kembali menutup pintu dan mengabaikan orang tersebut.


kok gue bisa lupa kalo sekarang hari Minggu, ehh tunggu! tadi gue nggak salah liatkan. dari mana dia tau alamat ini. terus ada apa ya dia ke sini. atau semua ini cuma mimpi... iya ini pasti cuma mimpi..


****plakkk****


"Aww sakit" Santi memegang pipinya yang barusan dia tampar."berarti ini bukan mimpi" Santi masih belum percaya. dia segera mengganti pakaiannya kemudian membuka pintu kembali memastikan bahwa Metandra masih ada di depan. benar saja Metandra masih tegak dengan posisi yang sama saat Santi tinggalkan tadi.


"Lo kok bisa tau alamat gue? dari siapa?"

__ADS_1


"nggak penting dari siapa, Lo kenapa di sini sekarang?" Metandra bertanya balik


"iya, Bibi gue udah nggak di Jakarta lagi. mereka sekarang ada di kampung."


"terus Lo nggak ikut?"


"setelah kelulusan mung-..."


"Trus pernikahan kita?"


"Ppernikahan"


"iya, kalo Lo di kampung terus gue di sini. pernikahan kita gimana?"


"walaupun gue di sini juga tetap sama aja kita nggak bersama"jawab Santi apa adanya.


"Mmaksudnya?"


"Lo packing in sekarang juga, gue tungguin nih"


Santi segera masuk, semua barang di packing di kardus dan baju di masukkan ke dalam tas. setelah selesai dia keluar menemui Metandra.


"sudah" Santi berkata dengan wajah polosnya

__ADS_1


"ayo sekarang ikut gue"


"Terus itu" Santi menunjuk ke arah dalam kosan.


"udah biarin aja, ntar ada yang jemput gue udah suruh orang ngambil. koncinya Lo taro aja noh di pot." ucap Metandra sambil menunjuk ke arah pot. Santi segera menaruh kunci dan menghampiri Metandra kembali.


"ayo naik" Santi masih dengan wajah bingungnya dan dia hanya menuruti apa yang di perintahkan oleh Metandra.


kini Santi dan Metandra sampai di pelataran apartemen. apartemen yang sama dimana Metandra pertama kali membawanya dulu. sampai di lift Metandra menekan tombol 20 nomor yang berbeda dari sebelumnya.


"kenapa kita ke lantai 20? tanya Santi penuh keheranan


"gue udah pindah"ucapnya santai


Tingg


pintu lift terbuka, Metandra keluar di ekori oleh Santi. mereka menuju ke pintu apartemen yang bertuliskan B222. setelah masuk Metandra menunjukkan kamar yang akan Santi tempati. saat Metandra melangkah ingin menuju pintu kamar tersebut tiba-tiba handphone nya berdering. akhirnya Metandra mengurungkan langkahnya dan malah berbalik arah. Santi masuk ke dalam kamar, dia di buat tercengang betapa luasnya kamar tersebut. ruangan kamar itu dua kali lipat dari kosan yang Santi tinggali.



Santi merebahkan tubuhnya ke tempat tidur sambil menunggu Metandra. setelah setengah jam kemudian Metandra belum menyusulnya juga. akhirnya Santi keluar dari kamar dan mencari keberadaan Metandra tapi tidak melihatnya.


.

__ADS_1


๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ


Hallo guys... minta dukungannya ya untuk memberikan like, komen dan vote nya. biar author semakin semangat๐Ÿ’ช๐Ÿ˜† Terima Kasih ๐Ÿ™


__ADS_2