
Di kamar Santi memperhatikan Sahira yang sedang tertidur pulas. meski dalam keadaan tidur anak itu terlihat sangat imut dan menggemaskan. gadis kecil itu sangat mirip dengan Metandra hampir 100% memiliki kemiripan terhadap ayah kandungnya. terkadang Santi sangat iri, kenapa tidak ada kemiripan dengannya sedangkan dia yang mengandung, melahirkan dan merawatnya sepenuh hati. sedangkan orang yang tidak menginginkannya malah mendapat bagian seluruhnya.
Seketika Santi menitihkan air mata sambil mengusap wajah Sahira dan memandangi wajah polos tersebut.
Santi POV
Saat itu hatiku sangat sedih kenapa banyak sekali cobaan yang aku lewati. ada banyak orang yang tidak menyukaiku, apa yang pernah aku perbuat sehingga mereka tega terhadap ku.
Sambil berjalan aku terus merenungi nasibku namun tiba-tiba ada motor yang menyerempet ku tanpa aba-aba aku terjatuh dan tersentak. aku merasakan sakit pada bagian perut ku namun aku memaksakan untuk bangkit tiba tiba saja badan ku sangat lemas hingga tidak mampu untuk bangun. aku langsung berteriak meminta pertolongan saat melihat ada darah segar di telapak tanganku. entah apa yang ada di pikiran ku pada saat itu, aku akan kehilangan anak di dalam perutku. namun tidak lama setelah itu aku merasakan ada yang membopong tubuhku tetapi aku sudah tidak mampu untuk membuka mata.
__ADS_1
Di ruangan cukup gelap tidak ada siapapun di sana, tiba tiba ada suara tangisan bayi. suara itu semakin jelas di telinga ku, aku merasa semakin ketakutan ketika mendengar suara anak kecil memanggilku dengan sebutan Mama serta meminta tolong. aku menutup telingaku sekuat mungkin namun suara itu semakin kencang dan jelas aku berteriak ketakutan.
Saat membuka mata, aku sangat bersyukur ternyata aku berada di sebuah ruangan yang cukup nyaman. bukanlah di ruangan sebelumnya yang gelap dan menakutkan ternyata itu hanyalah alam sadarku.
Aku berada di sebuah ruangan rumah sakit, tetapi aku melihat seorang laki-laki tegap, berwajah tampan tidak kalah dengan Metandra. apa laki laki ini yang membawaku tadi, siapa dia? dia tersenyum kepada ku.
Ya dia menyebut dirinya Mahendra, nama yang cukup bagus sesuai dengan orangnya. ada seorang ibu-ibu masuk menghampiri Mahendra. setelah itu mereka berbicara cukup pelan bahkan aku yang jaraknya tidak jauh saja tidak mendengarnya lalu setelah itu mereka keluar dari ruangan.
Setelah 2 hari di rawat akhirnya aku di bolehkan pulang di temani oleh Ahmad dan juga Ana. mereka setia menemani ku pada saat di rawat terutama Ana yang tidak pernah pergi dari rumah sakit. saat itu aku meminjam handphone perawat untuk memberi tahu mereka berdua.
__ADS_1
Kami menuju ke administrasi untuk membayar biaya tagihan, namun ternyata sudah di lunasi oleh Mahendra. sungguh mulia sekali hati laki laki itu, bagiku dia adalah malaikat penolong yang di kirimkan Tuhan.
Sudah selama seminggu aku mencari pekerjaan namun tidak ada yang menerima apalagi melihat kondisi ku yang sedang hamil. rasanya aku sudah cukup lelah dan pasrah di tambah tabungan ku sudah sangat tipis. padahal aku sudah sangat mengirit selama ini. bahkan makan pun terkadang hanya dua kali sehari itupun terkadang Ahmad atau Ana datang membawa makanan jadi tambah irit. Ana menyuruh ku untuk tinggal bersamanya namun aku menolak karena tidak ingin menjadi beban untuk orang lain. waktu ku hanya dua minggu lagi berada di kontrakan. jika dalam seminggu kedepan aku belum juga menemukan pekerjaan maka jalan terakhir yang aku pilih yaitu pulang ke kampung halaman. sebenarnya aku tidak ingin pulang takut menambah beban pikiran orang tua tapi mau bagaimana lagi jika jalan itu satu satunya agar aku tetap bertahan.
Di bawah terik sinar matahari aku tetap melangkahkan kakiku menyusuri setiap ruko untuk mencari pekerjaan. sudah berapa ruko yang aku masuki tapi rata rata tidak menyediakan lowongan dan ada juga yang menolak karena aku bukan kriteria karyawan mereka. tiba tiba saja ada yang menabrak ku dari arah depan, aku lalu berdiri dan hendak membantunya namun dari arah jauh segerombolan orang menuju ke arah kami sambil berteriak jambret. saat itu juga aku memukulnya menggunakan tas selempang ku sampai orang orang itu tiba. dan aku mengambil tas branded dari tangan jambret tersebut lalu menyerahkan kepada pemiliknya.
.
๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ
__ADS_1
Hallo guys... minta dukungannya ya untuk memberikan like, komen dan vote nya. biar author semakin semangat๐ช๐ Terima Kasih ๐