
"Ada apa nak?" tanya ibu dan bapak yang hanya menyaksikan.
Santi dan Rendi menjelaskan semuanya yang terjadi dan melepaskan beban yang selama ini mereka pendam.
"Ya Allah, kenapa bibi bisa seperti itu" ucap ibunya yang ikut bersedih.
"padahal selama ini Bi Ina selalu meminta transfer dalam jumlah yang tidak sedikit setiap bulannya. kami selalu mengusahakan semuanya sampai ibu dan bapak banting tulang sekuat tenaga di kampung." jelas bapak
"iya Bibi Ina selalu menjelaskan tentang semua kebutuhan kalian dan kami berusaha memenuhinya. bahkan uang untuk kalian makan sehari hari pun kami transfer." ucap ibunya sambil menitihkan air mata
"ya begitulah Bu" kata Santi
"jadi bagaimana apa kalian mau ikut pulang bersama?" tanya ibu
"terus bagaimana dengan Rendi berarti dia harus pindah sekolah?" tanya Santi
"ya mau bagaimana lagi, ibu terserah kalian aja nggak memaksakan. jika kalian masih betah di sini nggak apa-apa. ibu dan bapak selalu berusaha untuk kalian."
"yang terpenting kalian bahagia" sahut bapak
"Adek mau pulang Bu"ucap Rendi. sedangkan Santi masih bimbang karena jika dia pulang berarti dia tidak akan bisa bertemu dengan Metandra.
"bagaimana dengan mu Santi?" tanya bapak.
__ADS_1
"Santi eemm..(berfikir sejenak) Bu jika Santi tetap di sini bagaimana?"
"apa kamu yakin?" tegas ibu
"kebetulan Santi mendapatkan beasiswa di salah satu sekolah di sini Bu jadi sayang kalau tidak di ambil." memang sebenarnya Santi mendapatkan beasiswa tersebut. padahal ada alasan lain yang membuatnya tetap bertahan. karena dia akan tetap nekad meminta pertanggung jawaban kepada Metandra. dia juga memikirkan kalu seandainya dia hamil itu akan sangat sulit baginya. walaupun kesempatan itu sangat sedikit setidaknya untuk saat ini dia akan berusaha.
"ya tidak masalah sayang( sambil membelai rambutnya Santi) kamu kejar impian kamu. ibu dan bapak akan tetap selalu berusaha untuk kebahagiaan kalian." ucap ibu
"terima kasih" Santi akhirnya sedikit lega walaupun sebenarnya dia ingin sekali ikut pulang."ibu bapak tidak usah lagi memikirkan biaya sekolah aku di sini."kata Santi
"iya, bagi bapak dan ibu nggak masalah untuk biaya. kamu tidak usah memikirkannya, itu semua sudah menjadi tanggung jawab kami."
"terima kasih banyak pak, Bu."ucap Santi sambil mengecup pipinya.
kini sekolahan Santi jaraknya lebih dekat dia bisa menempuhnya dengan berjalan kaki. dia hanya membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk berjalan kaki.
semua tugas tugas yang dulunya Rendi kerjakan sekarang berpindah alih kepadanya. meskipun lelah dia tetap berusaha untuk menjalankan.
Hari itu Santi libur sekolah, dia pergi ke apartemen Metandra untuk menemuinya. Santi telah mendapatkan izin dari bibi Ina sebelumnya. tapi dia meminta izin untuk pergi ke tempat temannya.
Setelah kelulusan itu dia tidak pernah bertemu lagi dengan Metandra. hari ini dia ingin memastikan keberadaan Metandra. kini Santi telah berada di depan pintu apartemen, dimana dulu Santi dan Metandra pernah melakukan hal terkutuk di tempat itu.
tok tok tok
__ADS_1
tok tok
drettt
pintu terbuka separuh, seorang bertubuh besar dan kekar berdiri di depan pintu.
"anda siapa?"
"saya Santi pak, apa Metandra nya ada?"
"di sini tidak ada yang namanya Metandra" Santi seketika bengong mendengar ucapkan pria tersebut.
"sayang siapa? apa ada tamu?" sahutan dari dalam.
"tidak ada sayang." sahutnya
"oh ya sudah pak, maaf sudah mengganggu waktunya." ucap Santi
"Hmm" pria itu menutup pintu apartemen tersebut.
Santi segera melangkah pergi meninggalkan apartemen tersebut. dengan perasaan tidak menentu, dia benar-benar bingung sekarang. harus mencari Metandra kemana lagi dia sekarang. dia hanya mengetahui tempat tinggal Metandra hanyalah tempat itu.
๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ
__ADS_1
Hallo guys... minta dukungannya ya untuk memberikan like, komen dan vote nya. biar author semakin semangat๐ช๐ Terima Kasih ๐