
"Setelah selesai temui saya di ruangan" ucap pak Ridwan pergi meninggalkan Santi
"baik pak"
setelah selesai Santi segera menuju ruangan pak Ridwan.
tok tok tok
setelah mendengar sahutan dari dalam Santi segera masuk.
" silahkan duduk"
"terima kasih pak" Santi duduk di bangku yang di hadapkan dengan meja pak Ridwan. sedangkan pak Ridwan tetap berada di bangku kebesarannya.
"Santi, saya tau kamu tidak sengaja menumpahkan minuman itu karena pada saat kejadian saya ada di depan. tetap saja kita yang harus mengalah agar tidak menimbulkan kekacauan lebih lagi. karena bagi perusahaan pelanggan adalah raja. kita harus memberikan pelayanan yang terbaik kepada mereka. saya minta kejadian seperti tadi tidak terulang lagi."
"baik pak, maafkan atas kecerobohan saya." Santi menundukkan kepala.
"iya tidak masalah jadikan ini sebagai pelajaran kedepannya. saya juga minta maaf, kamu bulan depan tidak bisa menerima gaji full karena harus membayar kerugian yang terjadi."
"iya tidak masalah pak, karena semua memang kesalahan saya."
"baik itu saja, sekarang kamu kembali bekerja. lebih berhati-hati lagi ya."
__ADS_1
"iya pak, saya permisi" di balas dengan anggukan kepala oleh pak Ridwan.
Santi kembali ke restoran untuk melanjutkan pekerjaannya. di sana dia tidak melihat keberadaan Metandra dan kekasihnya lagi.
Setelah jam sembilan malam restoran sudah tutup semua karyawan bersiap untuk pulang begitu juga dengan Santi. ketika Santi keluar dari restoran dan akan menuju jalan raya untuk mencari angkutan umum. tiba tiba saja sebuah motor menghentikan langkahnya.
"Ahmad, Lo ngapain ke sini?"ujar Santi
"Sengaja mau jemput Lo." tersenyum tipis
"tumben banget, ada apa nih."
"gue lagi bosen di rumah, lagian kita udah lama gak jalan. ayo naik."
"kita mampir makan dulu ya sebelum pulang, soalnya gue belum makan nih. tenang gue yang teraktir kok."
"Ok.. buat sekarang Lo yang teraktir ntar kalo gue udah gajian gue teraktir Lo" Santi menepuk pundak Ahmad sambil tersenyum. "mau makan di mana?"
"makan seafood yuk"
"ya udah dimana aja" sahut Santi
akhirnya Ahmad dan Santi tiba di lesehan bakmi dan seafood pinggiran jalan. pengunjung yang datang juga lumayan ramai. setelah memesan menu Santi dan Ahmad memilih sebuah meja dan duduk berhadapan.
__ADS_1
"San, apa setelah lulus Lo bakal balik ke kampung?"
"gue belum tau sih, tapi maunya ortu gue ya gue pulang."
"yah kalo Lo pulang bakalan nggak ketemu lagi kita" ucap Ahmad bersedih
"Lo sesekali main dong ke kampung gue ajak Ana juga."
"kampung Lo jauh banget San" menampilkan senyum Pepsodent
"ya nggak masalah, kan sekalian liburan"
"iya benar juga sih"
obrolan mereka berlanjut hingga pesanan datang dan mereka menyantap makanan sampai habis tidak tersisa. setelah itu Ahmad mengantarnya pulang ke kosan yang baru seminggu Santi tempati. setelah sampai di depan kosan Ahmad langsung pamit pulang dan Santi segera masuk ke dalam.
Saat di kamar Santi masih terbayang bayang mengingat kejadian tadi siang di restoran dan pertemuannya dengan Metandra. ingatannya semakin dalam, isi kepalanya kembali mengingat semua tentang Metandra. jam dinding telah menunjukkan setengah satu lebih tapi dia belum juga tertidur. membuatnya menjadi pusing, dia berusaha untuk melupakan dan memejamkan mata tetap belum bisa tidur juga. Santi mencoba menutup mata nya dengan bantal, lama-kelamaan Santi terlelap dalam tidurnya.
keesokan hari Santi terbangun, dia mengucek matanya. dia menguap sangat lebar, matanya tertuju pada jam dinding. dia mengucek matanya sekali lagi dan benar saja.
.
๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ
__ADS_1
Hallo guys... minta dukungannya ya untuk memberikan like, komen dan vote nya. biar author semakin semangat๐ช๐ Terima Kasih ๐