
Eekkkk
Suara dahagan Metandra, sambil memegang perutnya. tanda bahwa dirinya sudah kenyang.
"gimana enakkan masakan gue." tanya Santi
"biasa aja."sahutnya mengeles, gengsi mengakui yang sebenarnya.
"itu buktinya ludes"ledek Santi sambil tersenyum
"karena dari pagi gue belum makan sama sekali."tegas Metandra
"Ohh gitu ya." sahut Santi sambil tersenyum menggoda.
"terserahlah" Metandra meninggalkan Santi karena rasa malu. dia menuju ke balkon apartemen miliknya. Metandra melakukan panggilan telepon terhadap Lita. dia merasa rindu kepada kekasihnya itu. lantaran hari liburnya tidak bisa bersama sang kekasih. Lita sedang pergi bersama keluarganya ke tempat orang tua dari ayahnya atau neneknya Lita.
"siapa yang memanggil?" tanya Rival
__ADS_1
"Metandra baby" Jawab Lita
"dia lagi..."menarik nafas panjang."udah biarin aja baby, nggak usah di angkat. sekarang ini kita lagi berdua aku gak mau ada yang ganggu." sahut Rival kesal.
"Ok baby" Lita memasukkan kembali handphone nya ke dalam tas. Lita melanjutkan makannya dengan Rival di sebuah restoran. Lita telah membohongi Metandra bahwa dia pergi bersama keluarganya padahal dia hanya ingin pergi berdua bersama Rival.
Sedangkan Metandra merasa risau karena dari tadi dia berusaha menelpon Lita tapi tidak ada jawaban. dia mondar mandir di balkon sambil berusaha menghubungi Lita. sesekali dia mengusap wajahnya kasar dan berkacak pinggang.
Santi yang telah selesai dari dapur dia melihat tingkah Metandra dari dalam. dia duduk di sofa sambil memperhatikan Metandra. dia tahu bahwa hari ini Metandra sedang galau.
Hari ini Santi ke pasar untuk membeli kebutuhan rumah dan untuk membeli bahan makanan untuk Setok di kulkas. dia berfikir mulai sekarang dia harus masak sendiri lagi sama seperti waktu dia masih tinggal di kostan dulu.
Sedangkan uang hasil kerjanya di butuhkan untuk biaya kosannya. karena sekarang dia tinggal di apartemen Metandra jadi uang kost nya bisa dia tabung. dia berniat untuk membeli handphone.
Sesampainya di apartemen Santi merapikan hasil belanjanya tapi dari tadi dia tidak melihat keberadaan Metandra di segala ruangan. Santi berfikiran mungkin Metandra sedang berada di kamarnya.
Setelah semua selesai Santi ke kamar untuk mengistirahatkan tubuhnya.
__ADS_1
Di tempat lain Metandra sedang bersenang senang bersama grim Reaper di kediaman Alex. Metandra hadir karena dia merasa bosan berada di apartemen. Alex yang menyiapkan satu ruangan khusus dan banyak minuman beralkohol beserta mengundang beberapa wanita untuk menemani mereka di sana.
Orang tua Alex sedang tidak ada, makanya Alex bebas berpesta. walaupun ada banyak yang mengawasi, tapi mereka semua tidak ada yang berani mengadukan kepada orang tuanya karena Alex lah yang berkuasa.
"Metandra ayolah minum, sekali kali nggak apa-apa lah"bujuk Alex
"iya bener tuh" sahut Eden salah satu personil grim Reaper
"iya kalian lanjut aja lah." sahut Metandra
"ah nggak asyik, ayolah."Metandra menyodorkan segelas minuman beralkohol."di minum, kan udah lama juga kita nggak kayak gini."lanjut Alex dan di dukung oleh yang lainnya.
"Oke oke" Metandra menerima dan meminumnya.
Malam hari, setelah Santi selesai masak dia mengetuk kamar Metandra untuk mengajak makan malam. tapi tidak ada sahutan akhirnya dia membuka kamar dan tidak ada Metandra di sana. Santi memutuskan makan malam sendiri setelah selesai dia menonton TV di ruang tamu sambil tiduran di sofa. tanpa di sadari dia tertidur lelap di sana.
.
__ADS_1
๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ
Hallo guys... minta dukungannya ya untuk memberikan like, komen dan vote nya. biar author semakin semangat๐ช๐ Terima Kasih ๐