Terjebak Di Kota Metropolitan

Terjebak Di Kota Metropolitan
episode 2


__ADS_3

Dua hari sudah berlalu, kini saatnya Santi dan Rendi mulai untuk masuk ke sekolah yang baru. dengan penuh semangat juga terlihat raut wajah gembira di diri mereka berdua. hari itu dimana bibi Ina ikut mengantar ke sekolah. Santi dan Rendi di daftarkan ke sekolah yang berbeda oleh bibi Ina. Santi masuk ke sekolah SMP negeri sedangkan Rendi masuk sekolah SMP swasta. walau berbeda sekolahan tapi gedung mereka bersebelahan.


ke sekolah mereka menggunakan kendaraan angkutan umum. karena jarak dari rumah ke sekolah lumayan memakan waktu dan tidak bisa di jangkau dengan berjalan kaki. 40 menit sudah berlalu akhirnya mereka sampai. setelah turun dari angkutan umum bibi Ina mengantarkan Santi terlebih dahulu ke depan gerbang sekolah Santi, baru kemudian mengantarkan Rendi.


"Santi bibi nganterin kamu sampai sini saja ya, nanti klo pulang barengan aja sama Rendi. kalian ingatkan jalan yang tadi?" tanya bibi Ina


" iya Bi" ucap keduanya


"bibi ga bisa nunguin kalian sampai pulang karena bibi harus ke sekolahan Nisa dan Reri".


"iya Bi" sahut Santi


"ayo Ren kita ke sekolahan mu nanti terlambat"kata bibi Ina lagi


"iya Bi" ucap Rendi


Santi mulai masuk ke gerbang, dia di buat terpesona akan sekolah baru nya. betapa tidak sekolahan itu memiliki halaman yang luas dan indah gedungnya bertingkat dan memiliki banyak sekali ruangan. Santi sampai bingung harus mencari kelas nya di sebelah mana.


haduhh klo begini caranya gimana aku bisa menemukan kelas ku. sekolahan ini sepuluh kali lipat lebih gede dari sekolahan ku yang di kampung. gumamnya


sambil berjalan dan mencari di mana kelasnya, akhirnya Santi bertemu dengan ibu guru tanpa rasa ragu dia bertanya.


"Bu maaf mau bertanya, kelas VIII.3 di bagian mana ya Bu?"


"adik anak baru yang pindahan itu ya?"


"iya Bu"

__ADS_1


"adik ke gedung sebelah( sambil menunjuk) di lantai dua nanti cari saja di deretan sebelah kiri."


"baik Bu, Terima Kasih" sambil melempar senyum.


"sama sama" di balas senyuman


Santi melangkah dengan terburu-buru karena takut terlambat. di saat menaiki tangga dia di buat terpesona oleh ketampanan seorang siswa yang berada di pojokan atas tangga. sedang mengobrol dengan teman temannya.


Ohh ya tuhan betapa indahnya ciptaan mu. tidak salahkan klo aku mengaguminya. ucapnya dalam hati sambil diselingi senyuman.


"Aww sakiit..(sambil memegangi kakinya)" karena terpeleset di anak tangga.


"hahahaaa... makanya gunain mata Lo yang bener" ucap siswi yang sedang menaiki anak tangga juga.


dengan rasa malu karena di lihat siswa tampan dan teman temannya itu. Santi tetap menaiki anak tangga dengan perlahan. saat sampai di kelas semua sudah duduk di bangku masing-masing. dia bingung harus duduk di mana. untung gurunya segera datang dan menyuruh Santi untuk perkenalkan diri.


"baik Santi selamat bergabung dengan teman teman di sini, kamu sudah boleh duduk. bangku kamu di sebelah Siska( sambil menunjuk bangku yang kosong)"


Santi akhirnya menuju bangku yang di tunjukkan oleh ibu gurunya. setelah duduk, Santi melempar senyum ke teman sebangkunya yaitu siska, namun tidak ada balasan. hati nya merasa tidak nyaman karena menghadapi Siska. siswi itu terlihat sangat cuek dan dingin.


"hey..( menepuk pundak Santi)


"ehh I iya" terkejut


"Lo kenapa bisa pindah sekolah?" tanya teman yang duduk di belakang Santi


"aku ikut bibi ke Jakarta, pengen mandiri dan jadi anak rantauan" ucap Santi

__ADS_1


"yaelah aku.. hahahaa, udik baget si Lo." timpal siska menampilkan muka tidak sukanya.


"palingan juga dia di DO dari sekolah nya yang dulu" timpal siska lagi


Santi terdiam, sambil memikirkan kata kata DO. itu apa ya artinya. sambil menggaruk keningnya yang tidak gatal.


tiba tiba dia di kejutkan dengan kedatangan siswa laki-laki yang tadi di lihatnya saat menaiki tangga.


" pagi Bu, maaf terlambat tadi dari toilet"


"Ok tidak masalah metandra" jawab Bu guru


Santi bersuara dalam hatinya, Oh jadi dia bernama metandra. kenapa bisa kebetulan satu kelas ya. pandangan Santi tidak terlepas ke arah metandra.


"Heh( mendorong pundak Santi) bisa aja dong ngeliatnya" ucap Siska


"Susan dia memang cowo paling tertampan dan terkenal di sekolah ini, dia menjadi incaran para anak cewek" bisikan dari belakang


"pangil aku Santi bukan Susan"


"Ok ok Sanntii.. gue Winda"


"kenapa Lo suka ya? tanya Siska


"udah deh ga usah mimpi, Lo itu jauh dari kriterianya."


"enggak kok (menundukkan kepala)" balas Santi

__ADS_1


setelah perbincangan pendek yang terjadi, akhirnya semua kembali fokus pada pembelajaran yang di berikan guru sampai selesai.


__ADS_2