
setibanya di rumah Santi tidak melihat keberadaan bibi Ina. entah kemana perginya, pasti pergi hanya sebentar karena dia melihat Rohman yang di tinggal oleh Bi Ina.
"dek bibi kemana?" tanya Santi kepada Nisa
"tadi sih bilangnya ke pasar mau belanja keperluan Reri karena besok dia mau ikut outbound abis itu dia bilang mau ke toko fotocopy an sebentar" Nisa menjelaskan
"Oya mbk, Nisa laper nih tolong masakin mie dong, tadi ibu pesen kalo mau makan masak mie aja kalu gak goreng telor aja karena ibu ga masak."
"iya sebentar ya mbk ganti baju dulu"
"jangan lama-lama"
"iya, sebentar" ucap Santi
Saat di dalam kamar sebelum Santi mengganti pakaiannya. Santi bercerita kepada Rendi tentang dirinya yang di tagih uang SPP oleh pihak sekolah.
__ADS_1
"dek kamu mau tau gak, hari ini kakak di panggil ke ruang BK." dan Santi menceritakan semuanya apa yang di sampaikan oleh Bu Sulis
"kak.. sebenarnya SPP ku juga nunggak 4 bulan. sama kayak kakak tapi aku belum sampai di panggil sih. palingan sebentar lagi sama kayak kakak juga. dengan muka yang sedih
"dek sebenarnya kakak bingung deh bukanya ibu selalu rutin ngirimin kita duit ya. tapi kok bisa kita sampai nunggak begini ya." Santi tahu bahwa orang tuanya sering transfer karena setiap kali bibi dapat transferan ibunya selalu telepon. anehnya bibi Ina selalu tidak mengijinkan Santi dan Rendi untuk bicara. setiap kali orang tuanya telpon bibi Ina selalu mencari alasan seperti Santi dan Rendi sedang belajar, sedang mandi dan sebagainya. dan membuat kedua kakak beradik itu menyibukkan diri. bahkan terkadang saat orang tuanya Santi menelpon Bibi Ina pergi ke kamarnya. orang tuanya Santi memang tidak memiliki handphone jadi jarang sekali menghubungi. setiap kali ingin menelpon mereka selalu pergi ke tetangga untuk meminjam telpon.
"iya kak, bahkan tiap harinya aja kita sering nggak jajan. karena bibi cuman ngasih ongkos doang itupun kadang ke pakek kalau ada iyuran / sumbangan di sekolah. dan ujung ujungnya kakak harus pulang bareng kak Ahmad" tutur Rendi
di saat seperti itu kadang Santi meminta pertolongan Ahmad untuk mengantarnya pulang. terkadang Ahmad ingin mengantarnya sampai rumah tapi Santi melarangnya. dia hanya meminta Ahmad untuk mengantarnya sampai gang jalanan. kalau tidak begitu, pasti salah satunya ada yang berjalan kaki. namun sampai saat ini mereka belum pernah berjalan kaki karena Ahmad sangat pengertian terhadapnya. bahkan Ahmad menawarkan setiap hari untuk ikut bersamanya. tapi Santi menolak karena dia tidak ingin merepotkan Ahmad terus menerus.
"sabar ya dek." Santi menenangkan
"mbak lama banget si, udah blm? aku udah laper tau." teriak Nisa dari luar tiba tiba mengagetkan mereka berdua.
"iya Nisa, sebentar" balas Santi
__ADS_1
di sore harinya, saat bibi Ina sudah kembali dan sedang bersantai di kamarnya. Santi menghampiri dan menceritakan semua yang di sampaikan oleh gurunya tadi di sekolah.
"ya udah sabar aja dulu, lagian kakak(orang tuanya Santi) juga belum kirimin duit lagi."
"tapi Bi, Bu Sulis bilang kalau sampe UN belum juga lunas terpaksa aku gak bisa ikut" memasang muka sedihnya
"ya mau gimana lagi, bibi juga gak punya duit"
"bukanya setiap bulan ibu dan bapak selalu mengirim uang ya Bi?" sahut Santi
"ya kalian liat aja, duitnya cuman cukup buat sehari hari." jelas bibi Ina
betapa tidak setiap kali mendapat kiriman bibi Ina selalu bersenang senang dan memanjakan anak anaknya. itu yang selalu Santi lihat.
Santi hanya menundukkan kepalanya, hatinya merasa sangat sedih. setiap kali dia membahas hal itu, selalu itu yang di ucapkan Bibi Ina. Santi berangsur menjauh dari tempat Bi Ina berada. Santi menghilangkan segala kekesalan dan kesediaanya. dia pergi ke kamar mandi, dengan sengaja dia membiarkan tubuhnya di bawah kucuran air shower yang mengalir bersama tetesan air mata yang jatuh. setelah hatinya merasa sedikit lega dan rasa sedihnya sedikit berkurang. dia membersihkan tubuhnya yang sudah terlalu dingin karena terlalu lama beranda di bawah kucuran air shower.
__ADS_1
๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ
Hallo guys... minta dukungannya ya untuk memberikan like, komen dan vote nya. biar author semakin semangat๐ช๐ Terima Kasih ๐