
"Bi Reni saya minta maaf kalo mulai Minggu depan saya sudah tidak bisa memperkerjakan bi Reni lagi di sini karena saya sudah tidak mampu untuk membayarnya. Bi Reni liat sendiri kan kondisi keuangan saya saat ini memburuk setelah alm meninggal." ucap bibi Ina
" iya saya mengerti Bu, Minggu depan kemungkinan saya akan pulang dulu ke kota D untuk menemui ibu saya setelah itu saya baru akan mencari pekerjaan lagi." ucap bibi Reni
" iya Ren, Ohh iya sebelum kamu pulang dalam seminggu ini kamu tolong ajarkan pekerjaan yang bisa kamu kerjakan kepada Santi dan Rendi ya."
"baik Bu"
"Santi, Rendi kalian tidak keberatan kan kalo membantu meringankan pekerjaan bibi? tanya bibi Ina
"iya Bi" jawab keduanya
"oh iya Bu, bagaimana dengan gaji saya yang tertunda selama 2 bulan lalu?
karena dari situlah ongkos saya untuk pulang nanti Bu dan juga buat pegangan saya sebelum saya mendapatkan pekerjaan yang baru" kata Reni."
"insyaallah saya usahakan ada " jawab bibi Ina
__ADS_1
"baik Bu, Terima Kasih"
memang benar kondisi keuangan bibi Ina menurun setelah alm suaminya meninggal dunia. penghasilan satu satunya dari toko fotocopy an, di salah satu ruko depan RS. itupun tiap bulan harus membayar gaji dari karyawan toko itu.
setelah mendengarkan perbincangan tadi Santi dan Rendi merasa sedih karena mereka berdua tidak menyangka kalau selama ini bibi nya merasa kesulitan dalam keuangan.
entah mengapa kehadiran mereka merasa jadi beban baru untuk bibi Ina. walaupun semua kebutuhan mereka akan mendapatkan kiriman dari orang tua nya tetap saja mereka merasa tidak enak hati. andai saja kalau mereka tahu dari awal rasanya tidak mungkin mereka mau untuk ikut ke Jakarta. tapi semuanya sudah terlanjur, ibarat nasi sudah menjadi bubur.
setelah Bi Reni berhenti, entah mengapa bibi Ina selalu memberatkan semua urusan rumah dan anak anaknya kepada Santi dan Rendi. dia bahkan sudah tidak segan untuk memerintah dan memarahi keduanya jika ada kesalahan dalam mengerjakan pekerjaan yang dia suruh. bahkan Santi dan Rendi sampai tidak ada waktu untuk beristirahat kecuali di malam hari.di hari libur pun Santi dan Rendi harus mengerjakan deretan tugas yang diberikan oleh bibi Ina.
bibi Ina memperlakukan Santi dan Rendi sangat berbeda dengan anak anaknya. bi Ina selalu memprioritaskan dan memuliakan anak anaknya sedangkan kepada Santi dan Rendi suka seenaknya.
"Santi rumah nya sudah di pel belum sih?"
"sudah bik"
"coba kamu liat ini( sambil menunjuk ke lantai) tuhh masih banyak nodanya kan! yang becus kalo kerja biar ga berulang ulang ngerjainnya." dengan muka marah nya.
__ADS_1
padahal itu semua adalah pekerjaan Nisa dan Reri yang bolak balik saat lantainya belum kering.
"Ren cepetan antar Nisa dan Reri les nanti terlambat" ucap bibi Ina dengan nada tinggi
"itu loh Bi, Reri dari tadi belum siap"
"alah kamu nya juga dari tadi bukannya ingetin mereka ini malah mengulur waktu terus"
hmm salah lagi aja, kapan bebernya sihh. gumam Rendi dalam hati.
memang benar bibi Ina selalu melimpahkan kesalahan kepada Santi dan Rendi walaupun anak anaknya yang telah melakukan kesalahan.
di sekolah Siska yang selalu membuat ulah dengan gang nya
"hehhh udik( sambil melempar buku ke hadapan Santi) dari pada Lo nganggur mending Lo kerjain tugas dari guru di buku gue."
"aku baru aja keluar ngerjain di bukuku, tangan ku cape banget Siska."
__ADS_1
"bug bug bug"