
Setelah berapa ratus kali Metandra menelpon tapi tidak ada jawaban, Metandra juga selalu meninggalkan pesan tapi sama tidak ada balasan. tiba tiba saja hari ini ketika Metandra baru saja keluar dari apartemen dia menerima sebuah pesan dari Lita.
Lita: Kalu kamu masih sayang sama aku, kamu harus tinggalin perempuan itu. kamu harus bisa memilih, dan pastinya orang yang sayang sama kamu dengan tulus yaitu aku bukan dia. jujur aku takut kehilangan kamu Metandra, I Miss you.
Metandra: I Miss you too sayang. aku juga takut banget kehilangan kamu, aku pasti pilih kamu. kamu sekarang ada di mana? kita ketemu ya.
Lita: Temui aku di mall biasa kita kunjungi.
Metandra: Ok kita ketemu di sana. aku jalan sekarang.
Setelah menerima pesanan Metandra segera tancap gas ke tempat tujuan.
Hari perpisahan tiba, dimana orang tuanya Santi hari ini pulang ke kampung halaman. pagi pagi sekali Santi sudah berada di terminal bersama orang tuanya dan dimana ada Ana dan Ahmad juga di sana. kemarin Santi mengabarkan kepada Ana bahwa orang tuanya akan pulang, Ana pun kembali mengabari Ahmad sekalian untuk menemaninya. sedangkan Metandra beralaskan bahwa dia akan pergi di pagi hari jadi tidak sempat untuk mengantarkan mertuanya itu. sebelum pergi orang tua Santi banyak meninggalkan pesan kepada Metandra. mereka percaya bahwa Metandra bisa menjaga Santi dengan baik.
"Kenapa saya tidak di kabarin kalau bapak dan ibu ke Jakarta taunya udah pulang aja." seru Ahmad
__ADS_1
"Maaf nak kami ke sini cuman sebentar, itupun niatnya mau menjemput Santi tapi karena Santi di sini sudah ada keluarga baru jadi kami tidak ada hak untuk membawanya." sahut ibu
"Maksud ibu? keluarga baru?" Ahmad bingung dan meminta penjelasan
"Emm ibu itu mobilnya sudah mau jalan." ucap Santi, yang kebetulan mobil yang orang tuanya akan segera berangkat.
"Ohh iya, ya sudah bapak sama ibu pulang dulu ya kalian baik baik di sini. ibu minta kalian jangan putus komunikasi, saling jaga. nak Ahmad tolong jagain mereka ya, walaupun Santi sekarang sudah ada yang melindungi tapi ibu tetap menitipkan mereka sama kamu. ibu percaya kamu orang yang baik." kata sang ibu
"Iya pasti Bu." ucap Ahmad walaupun semakin bingung atas ucapan ibunya Santi.
Setelah salam perpisahan dan mobil yang di tumpangi orang tuanya Santi pun telah berlalu. Santi segera berpamitan untuk pergi bekerja, selain itu juga dia menghindari pertanyaan dari Ahmad. Santi tahu bahwa Ahmad pasti akan meminta penjelasan atas perkataan orang tuanya.
"Iya San, semangat ya kerjanya. kapan kapan kita bikin acara ya."
"Lo buru buru banget San?" tanya Ahmad
__ADS_1
"Iya nih gue takut telat. kabarin aja kapan dan di mana nya. gue pasti sering main ke rumah kok. bye... gue tinggal ya.." Santi meninggalkan mereka berdua.
"Lo ngerasa ada yang aneh gak sih sama Santi?" tanya Ahmad, setelah kepergian Santi.
"Aneh? kayaknya bisa aja deh." Ana berusaha untuk menyembunyikan kebenaran, dia tidak ingin orang tahu dari dirinya biarkan orang lain mengetahui kebenaran dari Santi sendiri.
"Masa sih, soalnya dari kata kata orang tuanya tadi juga udah aneh. keluarga baru?, sudah ada yang melindungi?"Ahmad mengingat perkataan itu. "itu maksudnya apa si? apa Santi sebenarnya sudah-.."perkataan Ahmad terpotong.
"Menurut gue si biasa aja, mungkin yang di maksud orang tuanya yaitu kita. ahh ya udahlah yuk kita pulang dari pada berasumsi yang nggak nggak." sahut Ana, sambil melangkah menuju ke parkiran dan di ikuti oleh Ahmad.
Kenapa sepertinya Ana juga menutupi sesuatu, gue yakin pasti ada yang mereka sembunyikan. kata Ahmad dalam hati.
Santi bekerja seperti biasanya, cuman memang hari ini banyak sekali customer sehingga dia sangat sibuk dan merasa cukup lelah.
.
__ADS_1
๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ
Hallo guys... minta dukungannya ya untuk memberikan like, komen dan vote nya. biar author semakin semangat๐ช๐ Terima Kasih ๐