
Pagi hari di teras rumah sebelum Santi berangkat kerja seperti biasa dia menitipkan Sahira terlebih dahulu kepada Ana.
"Ibu" ucap Sahira yang sudah terlebih dahulu menghampiri Ana sembari memeluknya erat.
"Ehh princess nya ibu sudah rapi?"
"Sudah dong Bu, ibu Sahira punya boneka besar dong" tangannya sambil memperagakan bundaran lebar.
"Ohh ya, dari siapa? coba ibu tebak." seolah sedang berfikir keras. "pasti dari Om Mahendra semalam ya.."
"Benar, kok ibu bisa tahu si?"
"Tahu dong apa si yang gak ibu tahu." sambil mengedipkan mata sebelah.
"Pasti ibu semalam ngintip ya? ayo ngaku..."
"Yah ketahuan deh" semua tertawa "Mahendra jadi ke luar kota hari ini San?" tanya Ana
"Iya jadi, Na ada yang mau gue ceritain tapi gak sekarang. nanti malam kalau ada waktu Lo ke rumah ya."
"Oke.. ya udah sekarang berangkat ya nanti telat."
"Iya, gue titip Sahira ya. anak Mama jangan nakal ya baik baik sama ibu" sembari membelai rambut Sahira
"iya Mama, love you Mama."ucap Sahira dan tak lupa saling memberi ciuman pipi.
"love you too sayang.. Na gue berangkat duluan ya. dahhh...." Santi menaiki motor berlalu meninggalkan rumah. tidak lama dari itu Ana dan Sahira juga pergi ke sekolah.
Sesampainya di kantor Santi langsung menuju ke ruangannya. seperti biasa dia langsung menghadap laptop terlebih dahulu untuk memulai pekerjaannya.
__ADS_1
Setelah agak senggang Santi membuka bekal yang tadi pagi sebelum berangkat dia siapkan. dia menaruh kotak bekal tersebut ke atas mejanya berniat hendak menyantap makanannya tersebut. karena merasa cacing cacing di perutnya sudah meminta jatah.
Tok tok tok
pintu ruangan tersebut ada yang mengetuk dari luar.
Siapa sih baru juga mau makan udah ada yang ganggu.. gerutu Santi dalam hati
"Masuk" ujar Santi sambil merapikan bekal makan yang belum sempat dia makan.
"Selamat pagi Santi" Metandra muncul dari balik pintu dengan senyuman yang lebar.
"Selamat pagi pak, ada yang bisa saya bantu?"
"Kamu tidak mempersilahkan ku untuk duduk terlebih dahulu?" ledek Metandra
"Terima Kasih" Metandra duduk di bangku yang berada di hadapan Santi lalu dia menatap ke arah Santi tanpa berkata apapun. Santi merasa aneh dengan tatapan itu, entah apa yang di fikirkan Metandra saat itu.
Apa ada sesuatu pak?" tanya Santi "Pak...pak.." Santi menyadarkan Metandra dari lamunannya.
"Apa kamu sekarang masih sendiri? ah maksud ku sudah punya pacar atau sudah menikah lagi?" tanya Metandra to the point
"Mohon maaf Pak, saya rasa tidak ada kewajiban saya untuk menjawab pertanyaan Bapak soal itu dan kalaupun bapak benar mau tahu silahkan lihat di biodata saya."
"Kenapa? aku mau dengar dari kamu langsung bukan dari siapapun atau dari manapun juga. lagipula kalau di biodata kan tidak konkret, memangnya ada menjelaskan seseorang sudah punya kekasih atau belum. so.."
"So.. kalau tidak ada yang penting tolong bapak keluar sekarang! ini kantor pak jangan campurkan urusan pribadi dengan pekerjaan."
"Santi.. tolong maafin segala kesalahanku di masa lalu" Metandra memohon
__ADS_1
"Sudahlah Pak... saya sudah menutup semua yang berhubungan dengan masa lalu. jadi anggap saja tidak pernah terjadi apapun dan tanpa kesalahan apapun di antara kita."
"Aku tau kesalahan itu tidak akan termaafkan oleh mu, tapi please jangan hapus aku dari hidup mu. beri aku kesempatan untuk memperbaiki segalanya Santi."
"Sudah jelaskan tadi saya bilang apa. tolong tinggalkan saya sendiri." ucap Santi meminta
"Baiklah...Aduh ini perut laper banget lagi, belum sempat sarapan nih. " sindir Metandra, dia sengaja agar Santi peka dan mengajaknya untuk makan. Metandra tahu sebelumnya Santi hendak makan karena dia melihat bekal makanan itu sedikit terbuka sehingga memperlihatkan isinya.
Karena tidak ada jawaban apapun dari Santi akhirnya Metandra melangkah hendak keluar ruangan itu.
"Tunggu...di kotak ini ada makanan kalau bapak mau silahkan di bawa."
"Bukanya itu bekal kamu?"
"Gak papa kalau bapak mau ambil aja."
"Oke.. kita makan bersama" Metandra tidak menunggu jawaban dari Santi dia langsung membawa bekal tersebut dan menarik tangan Santi menuju ke sofa yang ada di ruangan tersebut. "ayo duduk" Santi tidak dapat menolak dia hanya ikut arahan Metandra. di sepanjang mereka menghabiskan makanan tidak ada kata yang terucap dari keduanya. hingga akhirnya makanan itupun habis tidak tersisa.
"Masakan kamu tidak berubah, selalu enak kayak dulu." puji Metandra
"Hmm.. sudah selesai kan? silahkan tinggalkan ruangan ini." tutur Santi.
"Oke..terima kasih sudah membagi makannya, sering sering ya." ledek Metandra sembari pergi meninggalkan ruangan tersebut.
.
๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ
Hallo guys... minta dukungannya ya untuk memberikan like, komen dan vote nya. biar author semakin semangat๐ช๐ Terima Kasih ๐
__ADS_1