Terjebak Di Kota Metropolitan

Terjebak Di Kota Metropolitan
episode 28


__ADS_3

"apa udah kenyang?" Santi hanya menganggukkan kepala dengan ekspresi malu malu.


Setelah selesai membayar bill mereka kembali ke apartemen. ternyata di depan apartemen terlihat seseorang yang sedang mengantar barang milik Santi dari kosannya. dia adalah pak Yanto supir pribadi keluarga Yudha Pratama. Yudha Pratama adalah nama besar/ marga keluarga Metandra Yudha Pratama.


Santi ke kamar duluan sedangkan Metandra duduk di sofa yang ada di ruang tamu.


Santi membereskan perlengkapannya yang baru saja di antar kemudian dia mandi. saat keluar dari kamar mandi Santi hanya menggunakan handuk di atas lutut. karena takut jika Metandra melihatnya dalam keadaan ****, akhirnya dia berjalan dengan cara mengendap-endap seperti maling. setelah melihat bahwa tidak ada Metandra barulah dia Menganti pakaian secepat mungkin.


Huh untung saja dia belum masuk, tapi kalo ntar dia masuk harus ngapain ya. gimana kalo dia meminta yang aneh aneh. tapikan itu haknya, dia kan suami gue. ihh... tetep aja belum siap, gue tinggal tidur aja kali ya.


Santi prustasi memikirkan malam-malam kebersamaannya dengan Metandra kedepannya. hatinya benar-benar tidak tenang, dia di buat ketar-ketir. perasaan was-was, takut, tegang dan gelisah semua di rasakanya. jantungnya bekerja tidak normal, aliran darahnya mengalir lebih cepat. tatapannya selalu mengarah ke pintu.


sedangkan Metandra kini dia berada di kamar sebelah dari kamar Santi tempati. sebenarnya itu adalah kamar kakaknya berhubung kakaknya tidak ada jadi dia yang menempati. Metandra sedang asyik chattingan dengan Lita, selama dia membalas chatan dari Lita bibirnya tidak terlepas dari senyuman. setelah selesai chattingan dia menaruh handphonenya di meja samping tempat tidur. lalu dia membaringkan tubuhnya di tempat tidur.


gue nggak nyangka bakal menikah muda, apalagi dengannya sama sekali bukan tipe gue. sampe sekarang pun gue nggak ada tertarik-tertariknya. gue menikah hanya karena kasihan aja nggak lebih. apalagi ngeliat dia di restoran kemaren gue bener bener kasihan.


setelah larut malam akhirnya Santi terlelap tidur begitupun dengan Metandra.


di pagi hari keduanya sama-sama saling di sibukkan dengan persiapan mereka ke sekolah.

__ADS_1


Metandra tidur di mana tadi malam, kenapa dia nggak tidur di kamar ini. apa tadi malam dia nggak nginep di apartemen ini ya. ahh bodo lah.. kan bagus dia gak tidur di sini itu berarti gue aman. hihihii


Saat Santi keluar kamar dia melihat Metandra sedang duduk di sofa.


"lama baget si Lo" ucap Metandra sinis. "Lo berangkat sendiri atau mau bareng? kita kan satu arah, ya kalo Lo mau."


"iya boleh"


"nih gue kasih tau pin apartemen" Metandra menyebutkan PINnya."inget cuma Lo dan kakak gue yang tau. Lo nggak usah ajak siapapun ke sini atau buat aneh aneh di sini. nyampe ketahuan gue nggak tinggal diam!"


Dihh siapa juga yang mau berbuat yang aneh aneh. balas Santi dalam hati.


"bagus, ayo berangkat"


Sampainya di sekolah saat Santi mau masuk ke kelas tiba tiba saja di cegat oleh Ahmad.


"San, Lo hari Minggu kemana? terus gue liat ada orang yang bawain barang Lo. Lo pindah?"


"itu gue-..

__ADS_1


Drinkkkk drinkkkk


Bel sekolah berbunyi


"Ahmad gue masuk duluan ya, lain kali aja gue jelasin."


"Ok, pulang sekolah gue tunggu.


"kayaknya nggak bisa Ahmad gue pulang sekolah mau langsung kerja. lain kali aja ya kalo ada waktu senggang." ucap Santi sambil masuk ke dalam kelas meninggalkan Ahmad.


"pulang kerja, gue samperin."jawab Ahmad suara tinggi. tanpa ada balasan lagi dari Santi. Ahmad pun langsung ke kelasnya.


Santi kenapa ya ,kayak ada yang dia sembunyikan. gue harus cari tau secepatnya.


.


๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ


Hallo guys... minta dukungannya ya untuk memberikan like, komen dan vote nya. biar author semakin semangat๐Ÿ’ช๐Ÿ˜† Terima Kasih ๐Ÿ™

__ADS_1


__ADS_2