Terjebak Di Kota Metropolitan

Terjebak Di Kota Metropolitan
episode 18


__ADS_3

hari sudah mulai gelap, jam menunjukkan pukul setengah delapan. Santi baru saja sampai rumah, sebelum masuk rumah dia merapikan dirinya yang sedikit berantakan dan menghapus sisa air mata yang ada di pipinya.


tok tok tok


"kak Santi" ucap Rendi yang membukakan pintu untuknya. Rendi sengaja belajar di sofa ruang tamu sekalian menunggu kedatangan kakaknya itu.


"iya, yang lain pada ke mana?"tanya Santi tanpa melihat ke arah Rendi


"bibi, Nisa, Rohman lagi di kamar, Reri ada lagi nonton."Rendi menjelaskan


"Ohh ya udah kakak kedalam ya mau bersih bersih." Santi menuju ke kamar.


Rendi merasa ada yang di sembunyikan oleh kakaknya itu. tapi dia tidak berani membahasnya di situ.


"Mbak udah pulang" kata Reri


"iya dek"


Santi bergegas mandi membersihkan tubuhnya setelah itu langsung mengistirahatkan tubuhnya yang lelah.


keesokan harinya Santi baru saja membayar uang SPP nya yang tertunda. tidak di sengaja dia melihat Metandra sedang berjalan sendirian.


"Metandra" panggilnya cukup keras. Metandra hanya menoleh dan menunggu Santi untuk menghampirinya.

__ADS_1


"Metandra, yang terjadi kem-.. belum sempat Santi melanjutkan sudah di cekat oleh Metandra.


"memangnya apa yang terjadi?"


"apa yang terjadi?" Santi malah balik bertanya dan membulatkan mata. "apa kamu melupakannya?"Santi di buat bingung.


"melupakan apa?" seperti orang yang amnesia


"Metandra Lo harus tanggung jawab, Lo Jagan tinggalin gue"Santi menitihkan air mata.


"tanggung jawab atas apa"


"Lo harus nikahin gue Metandra." Metandra tidak memberikan jawaban apapun dia pergi meninggalkan Santi.


akhirnya Santi mengikuti kemana Metandra pergi. setelah tidak terlalu jauh berjalan Santi menemukan Metandra sedang bersama teman temannya sedang duduk di pinggir lapangan basket. Santi melangkahkan kakinya untuk menghampiri, setelah jaraknya sudah dekat Santi tidak sengaja mendengar obrolan mereka. Santi melangkah lebih dekat lagi dan menyembunyikan dirinya di balik tempat sampah yang di tutupi oleh pagar bunga. dia persis seperti detektif yang sedang mengincar musuh. Santi melihat Metandra menunjukkan sebuah video kepada teman temannya. Santi di buat shock saat mendengar namanya di sebut dalam perbincangan Metandra dan teman temannya.


"jadi bagaimana sekarang, gue mau menagih janji Lo?" ucap Metandra sambil menatap salah satu temannya.


"Wahh Lo benar benar ya" ucap salah satu temannya.


"waww sukses" salah satu temannya lagi bertepuk tangan.


"Ok, gue nggak lupa sama janji gue." sambil melemparkan sebuah kunci motor ke arah Metandra. "Lo udah bisa miliki tuh motor, tapi soal yang satu lagi butuh proses Bro" ucap temannya.

__ADS_1


"btw nasib itu cewek gimana?" tanya temannya.


Santi sudah tidak tahan lagi dia mengepal tangannya dengan erat, air matanya tidak dapat di bendung lagi badannya pun ikut gemetar.


"ya nggak gimana gimana" ucapnya santai "sebenarnya gue nggak ada nafsu samasekali pas berbuat sama dia. gue ngelakuin itu terjadi karena gue bayangin tubuh dari Lita." ucap Metandra datar.


jegerrrrr dor dor dor


dada Santi seketika menjadi sesak seperti tidak ada ruang untuk bernafas. dirinya seperti sedang di tembak oleh ahlinya, dengan beberapa peluru mengenai ulu hati.


"Buhahahaaaaaa" teriakan dari teman temannya


Tiba tiba terdengar suara orang terjatuh. Metandra dan teman temannya seketika melihat ke arah suara.


"Bro" temannya Metandra terbengong


"ayo Lo angkat" senggol temanya ke lengan Metandra yang sedang tercengang.


mereka melihat Santi sedang pingsan dan tempat sampah yang berserakan di dekat tubuhnya.


mau tidak mau Metandra mengangkat tubuh Santi dan membawanya ke ruang UKS


๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ

__ADS_1


Hallo guys... minta dukungannya ya untuk memberikan like, komen dan vote nya. biar author semakin semangat๐Ÿ’ช๐Ÿ˜† Terima Kasih ๐Ÿ™


__ADS_2