
flashback on
Siang itu Santi pulang lebih awal, saat dirinya ingin keluar dari perusahaan tanpa sengaja dia berpapasan dengan Mommy Zia yang hendak pulang juga.
"loh Santi, tumben kamu sudah pulang jam segini." tutur Mommy Zia
"Iya Mommy, mulai besok Santi sudah ambil cuti karena HPL (hari perkiraan lahir) nya seminggu lagi Mom. ini aja kadang perutnya udah sering banget keram dan mules."
"Wah sebentar lagi cucunya Mommy keluar dong" ucap Mommy Zia sambil mengelus perut Santi. "Iya memang seharusnya kamu gak usah terlalu cape bekerja lagi, fokus dengan kelahiran kamu. Mommy antar pulang ya tapi nanti kita mampir sebentar di mall soalnya ada yang mau Mommy beli."
"Iya Mommy." balas Santi. mereka berdua naik ke mobil yang di kendarai oleh pak Yanto. dan pergi meninggalkan perusahaan menuju ke mall. sesampainya di sana mereka langsung menuju ke sebuah butik langganan Mommy Zia. setelah dari sana Mommy Zia mengajak Santi ke perlengkapan bayi, Mommy Zia membelikan banyak sekali perlengkapan bayi. dia terlihat sangat antusias menyambut kelahiran Santi.
"Mommy ini banyak sekali, apa nggak terlalu berlebihan?"Ucap Santi
"Buat cucu Mommy mah nggak berlebihan, kapan lagi belanja buat cucu. kalau mau nungguin cucu Mommy dari anak laki laki Mommy kelamaan. pasangan aja belum kelihatan sampai sekarang."ucapnya keduanya tertawa.
"Aduhhh" Santi memegang perutnya
"Ada apa Santi?" tanya Mommy Zia panik
"Mommy perr-perut Santi saa-sakit sekali."
"Apa mungkin kamu mau lahiran? Yanto.. cepat sini."panggil Mommy Zia.
__ADS_1
"Aww saki-itt" Santi menekan perutnya.
"Cepat...kita ke klinik terdekat" suruh Mommy Zia
"Baik Bu.." pak Yanto menuntun Santi masuk ke mobil dan langsung menuju ke klinik.
Setelah sampai Santi langsung di bawa menuju ke ruangan dokter. sedangkan Mommy Zia dan pak Yanto menunggu di luar ruangan. setelah selesai melakukan pemeriksaan dokter keluar dari ruangan nya.
"Ibu siapanya pasien?"tanya dokter berhijab tersebut.
"Saya ibunya Dok, gimana keadaan anak saya?"Tanya Mommy Zia panik
"Begini Bu, ibu Santi akan melahirkan lebih awal dari HPL yang sudah di tentukan. sekarang ibu Santi baru pembukaan ke-4 dan baru saja mengalami pecah ketuban. jadi kita akan pindahkan Bu Santi ke ruangan bersalin sekarang."
"Baik Bu saya akan berusaha kita sama sama berdoa ya Bu semoga di berikan kelancaran. maaf Bu kalau boleh tau suami ibu Santi ada dimana ya Bu?"
"Suaminya lagi di luar kota Dok, jadi kalau ada apa-apa bilang ke saya saja. Oya satu lagi, apa boleh saya menemani anak saya melahirkan Dok?"
"Boleh ibu, baiklah kalau begitu kami akan memindahkan ibu Santi sekarang."
Setelah Santi di pindahkan ke ruangan bersalin dan di temani oleh Mommy Zia. kini Santi sudah dalam pembukaan yang ke-8 dia sudah tidak tahan dan selalu meringis menahan rasa sakit.
"Mommy.. rasanya sangat sakit sekali..Huuhuu" Santi mencengkram kuat bad serta menarik nafas lalu mengeluarkannya.
__ADS_1
"Sabar sayang... sebentar lagi"Ucap Mommy Zia menguatkan sambil mengelus punggung Santi.
Santi terus menahan rasa sakitnya hingga tibalah ke permukaan yang ke-10 dimana Santi harus mengejan. dengan sekuat tenaga agar bayi nya keluar. dia mencekam tangan Mommy Zia, bahkan selama menemani Santi tangan Mommy Zia terkena sasaran olehnya. terkena remasan, cakaran, cubitan dan bahkan tanpa rasa canggung Santi menggigitnya. Mommy yang sudah paham dengan kondisi Santi tidak mempermasalahkan hal itu sama sekali.
Aaaaaaaaa....
Oekkoekkoekkkk
Santi merasa lega dan tanpa terasa air matanya mengalir setelah mendengar suara tangisan bayinya begitupun Mommy Zia dan Dokternya merasa terharu. Santi terkulai lemas tenaganya sudah habis karena ber-jam jam berjuang sebelum bayinya lahir.
Santi telah di pindahkan ke ruangan perawatan, dan setelah selesai di bersihkan bayi di serahkan kepada Santi.
"Santi lihatlah dia sangat cantik, matanya bulat dan berwarna agak kecoklatan, bibirnya merah cabe, pipinya tembam dan hidungnya mancung."tutur Mommy Zia geregetan
"Mommy benar dia sangat cantik, Hallo sayang...." ucap Santi sambil mengelus pipi bayi mungilnya.
Eeeekk
Keduanya saling tatap dan tersenyum karena mendapatkan respon dari bayi mungil tersebut.
.
๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ
__ADS_1
Hallo guys... minta dukungannya ya untuk memberikan like, komen dan vote nya. biar author semakin semangat๐ช๐ Terima Kasih ๐