Terjebak Di Kota Metropolitan

Terjebak Di Kota Metropolitan
episode 42


__ADS_3

Di sore hari waktunya Santi untuk pulang bekerja. karena dia sudah tidak sekolah jadi shift kerja nya di pindah ke pagi, untuk sekarang dia tidak harus pulang larut malam lagi.


Sore itu Santi langsung pulang menuju ke apartemen, sesampainya dia langsung membuka pintu apartemen. dan betapa terkejutnya dia ketika melihat Metandra bersama seorang perempuan yang memang sedang menunggu kedatangannya.


"Metandra a.."ucap Santi bergetar


"sayang cepetan bilang ke dia sekarang." ucap Lita manja sambil menggandeng lengan Metandra


deg


Santi menangis di dalam hatinya, dia benar-benar merasa cemburu melihat adegan di depannya dan panggilan sayang yang keluar dari mulut perempuan lain. Santi sudah bisa menerka bahwa perempuan yang ada di hadapannya ini tidak lain adalah Lita. orang yang selama ini Metandra sebut, pantas saja Metandra tergila gila kepadanya. Lita sangat sempurna dari segi fisik, sama sekali tidak ada cacatnya. kulitnya yang putih, bersih, wangi, tinggi, **** dan terlihat sangat indah. wajar saja jika dia menjadi idola bagi pria.


"Sayang" tegas Lita kembali


"Biar di antara kita nggak ada yang tersakiti, jadi gue bakal bebasin Lo dari pernikahan ini. secepatnya gue akan urus perceraian kita, buat sementara sebelum Lo dapat tempat tinggal yang baru Lo bisa tinggal di sini." ucap Metandra


jederrr

__ADS_1


Santi seperti sedang tersambar petir di siang bolong. hatinya benar-benar hancur untuk yang kesekian kalinya oleh orang yang sama. dia tidak dapat berkata apapun, hanya air mata yang menggambarkan kesedihannya di saat itu. Santi berusaha untuk menguatkan dirinya dan tidak terlihat lemah.


"Buat sementara Lo nggak apa-apa tinggal di sini gue izin in kok, tapi nggak usah lama-lama."


sahut Lita


"Terima kasih" ucap Santi, dia langsung masuk dan menumpahkan air mata yang berusaha dia tahan.


"Sayang aku pulang ya, ingat kamu jangan macam-macam dan jangan tergoda lagi sama dia." ucap Lita sambil memanyunkan bibirnya.


"Iya sayang, kamu nggak usah khawatir ya." balas Metandra. setelah kepergian Lita Metandra langsung menuju ke kamar.


Apa semuanya harus berakhir, apa salah ku? apa aku tidak pantas bersamanya? aku mencintainya. kenapa mereka mempermainkan perasaanku seperti ini. kenapa hidup ku malang seperti ini ya Allah. luapan emosi Santi dalam hati.


Keesokan paginya, Santi sengaja keluar di pagi hari tapi bukan untuk bekerja melainkan untuk mencari tempat tinggal yang baru. dia mencari di sekitaran tempatnya bekerja agar dapat menghemat biaya ongkos.


Setelah lama berkeliling akhirnya Santi menemukan kontrakan yang cocok harganya pun tidak terlalu mahal. dari sana menuju tempat kerjanya tidak terlalu jauh dia hanya menempuh 15 menit berjalan kaki maka akan sampai.

__ADS_1


Tanpa terasa hari sudah sore, namun Santi tidak langsung pulang ke apartemen dia menuju ke rumah Ana. dia ingin berbagi cerita kepada Ana di sana.


Sesampainya Santi tidak bertemu dengan Ana dia hanya bertemu dengan sang ibu, karena Ana pergi dari tadi pagi dan di sore itu dia belum juga pulang.


Di sana Santi makan walaupun hanya berdua dengan ibunya Ana. sudah menjadi kebiasaan setiap kali Santi ke rumah Ana di wajibkan untuk makan walaupun hanya sedikit.


Setelah selesai dan sedikit bercengkrama dengan ibunya Ana, Santi memutuskan untuk pulang ke apartemen. sampai sana dia juga tidak melihat Metandra. karena cukup merasa lelah akhirnya Santi memutuskan untuk beristirahat di kamar.


Mulai besok Santi sudah berencana pindah ke kontrakan yang baru. sebagian peralatannya akan di bawa besok pagi di saat dia berangkat kerja dan sebagainya lagi akan di angkut setelah pulang kerja.


Sedangkan di Mension Metandra sedang makan malam bersama keluarga Yudha Pratama. dari siang Metandra sudah berada di sana namun dia lebih banyak menghabiskan waktu di dalam kamar.


Di meja makan sudah ada sang kakek Gunawan Yudha Pratama, Daddy Tirta Yudha Pratama, Mommy Zia Maharani. sedangkan sang kakak Mahendra Yudha Pratama sedang berada di luar kota melanjutkan bisnis orang tuanya di sana. orang tua Metandra pun terkadang harus bolak balik ke luar negeri untuk memantau bisnis mereka disana. sampai tidak ada waktu untuk anaknya maka dari itu Metandra lebih sering memilih menyendiri di apartemen dibandingkan berada di mension. karena baginya lebih baik sendiri sekalian di bandingkan tinggal di rumah mewah tapi merasa kesepian. sedangkan sang kakek Gunawan sudah sakit sakitan sejak lama beliau hanya berada di Mension dan di temani para pelayan disana. beliau di rawat oleh suster khusus keluarga Yudha Pratama.


Mahendra memang jauh berbeda dari sang adik. dia juga tidak terlalu sulit untuk di nasehati dan di arahkan. sedangkan Metandra berbanding terbalik dengan sang kakak, dia sangat sulit untuk di arahkan. hidupnya terlalu bebas sehingga tidak ada larangan baginya untuk melakukan apapun yang dia inginkan selagi menurutnya senang.


.

__ADS_1


๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ


Hallo guys... minta dukungannya ya untuk memberikan like, komen dan vote nya. biar author semakin semangat๐Ÿ’ช๐Ÿ˜† Terima Kasih ๐Ÿ™


__ADS_2