
"Terima Kasih ya Ahmad" mata Santi berlinang.
"Iya santai aja, Lo bisa cerita ke gue apapun itu gue siap mendengarkan." ucap Ahmad
"Ahmad sebenarnya gue udah nikah, dan pernikahan yang gue jalani saat ini nggak seperti pernikahan pada umumnya. bahkan saat ini pernikahan gue di ambang perceraian." Santi menitihkan air mata dia tidak tahan lagi untuk menahannya agar tidak jatuh.
"Tapi kenapa? apa alasannya dia buat cerai sama Lo?"
"Dia punya perempuan lain, pernikahan ini tanpa ada rasa cinta darinya. dia menikah sama gue hanya pertanggung jawaban semata. gue juga yang memaksa dia untuk menikah sama gue."
"Siapa dia? apa gue kenal?"
"Metandra Yudha, dia satu sekolah sama kita waktu SMP"
"Metandra Yudha Pratama?"
"Iya benar"
"Coba nanti Lo temui dia dan Lo jelasin kondisi Lo yang sekarang sedang hamil, setau gue kalau orang yang sedang hamil belum bisa bercerai sampai anaknya lahir. semoga saja ketika Lo lahir dia akan berubah pikiran dan memilih tetap mempertahankan pernikahan kalian karena memikirkan anak." sebenarnya Ahmad merasa bersedih mendengar kebenaran tersebut, tapi dia berusaha untuk tegar serta memberikan kekuatan kepada Santi.
"Iya gue bakal jelasin ke dia, tapi gue takut gimana kalau dia nggak terima anak ini."sahut Santi
"Di coba dulu. lagipula apapun alasannya, dia harus bertanggung jawab karena ini anaknya. apa gue temenin buat bantu ngomong?"
"jangan, biarin gue yang ngomong sendiri."
"Ok, gue anterin ya. gue gak mungkin biarin Lo jalan sendiri dalam keadaan kayak gini."
__ADS_1
"Iya boleh, sekali lagi terima kasih Ahmad"
"Sama sama pokoknya kapanpun Lo butuh pertolongan gue selalu siap."
Setelah selesai Ahmad mengantarkan Santi menuju apartemen, sesampainya Ahmad menunggu Santi di lobby sedangkan Santi menaiki lift menuju dimana Metandra berada. setelah di depan pintu Santi ragu untuk memencet bel namun pada akhirnya dia memberanikan diri. bel pun di pencet setelah beberapa lama akhirnya pintu terbuka.
"Ada apa lagi Lo kesini? Ohh ya tunggu."Metandra mengambil amplop dan menyerahkan kepada Santi."nih Lo tinggal tanda tangani"
"ini apa?"Santi sedikit bergetar menerima amplop tersebut.
"Surat cerai"
"Apa?... Metandra gue mau ngasih sesuatu sama Lo" Santi menyerahkan selembar kertas
"Surat apa ini?"
"Hamil" Metandra kaget melihat isi surat tersebut dan mengembalikannya kepada Santi.
"Iya gue lagi hamil anak kita, gue butuh Lo buat besarin anak ini."Santi memegang perutnya.
"Tapi gue nggak bisa, gue belum siap lagian gue juga nggak cinta sama Lo."
"Metandra..Lo boleh nggak suka dan nggak cinta sama gue tapi please anak ini gak bersalah. ini darah daging Lo Metandra." Santi menitihkan air matanya
"Gue tetep mau cerai dari Lo, dan buat anak itu berapapun yang Lo minta nanti gue transfer."
"Bukan seperti itu Metandra, dia butuh kasih sayang dari Lo. lagian untuk sekarang Lo gak bisa cerai sama gue, seenggaknya Lo harus tunggu setelah gue selesai lahiran."
__ADS_1
"Gue nggak peduli, gue mau sekarang Lo tanda tangani surat itu. soal kehamilan nggak usah Lo jadikan alasan untuk menunda perceraian kita. seandainya nanti memang gak bisa ya udah Lo harus ikhlasin itu anak."
"Kenapa Lo Setega ini Metandra."
"Terserah Lo mau mikir gue kayak apa yang jelas secepatnya gue mau cerai." Santi menandatangani surat tersebut lalu pergi sambil menumpahkan tangisannya.
"Santi tunggu" Ahmad mengejar Santi yang pergi secara terburu-buru.
"Santi ada apa?" Ahmad penasaran karena melihat Santi dalam keadaan menangis.
"G-gue m-mau pulang sekarang." Santi nangis sesegukan
"Ok..ayo kita pulang, gue antar" Ahmad menggenggam tangan Santi.
Setelah sampai di kontrakan Santi memeluk Ahmad dan meluapkan segala kesedihannya. Santi menceritakan semuanya yang terjadi di apartemen tadi.
"Lo harus kuat San dan jangan bersedih lagi ya. Lo masih ada gue kok kapanpun Lo butuh gue selalu siap. Sekarang Lo istirahat dan tenangin diri Lo dulu."ucap Ahmad sembari menghapus air mata Santi yang jatuh ke pipinya.
"Terima kasih ya Ahmad, gue gak tau lagi kalau nggak ada Lo."
"Iya, Lo nggak usah segan ke gue. sekarang Lo masuk ya." Santi mengikuti perkataan Ahmad dia segera masuk namun dirinya masih sangat bersedih.
.
๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ
Hallo guys... minta dukungannya ya untuk memberikan like, komen dan vote nya. biar author semakin semangat๐ช๐ Terima Kasih ๐
__ADS_1