Terjebak Di Kota Metropolitan

Terjebak Di Kota Metropolitan
episode 5


__ADS_3

"bug bug bug" Siska melayangkan bogeman / tinjunya ke tangan Santi


"Aww sakiit" ringis Santi


"atitttt ya huhhh" ucap Tiara gengnya siska


"Lo kerjain atau gue tambahin" ucap Siska


"iya ntar aku kerjain"


"Seekarangg." Siska sambil melotot


"Iiya" timpal Santi


"Hahaaa.... parah Lo sis ntar dia lapor lagi(mengangkat ujung bibirnya)." ucap lisa salah satu geng nya Siska


"emng berani"sambil mengangkat wajahnya Santi


"udah sis kasihan, Lo jangan keterlaluan gitu" kata Winda


"kenapa Lo mau juga (sambil mengangkat tinju ke Winda)


"ya ngga lah, gue kasihan aja sma dia" balas Winda

__ADS_1


"udah diem aja deh Lo, itu udah menjadi nasibnya dia karena udikkk" timpal tiara


"Hahahaaa"


Tawa dari anak satu kelas kecuali Metandra dan 3 temannya. mereka asik dengan topik nya sendiri. mereka sungguh tidak peduli dengan kelakuan geng nya Siska yang sering melakukan bullying. terutama kepada Santi. bagi mereka yang penting tidak mengusik aktifitasnya.


"Windaa.. Lo klo mau bantuin si udik ini silahkan, tapi awas ya klo Lo berani macem macem( sambil mengangkat bogeman) hidup Lo ga kalah sengsara dari si udik. ngerti Lo!


pokoknya gue ga mau tau ntar Lo serahin tuh buku dalam keadaan sudah beresss! ingin harus rapi!


Dalam kesendirian, Santi sering menangisi nasibnya yang malang. semua sangat jauh dari angan-angan dan mimpinya selama ini. di rumah dia dan adik nya di perlakukan seperti pembantu sekaligus pengasuh dan di sekolah pun menjadi korban bullying. dia tidak berani untuk bercerita kepada siapapun bahwa dirinya menjadi korban bullying. termasuk kepada Rendi, dia takut akan menjadi beban pikiran Rendi bila dia cerita. lebih baik dia memendam kesakitanya sendiri.


Santi dan Rendi hanya sering saling menguatkan saat bibi dan sepupunya itu yang sering marah marah dan membuat ulah.


satu tahun telah berlalu. kini Santi telah duduk di bangku IX.2 . nasib baik berpihak kepadanya, setelah satu tahun dia menjadi korban bullying kini dia terbebas. karena sekarang Santi tidak satu kelas lagi dengan Siska dan geng nya itu. walaupun terkadang sering bertemu di luar kelas tapi Siska sudah tidak berani melakukan bullying lagi. kini teman sekelas Santi sudah mau menerima dan berteman dengan nya. bahkan dia sudah memiliki teman dekat untuk berbagai cerita. setidaknya penderitaan yang selama ini dia alami berkurang sedikit.


"iya boleh deh gue nebeng Lo aj ya, (senyum Pepsodent)" sekarang Santi sudah terbiasa untuk bicara Lo dan gue saat bicara.


"Tenang aja gratis kok wkwkwk"


"wkwkk...emang Lo paling best dah."


setelah pulang sekolah seperti biasanya Santi dan Rendi mengerjakan deretan tugas rumahan yang di suruh bibi Ina.

__ADS_1


"Nisa, Reri jangan mondar mandir dulu dong itu lantainya masih basah abis di pel"


"udah kering mbk" sahut Nisa


gubbrakkk


"Aaaaaaa huh huh huhh" tangis keras Nisa


"kan udah mbk bilang lantainya masih basah"


"ibuuu mbk Nisa jatoh" kata Reri berteriak


bibi Ina yang dari luar sambil menggandeng Rohman langsung masuk ke rumah.


"ada apa si teriak teriak"


"ibu sakit huh huh huhh" sambil memegang jidad


"Bi tadi Nisa dan Reri mondar-mandir padahal lantainya masih basah akhirnya kepleset jidad nya kebentur lantai" ucap Santi


"udah udah ambil p3k sana" perintah bibi Ina


"udah tau basah kenapa ga di kipasin" seperti biasa tetap Santi yang di salahkan

__ADS_1


suasana hening saat bibi Ina mengobati Nisa yang terdengar hanya tangisan Nisa dan suara Rohman yang sedang bermain.


Ya Allah.. kapan si Bi Ina nggak menyalahkan aku dan Rendi. kan yang salah anaknya.


__ADS_2